alexametrics
29.4 C
Manado
Sabtu, 21 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

GIMANA NIH? Prabowo-Cak Imin Disebut Pasangan Ideal, PKB: Militer dan Pesantren, Paket Komplet

MANADOPOST.ID–Parpol terus membuat opsi pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) untuk Pilpres 2024. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meyakini pasangan Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar adalah kombinasi yang ideal.

Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid mengatakan, hingga saat ini para kader dan jajaran pengurus PKB terus berjuang untuk menjadikan Cak Imin sebagai capres. Dalam hal itu, ada banyak opsi pasangan untuk maju di Pilpres 2024, di antaranya Prabowo-Cak Imin. Pasangan itu dianggap kombinasi ideal.

“Kita memang tidak bisa maju sendiri dan elektoral. Pak Prabowo juga termasuk yang bagus. Banyak yang memandang kombinasi ini pasangan yang ideal untuk bisa mencapai kemenangan. Tapi kalau saya pribadi tetap berjuang Pak Muhaimin capres,” ujar pria yang akrab disapa Gus Jazil itu kepada wartawan, Rabu (2/1).

Menurut Gus Jazil, jika Prabowo-Cak Imin duet sebagai pasangan capres-cawapres, secara hitungan koalisi sudah memenuhi syarat presidential threshold (PT) minimal 20 persen.

Diketahui, pada Pemilu 2019, Partai Gerindra mendapatkan 17.594.839 suara (12,57 persen), PKB meraih 13.570.097 suara (9,69 persen). “Itu sudah lebih dari cukup untuk maju sebagai pasangan capres-cawapres,” tuturnya.

Di sisi lain, komposisi pasangan itu diklaim cukup ideal mewakili unsur nasionalis- religius, sipil-militer, tua-muda.

Dari sisi politik, kedua tokoh merupakan ketua umum parpol. Hal itu lebih mudah melakukan konsolidasi ke struktur partai hingga tingkat bawah.

“Pak Muhaimin punya kultur pesantren dan NU, Pak Prabowo punya kultur militer. Menurut saya kompletlah. Cuma saya pribadi masih berjuang agar Pak Muhaimin menjadi capres, RI1. Tapi saya juga tidak menolak beberapa teman yang punya usulan karena pada ujungnya politik harus realistis juga,” urainya.

Kendati begitu, kata Gus Jazil sejauh ini komunikasi yang dibangun belum sampai fokus membahas soal pasangan secara spesial.

“Kalau ada pembahasan yang lebih serius dan itu dapat sambutan yang bagus dari publik, ya nggak ada salahnya kalau pasangan ini dimunculkan lebih dulu untuk jalan karena cukup koalisinya,” kata Wakil Ketua MPR RI ini.

Gus Jazil mengatakan bahwa saat ini masih ada waktu sekitar dua tahun lebih bagi masing-masing calon untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Parpol terus membuat opsi pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) untuk Pilpres 2024. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meyakini pasangan Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar adalah kombinasi yang ideal.

Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid mengatakan, hingga saat ini para kader dan jajaran pengurus PKB terus berjuang untuk menjadikan Cak Imin sebagai capres. Dalam hal itu, ada banyak opsi pasangan untuk maju di Pilpres 2024, di antaranya Prabowo-Cak Imin. Pasangan itu dianggap kombinasi ideal.

“Kita memang tidak bisa maju sendiri dan elektoral. Pak Prabowo juga termasuk yang bagus. Banyak yang memandang kombinasi ini pasangan yang ideal untuk bisa mencapai kemenangan. Tapi kalau saya pribadi tetap berjuang Pak Muhaimin capres,” ujar pria yang akrab disapa Gus Jazil itu kepada wartawan, Rabu (2/1).

Menurut Gus Jazil, jika Prabowo-Cak Imin duet sebagai pasangan capres-cawapres, secara hitungan koalisi sudah memenuhi syarat presidential threshold (PT) minimal 20 persen.

Diketahui, pada Pemilu 2019, Partai Gerindra mendapatkan 17.594.839 suara (12,57 persen), PKB meraih 13.570.097 suara (9,69 persen). “Itu sudah lebih dari cukup untuk maju sebagai pasangan capres-cawapres,” tuturnya.

Di sisi lain, komposisi pasangan itu diklaim cukup ideal mewakili unsur nasionalis- religius, sipil-militer, tua-muda.

Dari sisi politik, kedua tokoh merupakan ketua umum parpol. Hal itu lebih mudah melakukan konsolidasi ke struktur partai hingga tingkat bawah.

“Pak Muhaimin punya kultur pesantren dan NU, Pak Prabowo punya kultur militer. Menurut saya kompletlah. Cuma saya pribadi masih berjuang agar Pak Muhaimin menjadi capres, RI1. Tapi saya juga tidak menolak beberapa teman yang punya usulan karena pada ujungnya politik harus realistis juga,” urainya.

Kendati begitu, kata Gus Jazil sejauh ini komunikasi yang dibangun belum sampai fokus membahas soal pasangan secara spesial.

“Kalau ada pembahasan yang lebih serius dan itu dapat sambutan yang bagus dari publik, ya nggak ada salahnya kalau pasangan ini dimunculkan lebih dulu untuk jalan karena cukup koalisinya,” kata Wakil Ketua MPR RI ini.

Gus Jazil mengatakan bahwa saat ini masih ada waktu sekitar dua tahun lebih bagi masing-masing calon untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/