alexametrics
29.4 C
Manado
Sabtu, 21 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Perusahaan Tambang Emas Peter Sondakh Raup Omset Rp3,3 Triliun

MANADOPOST.ID-Emiten tambang emas, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatatkan penurunan kinerja keuangan selama sembilan bulan pertama tahun ini.

Pendapatan dan laba perusahaan milik konglomerat Peter Sondakh ini turun di kuartal III 2021, meski masih optimistis menghadapi kuartal selanjutnya.

Dalam laporan keuangan Archi Indonesia, dikutip Senin 1 November, perusahaan melaporkan pendapatan konsolidasian lebih rendah 14 persen menjadi 236,5 juta dolar AS (sekitar Rp3,3 triliun), dibandingkan dengan 275,3 juta dolar AS pada periode yang sama tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh volume penjualan emas yang lebih rendah menjadi 127,8 kilo ons.

Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) lebih rendah 26 persen menjadi 123,8 juta dolar AS, sedangkan laba bersih juga lebih rendah 31 persen menjadi 57,3 juta dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Penurunan ini terutamanya disebabkan oleh kenaikan total biaya penambangan akibat dari kenaikan sementara rasio pengupasan tanah atau stripping ratio akibat dari pembukaan Pit Araren tahap 5,” jelas Direktur Utama ARCI, Kenneth Ronald Kennedy Crichton dalam keterangan tertulisnya dilansir dari voi.id.

“Meskipun dimulai dengan kinerja yang lambat pada tahun ini, perseroan berharap kinerja yang sangat baik pada kuartal keempat didukung oleh Pit Araren tahap 5 yang saat ini telah memasuki tahap produksi,” imbuh Crichton.

Adapun, secara umum, hasil kinerja sembilan bulan tahun ini dipengaruhi oleh perkembangan dari aktivitas penambangan dan pengupasan tanah (waste removal) di Pit Araren yang memiliki kadar emas tinggi.

“Namun, dengan Pit Araren tahap 5 telah memasuki tahap produksi, kami telah melihat adanya peningkatan kadar emas dari bijih emas selama kuartal ketiga, dan kami berada dalam posisi yang sangat baik untuk menghadapi kuartal keempat dimana sebagian besar bijih emas yang akan diproses untuk sisa tahun ini akan berasal dari Pit Araren berkadar tinggi ini,” imbuhnya.

Kemudian, di sisi eksplorasi, aktivitas pengeboran yang terus berlanjut di lokasi cadangan emas Bima-Arjuna menghasilkan potongan-potongan berkadar tinggi, namun membutuhkan pengeboran lebih lanjut pada tahun mendatang.

Lebih lanjut, tim ekplorasi ARCI juga telah melakukan ekplorasi Greenfield tahap pertama di dalam area-area yang memiliki prospek tinggi di Koridor Barat, yang berpotensi akan menambah cadangan emas ARCI pada tahun-tahun mendatang.

“Menjelang akhir tahun 2021, kami telah menyelesaikan pekerjaan pengembangan kami di Pit Araren, di mana tahap 5 telah memasuki produksi. Dengan kapasitas pabrik pengolahan yang telah dikembangkan serta peningkatan kapasitas armada pertambangan yang lebih besar, kami berkeyakinan untuk dapat mencatatkan kinerja yang lebih baik di tahun mendatang,” pungkasnya.(voi.id)

MANADOPOST.ID-Emiten tambang emas, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatatkan penurunan kinerja keuangan selama sembilan bulan pertama tahun ini.

Pendapatan dan laba perusahaan milik konglomerat Peter Sondakh ini turun di kuartal III 2021, meski masih optimistis menghadapi kuartal selanjutnya.

Dalam laporan keuangan Archi Indonesia, dikutip Senin 1 November, perusahaan melaporkan pendapatan konsolidasian lebih rendah 14 persen menjadi 236,5 juta dolar AS (sekitar Rp3,3 triliun), dibandingkan dengan 275,3 juta dolar AS pada periode yang sama tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh volume penjualan emas yang lebih rendah menjadi 127,8 kilo ons.

Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) lebih rendah 26 persen menjadi 123,8 juta dolar AS, sedangkan laba bersih juga lebih rendah 31 persen menjadi 57,3 juta dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Penurunan ini terutamanya disebabkan oleh kenaikan total biaya penambangan akibat dari kenaikan sementara rasio pengupasan tanah atau stripping ratio akibat dari pembukaan Pit Araren tahap 5,” jelas Direktur Utama ARCI, Kenneth Ronald Kennedy Crichton dalam keterangan tertulisnya dilansir dari voi.id.

“Meskipun dimulai dengan kinerja yang lambat pada tahun ini, perseroan berharap kinerja yang sangat baik pada kuartal keempat didukung oleh Pit Araren tahap 5 yang saat ini telah memasuki tahap produksi,” imbuh Crichton.

Adapun, secara umum, hasil kinerja sembilan bulan tahun ini dipengaruhi oleh perkembangan dari aktivitas penambangan dan pengupasan tanah (waste removal) di Pit Araren yang memiliki kadar emas tinggi.

“Namun, dengan Pit Araren tahap 5 telah memasuki tahap produksi, kami telah melihat adanya peningkatan kadar emas dari bijih emas selama kuartal ketiga, dan kami berada dalam posisi yang sangat baik untuk menghadapi kuartal keempat dimana sebagian besar bijih emas yang akan diproses untuk sisa tahun ini akan berasal dari Pit Araren berkadar tinggi ini,” imbuhnya.

Kemudian, di sisi eksplorasi, aktivitas pengeboran yang terus berlanjut di lokasi cadangan emas Bima-Arjuna menghasilkan potongan-potongan berkadar tinggi, namun membutuhkan pengeboran lebih lanjut pada tahun mendatang.

Lebih lanjut, tim ekplorasi ARCI juga telah melakukan ekplorasi Greenfield tahap pertama di dalam area-area yang memiliki prospek tinggi di Koridor Barat, yang berpotensi akan menambah cadangan emas ARCI pada tahun-tahun mendatang.

“Menjelang akhir tahun 2021, kami telah menyelesaikan pekerjaan pengembangan kami di Pit Araren, di mana tahap 5 telah memasuki produksi. Dengan kapasitas pabrik pengolahan yang telah dikembangkan serta peningkatan kapasitas armada pertambangan yang lebih besar, kami berkeyakinan untuk dapat mencatatkan kinerja yang lebih baik di tahun mendatang,” pungkasnya.(voi.id)

Most Read

Artikel Terbaru

/