24.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

TAK MAIN-MAIN! Resmi Daftarkan Partainya ke KPU, Farhat Abbas: Kita Hadir Bukan Untuk Main-main

MANADOPOST.ID–Pengacara kondang Farhat Abbas mendaftarkan partai yang dipimpinnya yakni, Partai Negeri Daulat Indonesia (Pandai) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menjadi peserta Pemilu 2024. Farhat Abbas diketahui merupakan Ketua Umum Pandai.

Menggunakan jaket berwarna abu-abu serta kopiah, Farhat Abbas yakin partai yang dipimpinnya tersebut mampu mengikuti kontestasi Pemilu 2024.

“Kita hadir di sini bukan untuk main-main. Tetapi serius menghadapi partai-partai yang katanya sudah lengkap, menurut saya itu memang mereka sudah terstruktur. Mereka dibayar oleh anggaran APBN. Oleh karena itu, jangan sampai terjadi gugat-menggugat,” kata Farhat Abbas di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/8).

Farhat Abbas mengakui, bukan hal mudah untuk mengikuti gelaran Pemilu 2024. Sebagai partai baru, pihaknya harus lolos verifikasi administrasi dan faktual untuk berlaga di Pemilu 2024.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Kekurangannya di DPD, kalau provinsi sudah 100 persen. Kalau partai-partai baru sangat berat, apalagi harus membangun kantor di 37 provinsi, 500 lebih kabupaten/kota,” ujar Farhat.

Meski demikian, Farhat mengaku optimis bisa mengikuti ajang pesta demokrasi 2024. Karena itu, pihaknya menargetkan 7 persen suara nasional. “Target perolehan kita nggak muluk-muluk, kita bisa masuk 7-10 persen,” tegas Farhat.

Sampai saat ini, pada hari pertama pendaftaran parpol peserta Pemilu 2024, sebanyak 9 parpol sudah mengajukan pendaftaran ke KPU RI. Mereka di antaranya PDIP, PKS, PKP, Perindo, Prima, NasDem, PBB, Partai Reformasi dan Pandai.

Terpisah, Ketua KPU Hasyim Asy’ari menjelaskan, proses pendaftaran parpol peserta Pemilu 2024 terdapat tiga kategorisasi, yakni parpol peserta Pemilu 2019 yang lolos parliamentary threshold (PT) alias yang punya kursi di DPR, partai politik peserta pemilu 2019 yang tidak lolos PT atau tidak punya kursi di DPR RI, dan partai baru.

“Berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 55 tahun 2020 terhadap tiga kategori ini, ada tiga perlakuan yang berbeda ketika proses pendaftaran partai politik peserta Pemilu,” ungkap Hasyim, Jumat (29/7).

Hasyim menambahkan, pada kategori satu yakni partai politik peserta Pemilu 2019 yang lolos PT atau punya kursi di DPR RI, harus mendaftar dan dilakukan verifikasi administrasi. Sementara pada kategori dua dan tiga, yakni partai politik peserta Pemilu 2019 yang tidak punya kursi DPR RI atau tidak lolos PT dan partai baru itu harus mendaftar untuk kemudian dilakukan verifikasi administrasi dan dilanjutkan dengan verifikasi faktual.

Dalam memenuhi syarat pendaftaran, seluruh berkas yang diserahkan ke KPU harus lengkap agar memenuhi syarat administrasi. Serta, dokumen tersebut terdapat tanda tangan ketua umum dan sekretaris jenderal dari masing-masing partai politik.

“Jadi menyampaikan pendaftaran itu yang diperiksa adalah apakah dokumennya lengkap atau tidak lengkap, terdapat tanda tangan ketua umum dan sekretari dari partai politik,” pungkas Hasyim.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Pandai Farhat Abbas mengatakan dokumen untuk jajaran partainya di tingkat provinsi sudah lengkap 100 persen, tinggal melengkapi dokumen kabupaten kota. “Jadi kita punya waktu 14 hari untuk melengkapinya,” ujarnya (Jawapos)

MANADOPOST.ID–Pengacara kondang Farhat Abbas mendaftarkan partai yang dipimpinnya yakni, Partai Negeri Daulat Indonesia (Pandai) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menjadi peserta Pemilu 2024. Farhat Abbas diketahui merupakan Ketua Umum Pandai.

Menggunakan jaket berwarna abu-abu serta kopiah, Farhat Abbas yakin partai yang dipimpinnya tersebut mampu mengikuti kontestasi Pemilu 2024.

“Kita hadir di sini bukan untuk main-main. Tetapi serius menghadapi partai-partai yang katanya sudah lengkap, menurut saya itu memang mereka sudah terstruktur. Mereka dibayar oleh anggaran APBN. Oleh karena itu, jangan sampai terjadi gugat-menggugat,” kata Farhat Abbas di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/8).

Farhat Abbas mengakui, bukan hal mudah untuk mengikuti gelaran Pemilu 2024. Sebagai partai baru, pihaknya harus lolos verifikasi administrasi dan faktual untuk berlaga di Pemilu 2024.

“Kekurangannya di DPD, kalau provinsi sudah 100 persen. Kalau partai-partai baru sangat berat, apalagi harus membangun kantor di 37 provinsi, 500 lebih kabupaten/kota,” ujar Farhat.

Meski demikian, Farhat mengaku optimis bisa mengikuti ajang pesta demokrasi 2024. Karena itu, pihaknya menargetkan 7 persen suara nasional. “Target perolehan kita nggak muluk-muluk, kita bisa masuk 7-10 persen,” tegas Farhat.

Sampai saat ini, pada hari pertama pendaftaran parpol peserta Pemilu 2024, sebanyak 9 parpol sudah mengajukan pendaftaran ke KPU RI. Mereka di antaranya PDIP, PKS, PKP, Perindo, Prima, NasDem, PBB, Partai Reformasi dan Pandai.

Terpisah, Ketua KPU Hasyim Asy’ari menjelaskan, proses pendaftaran parpol peserta Pemilu 2024 terdapat tiga kategorisasi, yakni parpol peserta Pemilu 2019 yang lolos parliamentary threshold (PT) alias yang punya kursi di DPR, partai politik peserta pemilu 2019 yang tidak lolos PT atau tidak punya kursi di DPR RI, dan partai baru.

“Berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 55 tahun 2020 terhadap tiga kategori ini, ada tiga perlakuan yang berbeda ketika proses pendaftaran partai politik peserta Pemilu,” ungkap Hasyim, Jumat (29/7).

Hasyim menambahkan, pada kategori satu yakni partai politik peserta Pemilu 2019 yang lolos PT atau punya kursi di DPR RI, harus mendaftar dan dilakukan verifikasi administrasi. Sementara pada kategori dua dan tiga, yakni partai politik peserta Pemilu 2019 yang tidak punya kursi DPR RI atau tidak lolos PT dan partai baru itu harus mendaftar untuk kemudian dilakukan verifikasi administrasi dan dilanjutkan dengan verifikasi faktual.

Dalam memenuhi syarat pendaftaran, seluruh berkas yang diserahkan ke KPU harus lengkap agar memenuhi syarat administrasi. Serta, dokumen tersebut terdapat tanda tangan ketua umum dan sekretaris jenderal dari masing-masing partai politik.

“Jadi menyampaikan pendaftaran itu yang diperiksa adalah apakah dokumennya lengkap atau tidak lengkap, terdapat tanda tangan ketua umum dan sekretari dari partai politik,” pungkas Hasyim.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Pandai Farhat Abbas mengatakan dokumen untuk jajaran partainya di tingkat provinsi sudah lengkap 100 persen, tinggal melengkapi dokumen kabupaten kota. “Jadi kita punya waktu 14 hari untuk melengkapinya,” ujarnya (Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/