28 C
Manado
Minggu, 16 Mei 2021
spot_img

Guru yang Dibunuh KKB Dapat Penghargaan, Istrinya Buat Permintaan Mulia

MANADOPOST.ID— Almarhum Oktovianus Rayo, guru honorer di SD Negeri Beoga, Puncak, yang ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua di dalam kiosnya, mendapat penghargaan Education Award 2021.

Wakapolda Papua Brigjen Eko menyerahkan penghargaan Education Award untuk dua guru korban penembakan KKB, Oktovianus Rayo dan Yonathan Renden, pada perayaan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei. (Foto: Muhsidin/Antara)

Penghargaan ini diberikan Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, sebagai apresiasi karena mengabdi untuk mencerdaskan anak bangsa di wilayah pedalaman Papua. Guru honorer yang juga korban penembakan KKB, Yonathan Renden, juga mendapat penghargaan yang sama.

Usai menerima penghargaan untuk suaminya, istri almarhum Oktovianus Rayo pun membuat permintaan mulia. Dia ingin menjadi guru seperti sang suami, untuk melanjutkan tugas mulia mengajar anak-anak Papua di daerah pedalaman.

Guru korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata, Oktovianus Rayo dan Yonatan Renden. (Foto: Istimewa)

Dia berharap, Dinas Pendidikan Provinsi Papua dapat memberikan surat keputusan pengangkatan guru kepada dirinya. ”Berharap pemerintah melalui Dinas Pendidikan bisa mengangkat istri almarhum Oktovianus Rayo dan Yonathan Renden menjadi guru,” kata perwakilan keluarga istri almarhum Oktovianus Rayo dan Yonathan Renden, seperti dilansir jawapos.com (grup manadopost.id) dari Antara.

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua Christian Sohilait menyambut baik keinginan istri almarhum Oktovianus Rayo dan Yonathan Renden untuk menjadi guru.

Ilustrasi KKB Papua (Jawa Pos)

”Kami akan tindaklanjuti keinginan istri guru korban penembakan KKB, ya butuh proses dan koordinasi dengan Pemkab Puncak, Pemerintah Provinsi Papua, dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek,” ujar Christian Sohilait.

Sementara itu, Sekprov Papua Yulian Dance Flassy, mengutuk penembakan tenaga guru yang menjadi korban KKB di Beoga, Kabupaten Puncak, belum lama ini. Dia berharap, kejadian itu tidak terulang lagi, karena dampak penembakan guru itu membuat proses belajar mengajar terganggu, mengingat kekurangan guru mengajar siswa di pedalaman Papua.

(ant/jpc)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru