23.4 C
Manado
Saturday, 4 February 2023

Vaksin Moderna Akhirnya Dapat Izin BPOM, Kemanjuran Capai 91 Persen, Aman Untuk Lansia

MANADOPOST.ID–Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau (EUA) untuk vaksin Moderna asal Amerika Serikat.

Vaksin ini menjadi vaksin Covid-19 pertama dengan metode mRNA yang diizinkan di Indonesia. BPOM menegaskan angka efikasi atau kemanjuran vaksin itu mencapai 91,4 persen.

Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan pihaknya sejauh ini sudah mengeluarkan izin untuk vaksin CoronaVac, Biofarma, AstraZeneca dari jalur COVAX dan juga Sinopharm.

Kini tambah lagi izin EUA vaksin Moderna.  “Vaksin pertama dengan platform mRNA. Ini akan masuk dari jalur bilateral, bantuan Amerika disalurkan lewat multirllateral COVAX,” kata Penny.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Menurut Penny, vaksin Moderna ini adalah vaksin penggunaan imunisasi untuk usia 18 tahun ke atas. Injeksi dilakukan 2 kali dengan rentang waktu penyuntikan selama 1 bulan.

Baca Juga:  33 Sembuh, Positif Covid-19 Bertambah 35 Kasus di Mitra

Sementara itu, para ahli dari ITAGI menunjukkan bahwa Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) menjamin keamanan yang dapat ditoleransi dengan tingkat keparahan pasca suntikan yakni sering nyeri lokal, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot sendi.

“Umunya terjadi setelah suntikan kedua,” katanya. Penny menjelaskan vaksin ini aman untuk kelompok usia 18 tahum ke atas hingga 65 tahun dan juga lansia di atas 65 tahun.

Efikasi 94,1 persen untuk 18-65 tahun dan lebih dari 86 persen untuk di atas usia lansia.  “Kami merespons kebutuhan vaksin sangat tinggi. Agar kita semua bisa keluar dari pandemi. Tetap terapkan protokol kesehatan ketat usai vaksinasi,” tandasnya. (jawapos)

MANADOPOST.ID–Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau (EUA) untuk vaksin Moderna asal Amerika Serikat.

Vaksin ini menjadi vaksin Covid-19 pertama dengan metode mRNA yang diizinkan di Indonesia. BPOM menegaskan angka efikasi atau kemanjuran vaksin itu mencapai 91,4 persen.

Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan pihaknya sejauh ini sudah mengeluarkan izin untuk vaksin CoronaVac, Biofarma, AstraZeneca dari jalur COVAX dan juga Sinopharm.

Kini tambah lagi izin EUA vaksin Moderna.  “Vaksin pertama dengan platform mRNA. Ini akan masuk dari jalur bilateral, bantuan Amerika disalurkan lewat multirllateral COVAX,” kata Penny.

Menurut Penny, vaksin Moderna ini adalah vaksin penggunaan imunisasi untuk usia 18 tahun ke atas. Injeksi dilakukan 2 kali dengan rentang waktu penyuntikan selama 1 bulan.

Baca Juga:  Vaksinasi Massal Sasar 10 Pemda di Sulut, OD: Target 3.000 Nakes

Sementara itu, para ahli dari ITAGI menunjukkan bahwa Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) menjamin keamanan yang dapat ditoleransi dengan tingkat keparahan pasca suntikan yakni sering nyeri lokal, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot sendi.

“Umunya terjadi setelah suntikan kedua,” katanya. Penny menjelaskan vaksin ini aman untuk kelompok usia 18 tahum ke atas hingga 65 tahun dan juga lansia di atas 65 tahun.

Efikasi 94,1 persen untuk 18-65 tahun dan lebih dari 86 persen untuk di atas usia lansia.  “Kami merespons kebutuhan vaksin sangat tinggi. Agar kita semua bisa keluar dari pandemi. Tetap terapkan protokol kesehatan ketat usai vaksinasi,” tandasnya. (jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru