alexametrics
25.4 C
Manado
Rabu, 22 September 2021
spot_img

Harga Rapid Antigen Luar Jawa-Bali Maksimal Rp109 Ribu

MANADOPOST.ID— Protokol kesehatan, testing serta pelacakan, dan vaksinasi merupakan strategi yang digunakan pemerintah dalam mengurangi penularan Covid-19. Untuk meningkatkan upaya pelacakan sedini mungkin, pemerintah mengevaluasi tarif batas atas swab antigen. Selain itu, pemerintah juga menggeber vaksinasi Covid-19.

Kemarin Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir mengatakan bahwa harga tertinggi rapid tes antigen di Jawa dan Bali adalah Rp 99.000. “Rp 109.000 untuk di luar Jawa dan Bali,” ucapnya.

Evaluasi harga ini dilakukan setahun setelah surat edaran lama diteken. Dia membeberkan, yang menjadi rtimbangan penurunan tarif batas atas ini adalah komponen harga barang atau jasa yang juga turun. Misalnya jasa pelayanan, reagen, biaya administrasi, dan yang lainnya. “Sekarang begitu banyak antigen yang diproduksi dalam negeri,” ujar Kadir.

Dia meminta agar fasilitas kesehatan yang menyelenggarakan rapid tes antigen ini bisa menyesuaikan dengan segera. Kadir juga meminta dinas kesehatan untuk melakukan pembinaan dan pengawasan dalam penerapan tarif anyar ini.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Hankam BPKP Faisal menjelaskan bahwa penyesuaian tarif batas atas ini sudah sepengetahuan lembaganya. Bahkan BPKP juga telah mengaudit komponen yang mempengaruhi harga rapid tes antigen ini.

Dia menjamin bahwa dengan penurunan harga ini tidak lantas tesnya menjadi invalid. “Antigen dalam negeri produksi murah tapi kualitasnya sama dnegan luar negeri,” ungkapnya. Kemenkes menurutnya telah melakukan penelitian kualitas antigen terlebih dahulu sebelum memberikan izin edar.

Di lain kesempatan, Juru Bicara Kemenkes terkait vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengumumkan bahwa vaksinasi di Indonesia sudah mencapai 100.000 suntikan pada akhir Agustus. Di bulan lalu, pemerintah memang menggenjot vaksinasi. Persepuluh hari, jumlah vaksin yang diberikan ditambah 10 juta dosis.

Tenaga kesehatan telah 100 persen vaksin pertama dan kedua. Sementara vaksinasi ketiga baru mencapai 640.532 dari 1,5 juta orang. Perugas publik juga sudah 100 persen menerima vaksin Covid-19 pertama dan kedua.

Lalu masyarakat umum sudah dilakuka penyuntikan sebanyak 31 juta dosis. 2,6 juta dosis vaksin sudah diberikan kepada remaja. “Yang menjadi PR adalah lansia,” tutur Nadia. Sebab baru 24,5 persen lansia atau 5,3 juta orang yang mendapatkan vaksin dosis pertama.

Sementara itu, penurunan kasus yang terjadi selama beberapa minggu terakhir telah meringankan beban Rumah Sakit. Satgas Covid-19 mencatat bahwa rata-rata tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) nasional telah turun ke angka 25,04 persen. “Dua minggu lalu angka BOR nasional masih di angka 40 an persen,” jelas Ketua Bidang Data Dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah.

Selain itu, Dewi mengatakan tidak ada lagi provinsi yang mencatatkan BOR di atas 60 persen. Tidak ada warna oren dan merah. Hanya ada kuning dengan hijau. Bahkan, 9 provinsi telah mencatatkan BOR kategori hijau yakni dibawah 20 persen keterisian.

Meski demikian, dengan kondisi yang terus membaik, ada resiko kelengahan yang salahs atunya berbentuk peningkatan mobilitas. Data dari Kemenko Maritim dan Investasi pada 30 Agustus lalu, indeks komposit penurunan mobilitas di Jawa Bali hanya terpaut 5 persen dibawah baseline atau tingkat aktivitas normal.

Beberapa gambar yang beredar di duna maya juga menunjukkan peningkatan mobilitas masyarakat ke tempat tempat wisata. Salah satunya di kawasan Puncak, Jawa Barat. Meski demikian, Marketing and Communication Department Head Jasamarga Metropolitan Tollroad Irra Susiyanti mengungkapkan sejauh ini belum ada peningkatan volume lalu lintas yang berarti di sepanjang ruas Jalan Tol Jagorawi. Ruas utama menuju ke daerah Puncak, Bogor. “Sejauh ini belum ada. Biasanya memang ramai ketika weekend,” jelas Irra.

Untuk membantu pemerintah menanggulangi penyebaran virus korona di Papua, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto kembali mengirim bantuan ke daerah paling timur Indonesia tersebut. Kemarin (1/9) Pesawat Hercules C-130 A-1331 terbang dari Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur menuju Papua.

Dari Lanud TNI AU Abdulrachman Saleh, pesawat yang take off pukul 06.00 kemarin itu akan singgah di Lanud TNI AU Hasanuddin, Lanud Pattimura, Lanud Yohanis Kapiyau, dan mengakhiri penerbangan di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Pesawat angkut milik Skadron Udara 32 itu membawa bantuan oksigen generator untuk masyarakat di Wamena.

Rencananya bantuan tersebut akan ditempatkan di RSUD Wamena. ”Untuk memenuhi pasokan oksigen medis dalam rangka penanganan dan pengendalian Covid-19,” terang  Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (KH) Edys Riyanto kepada awak media kemarin. Mabes TNI berharap bantuan tersebut berguna dan bermanfaat untuk masyarakat Wamena yang terkena serangan Covid-19.

Untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan tepat guna, Mabes TNI telah menugaskan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Mayjen TNI Jeffry A. Rahawarin bertolak ke Wamena dan menyerahkan langsung bantuan tersebut. ”Diserahkan kepada Bupati Jayawijaya John Richard Banua,” jelas Kolonel Edys.

Bantuan oksigen generator itu, lanjut dia, dikirim menyusul bantuan yang sudah diterbangkan ke Papua bulan lalu. perwira menengah TNI AL dengan tiga kembang di pundak itu merinci, Mabes TNI sudah mengirimkan bantuan alat kesehatan, tabung oksigen, oksigen konsentrator, masker medis, alat pelindung diri, dan perlengkapan untuk antigen test. Bantuan itu dikirim ke Papua dan Papua Barat.(jawapos)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru