23.6 C
Manado
Rabu, 17 Agustus 2022

Jokowi Singgung Polri Tangkap Warga yang Kritik Pemerintah, “Saya Dihina Sudah Biasa”

MANADOPOST.ID – Polri mendapat sentilan dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Jokowi meminta kepolisian tidak asal menindak masyarakat yang mengkritik kinerja pemerintah. Jokowi khawatir tindakan polisi tersebut membuat indeks kebebasan berekspresi turun.

Dilansir dari CNN Indonesia, menurut Jokowi, polisi memang harus tegas dalam menindak siapa pun yang terbukti melanggar hukum atau melakukan kejahatan. Namun, ia menekankan agar polisi tidak mudah menangkap orang karena mengkritik pemerintah.

Jokowi meminta Listyo memberitahu jajarannya di tingkat polsek untuk tidak terlalu mengurusi masalah mural. Menurutnya, mural bernada kritik itu masalah kecil. Ia bahkan tak masalah dirinya kerap mendapat fitnah dan makian.

“Urusan mural aja ngapain sih? Wong saya dihina, saya dimaki-maki, difitnah udah biasa. Ada mural aja takut. Ngapain?” ujar Jokowi dalam arahannya kepada Kepala Kesatuan Wilayah Polri dan TNI di Bali, Jumat (3/12/2021).

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Baca ini hati-hati. Ini kebebasan berpendapat, tapi kalau menyebabkan ketertiban masyarakat di daerah menjadi terganggu, beda soal,” katanya menambahkan.

Jokowi mencontohkan respons polisi yang berlebihan terhadap mural berisi kritik dirinya. Ia mengaku heran dengan tindakan tersebut.

“Sekali lagi ini persepsi. Dikit-dikit ditangkap. Oleh sebab itu pendekatan harus persuasif dan dialogis. Persuasif dan dialog,” kata Jokowi.

Mantan wali kota Solo itu meyakini Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tak mungkin memerintahkan untuk menghapus mural ataupun memproses hukum yang membuat mural tersebut.

“Contoh kecil-kecil saja. Mural dihapus. Saya tahu enggak mungkin itu perintahnya Kapolri, enggak mungkin. Perintahnya kapolda juga enggak mungkin. Perintahnya kapolres juga enggak mungkin,” ujarnya.

MANADOPOST.ID – Polri mendapat sentilan dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Jokowi meminta kepolisian tidak asal menindak masyarakat yang mengkritik kinerja pemerintah. Jokowi khawatir tindakan polisi tersebut membuat indeks kebebasan berekspresi turun.

Dilansir dari CNN Indonesia, menurut Jokowi, polisi memang harus tegas dalam menindak siapa pun yang terbukti melanggar hukum atau melakukan kejahatan. Namun, ia menekankan agar polisi tidak mudah menangkap orang karena mengkritik pemerintah.

Jokowi meminta Listyo memberitahu jajarannya di tingkat polsek untuk tidak terlalu mengurusi masalah mural. Menurutnya, mural bernada kritik itu masalah kecil. Ia bahkan tak masalah dirinya kerap mendapat fitnah dan makian.

“Urusan mural aja ngapain sih? Wong saya dihina, saya dimaki-maki, difitnah udah biasa. Ada mural aja takut. Ngapain?” ujar Jokowi dalam arahannya kepada Kepala Kesatuan Wilayah Polri dan TNI di Bali, Jumat (3/12/2021).

“Baca ini hati-hati. Ini kebebasan berpendapat, tapi kalau menyebabkan ketertiban masyarakat di daerah menjadi terganggu, beda soal,” katanya menambahkan.

Jokowi mencontohkan respons polisi yang berlebihan terhadap mural berisi kritik dirinya. Ia mengaku heran dengan tindakan tersebut.

“Sekali lagi ini persepsi. Dikit-dikit ditangkap. Oleh sebab itu pendekatan harus persuasif dan dialogis. Persuasif dan dialog,” kata Jokowi.

Mantan wali kota Solo itu meyakini Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tak mungkin memerintahkan untuk menghapus mural ataupun memproses hukum yang membuat mural tersebut.

“Contoh kecil-kecil saja. Mural dihapus. Saya tahu enggak mungkin itu perintahnya Kapolri, enggak mungkin. Perintahnya kapolda juga enggak mungkin. Perintahnya kapolres juga enggak mungkin,” ujarnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/