33.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

ADA APA? Komnas HAM Tunda Pemeriksaan Tim Siber dan Balistik dari Polri

MANADOPOST.ID – Komnas HAM menunda pemeriksaan tim siber dan balisitik Puslabfor Polri terkait tewasnya Brigadir Joshua.

Jadwal pemeriksaan tersebut sebelumnya dijadwalkan hari ini, Rabu 3 Agustus 2022.

Pemeriksaan tim siber dan balisitik itu untuk mengumpulkan data-data terkait tewasnya Brigadir Joshua akibat baku tembak itu.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, penundaan tersebut dilakukan usai melakukan koordinasi dengan Polri.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Ia menyebutkan pihak Puslabfor Polri meminta agar proses pemeriksaan dijadwalkan ulang pada Jumat 5 Agustus 2022.

“Harusnya hari ini tapi kemudian tim siber minta diundur ke Jumat, karena belum selesai bahan-bahan mereka ya kita tunggu Jumat,” katanya kepada wartawan di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (3/8/2022).

Ia pun memastikan bahwa sampai saat ini tidak ada proses pemeriksaan lanjutan kasus penembakan Brigadir J.

“Hari ini enggak ada pemeriksaan, hari ini pendalaman dari bahan-bahan yang sudah kita terima,” jelasnya.

Taufan menegaskan untuk proses pemeriksaan lanjutan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Tim Khusus yang dibentuk oleh Kapolri.

“Jadi beberapa yang kita minta ada yang sudah bisa ada yang segera datang tapi ada juga yang masih disiapkan misalnya mereka nunda satu hari gitu,” tegasnya

Sebelumnya, Komnas HAM akan memanggil petinggi Pusat Laboratorium Forensik Polri pada Rabu (3/8/2022).

Komnas HAM ingin meminta keterangan dan pendalaman terkait uji balistik yang dilakukan Puslabfor Polri terkait kasus tewasnya Brigadir Joshua.

Hari Rabu kami minta Puslabfor yang menangani balistik datang ke Komnas HAM untuk meminta keterangan terkait balistik,” kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara saat konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Senin (1/8/2022).

Komnas HAM akan meminta keterangan terkait penggunaan senjata yang diduga digunakan untuk menembak dan menewaskan Brigadir Joshua.

“Jadi terkait peluru, penggunaan senjata, kira kira seputaran itu,” papar Beka.

Komisioner Komnas HAM M Choirul Anam menambahkan, permintaan keterangan terkait balistik juga untuk membuktikan siapa yang mengoperasikan senjata api tersebut.

“Ini (uji balistik) memang untuk melihat, ini senjata siapa, peluru karakter apa, dan sebagainya. Ini terkait penggunaan senjata,” kata Anam.(muf/pojoksatu)

MANADOPOST.ID – Komnas HAM menunda pemeriksaan tim siber dan balisitik Puslabfor Polri terkait tewasnya Brigadir Joshua.

Jadwal pemeriksaan tersebut sebelumnya dijadwalkan hari ini, Rabu 3 Agustus 2022.

Pemeriksaan tim siber dan balisitik itu untuk mengumpulkan data-data terkait tewasnya Brigadir Joshua akibat baku tembak itu.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, penundaan tersebut dilakukan usai melakukan koordinasi dengan Polri.

Ia menyebutkan pihak Puslabfor Polri meminta agar proses pemeriksaan dijadwalkan ulang pada Jumat 5 Agustus 2022.

“Harusnya hari ini tapi kemudian tim siber minta diundur ke Jumat, karena belum selesai bahan-bahan mereka ya kita tunggu Jumat,” katanya kepada wartawan di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (3/8/2022).

Ia pun memastikan bahwa sampai saat ini tidak ada proses pemeriksaan lanjutan kasus penembakan Brigadir J.

“Hari ini enggak ada pemeriksaan, hari ini pendalaman dari bahan-bahan yang sudah kita terima,” jelasnya.

Taufan menegaskan untuk proses pemeriksaan lanjutan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Tim Khusus yang dibentuk oleh Kapolri.

“Jadi beberapa yang kita minta ada yang sudah bisa ada yang segera datang tapi ada juga yang masih disiapkan misalnya mereka nunda satu hari gitu,” tegasnya

Sebelumnya, Komnas HAM akan memanggil petinggi Pusat Laboratorium Forensik Polri pada Rabu (3/8/2022).

Komnas HAM ingin meminta keterangan dan pendalaman terkait uji balistik yang dilakukan Puslabfor Polri terkait kasus tewasnya Brigadir Joshua.

Hari Rabu kami minta Puslabfor yang menangani balistik datang ke Komnas HAM untuk meminta keterangan terkait balistik,” kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara saat konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Senin (1/8/2022).

Komnas HAM akan meminta keterangan terkait penggunaan senjata yang diduga digunakan untuk menembak dan menewaskan Brigadir Joshua.

“Jadi terkait peluru, penggunaan senjata, kira kira seputaran itu,” papar Beka.

Komisioner Komnas HAM M Choirul Anam menambahkan, permintaan keterangan terkait balistik juga untuk membuktikan siapa yang mengoperasikan senjata api tersebut.

“Ini (uji balistik) memang untuk melihat, ini senjata siapa, peluru karakter apa, dan sebagainya. Ini terkait penggunaan senjata,” kata Anam.(muf/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/