alexametrics
25.4 C
Manado
Sabtu, 28 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Soal Penundaan Pemilu 2024, Novel PA 212: Rezim Rakus, Konstitusi Diperkosa

MANADOPOST.ID-Wasekjen Persaudaraan Alumin (PA) 212 Novel Bamukmin ikut mengomentari wacana penundaan Pemilu 2024 yang disuarakan sejumlah petinggi partai politik.

 

Novel menilai penundaan Pemilu 2024 hingga jabatan presiden Jokowi menjadi tiga periode merupakan bukti ambisinya rezim ini terhadap kekuasaan.

 

“Ini ambisi yang rakus luar biasa dengan menghalalkan segala cara,” kata Novel dihubungi PojokSatu.id, Jumat (4/3/2022).

 

Karena itu, Novel memastikan pihaknya akan selalu menentang atau melawan bila nantinya penundaan Pemilu 2024 dan jabatan 3 periode presiden itu terwujud.

 

Namun, Novel belum membeberkan bentuk perlawanan yang dimaksud. “Konstitusi pun diperkosa agar rezim ini menambah kekuasaanya. (Kita akan lawan) Jika perpanjangan jabatan sampai 3 tahun bahkan sampai 3 periode,” ujarnya.

 

Sebelumnya, PDI Perjuangan sebagai pengusung utama Jokowi bahkan sampai dua kali membuat pernyataan resmi menolak penundaan Pemilu 2024. Selain itu, para kader dan politikus PDIP juga lantang menyuarakan sikap yang sama.

 

Terbaru, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan disebut-sebut sebagai aktor di balik wacana penundaan Pemilu 2024.

 

Itu sebagaimana dalam pemberitaan berjudul “Tangan Pemerintah di Balik Desain Tunda Pemilu 2024” oleh CNNIndonesia.com.

 

Dalam pemberitaan itu, disebutkan empat petinggi Partai Amanat Nasional (PAN) diundang ke rumah dinas Luhut pada 13 Februari 2022.

 

Disebutkan pula, pertemuan itu membicarakan penundaan Pemilu 2024 atas arahan seorang menko di Kabinet Indonesia Maju. Selanjutnya, PAN diminta untuk menyampaikan penundaan Pemilu 2024 ke publik dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemenangan Pemilu yang digelar 15 Februari lalu. (fir/pojoksatu)

MANADOPOST.ID-Wasekjen Persaudaraan Alumin (PA) 212 Novel Bamukmin ikut mengomentari wacana penundaan Pemilu 2024 yang disuarakan sejumlah petinggi partai politik.

 

Novel menilai penundaan Pemilu 2024 hingga jabatan presiden Jokowi menjadi tiga periode merupakan bukti ambisinya rezim ini terhadap kekuasaan.

 

“Ini ambisi yang rakus luar biasa dengan menghalalkan segala cara,” kata Novel dihubungi PojokSatu.id, Jumat (4/3/2022).

 

Karena itu, Novel memastikan pihaknya akan selalu menentang atau melawan bila nantinya penundaan Pemilu 2024 dan jabatan 3 periode presiden itu terwujud.

 

Namun, Novel belum membeberkan bentuk perlawanan yang dimaksud. “Konstitusi pun diperkosa agar rezim ini menambah kekuasaanya. (Kita akan lawan) Jika perpanjangan jabatan sampai 3 tahun bahkan sampai 3 periode,” ujarnya.

 

Sebelumnya, PDI Perjuangan sebagai pengusung utama Jokowi bahkan sampai dua kali membuat pernyataan resmi menolak penundaan Pemilu 2024. Selain itu, para kader dan politikus PDIP juga lantang menyuarakan sikap yang sama.

 

Terbaru, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan disebut-sebut sebagai aktor di balik wacana penundaan Pemilu 2024.

 

Itu sebagaimana dalam pemberitaan berjudul “Tangan Pemerintah di Balik Desain Tunda Pemilu 2024” oleh CNNIndonesia.com.

 

Dalam pemberitaan itu, disebutkan empat petinggi Partai Amanat Nasional (PAN) diundang ke rumah dinas Luhut pada 13 Februari 2022.

 

Disebutkan pula, pertemuan itu membicarakan penundaan Pemilu 2024 atas arahan seorang menko di Kabinet Indonesia Maju. Selanjutnya, PAN diminta untuk menyampaikan penundaan Pemilu 2024 ke publik dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemenangan Pemilu yang digelar 15 Februari lalu. (fir/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/