25.7 C
Manado
Jumat, 12 Agustus 2022

Jenderal Dudung Sebut Tuhan bukan Orang Arab, LBH Pelita Umat Khawatir Berpotensi Penistaan Agama

MANADOPOST.ID— Saat menjadi pembicara di dalam podcast Deddy Corbuzier yang disiarkan di YouTube, Selasa (30/11), Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman menyebut soal Tuhan bukan orang Arab.

Jenderal Dudung mengaku biasa berdoa menggunakan bahasa Indonesia, karena Tuhan bukan orang Arab. Pernyataan Jenderal Dudung itu dikritisi Ketua LBH Pelita Umat Chandra Purna Irawan. Chandra dalam pendapat hukumnya, menilai dengan menyatakan Tuhan bukan orang Arab, berarti melabeli Tuhan sebagai orang, tetapi yang bukan berasal dari Arab.

“Dari kalimat tersebut, kemudian dapat menimbulkan pertanyaan, lantas Tuhan orang mana? Apakah orang Indonesia?” kata Chandra. Dia pun khawatir ucapan Jenderal Dudung dapat dianggap melecehkan Sang Pencipta yang jelas kedudukannya sebagai Tuhan, kemudian didegradasikan dengan disebut sebagai orang.

“Ucapan tersebut dikhawatirkan berpotensi menjadi penistaan agama,” kata ketua BPH Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia itu. Chandra juga berpendapat bahwa ucapan Tuhan bukan orang Arab juga dikhawatirkan berpotensi menimbulkan kebencian terhadap orang Arab atau SARA.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sementara, katanya, ucapan yang bernilai kebencian terhadap SARA dilarang oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis Jo Pasal 28 Ayat (2) UU ITE. Baca Juga: Viral Video Habib Bahar bersama Perempuan Berhijab yang Sedang Bernyanyi, Pengacara Buka Suara “Bahwa sudah sepatutnya seorang pejabat untuk menjaga pernyataan atau statement dan tindakannya di ruang publik. Agar tidak menimbulkan kegaduhan,” pungkasnya. (jpnn)

MANADOPOST.ID— Saat menjadi pembicara di dalam podcast Deddy Corbuzier yang disiarkan di YouTube, Selasa (30/11), Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman menyebut soal Tuhan bukan orang Arab.

Jenderal Dudung mengaku biasa berdoa menggunakan bahasa Indonesia, karena Tuhan bukan orang Arab. Pernyataan Jenderal Dudung itu dikritisi Ketua LBH Pelita Umat Chandra Purna Irawan. Chandra dalam pendapat hukumnya, menilai dengan menyatakan Tuhan bukan orang Arab, berarti melabeli Tuhan sebagai orang, tetapi yang bukan berasal dari Arab.

“Dari kalimat tersebut, kemudian dapat menimbulkan pertanyaan, lantas Tuhan orang mana? Apakah orang Indonesia?” kata Chandra. Dia pun khawatir ucapan Jenderal Dudung dapat dianggap melecehkan Sang Pencipta yang jelas kedudukannya sebagai Tuhan, kemudian didegradasikan dengan disebut sebagai orang.

“Ucapan tersebut dikhawatirkan berpotensi menjadi penistaan agama,” kata ketua BPH Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia itu. Chandra juga berpendapat bahwa ucapan Tuhan bukan orang Arab juga dikhawatirkan berpotensi menimbulkan kebencian terhadap orang Arab atau SARA.

Sementara, katanya, ucapan yang bernilai kebencian terhadap SARA dilarang oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis Jo Pasal 28 Ayat (2) UU ITE. Baca Juga: Viral Video Habib Bahar bersama Perempuan Berhijab yang Sedang Bernyanyi, Pengacara Buka Suara “Bahwa sudah sepatutnya seorang pejabat untuk menjaga pernyataan atau statement dan tindakannya di ruang publik. Agar tidak menimbulkan kegaduhan,” pungkasnya. (jpnn)

Most Read

Artikel Terbaru

/