31.4 C
Manado
Minggu, 14 Agustus 2022

Gempa Bumi Tektonik Terjadi di Maluku

MANADOPOS.ID-Wilayah Maluku Utara diguncang gempa tektonik, Jumat (04/06/21) J pukul 20.45.18 WIB. Hasil info pendahuluan BMKG menunjukkan gempa bumi ini berkekuatan M=5,4. yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,3. Episenter gemp abumi terletak pada koordinat 0,36 LU dan 126,29 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 130 km arah Barat Kota Ternate, Maluku Utara pada kedalaman 38 Km. Gempa ini merupakan rangkaian gempa bumi susulan dari gempa M=6,1 tanggal 03 Juni 2021.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno MSi mengatakan, jenis dan mekanisme gempa bumi dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya. “Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi batuan di lempeng laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumbe. menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik,” ungkapnya.

Menurut dia, guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah daerah Ternate II – III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). “Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ungkapnya.

Selain kata BMKG, terjadi gempa bumi susulan dari M=6,1 sebanyak 36 kali gempa, dengan rentang magnitudo terbesar 5,3 dan terkecil 2,7. (ite)

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

 

MANADOPOS.ID-Wilayah Maluku Utara diguncang gempa tektonik, Jumat (04/06/21) J pukul 20.45.18 WIB. Hasil info pendahuluan BMKG menunjukkan gempa bumi ini berkekuatan M=5,4. yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,3. Episenter gemp abumi terletak pada koordinat 0,36 LU dan 126,29 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 130 km arah Barat Kota Ternate, Maluku Utara pada kedalaman 38 Km. Gempa ini merupakan rangkaian gempa bumi susulan dari gempa M=6,1 tanggal 03 Juni 2021.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno MSi mengatakan, jenis dan mekanisme gempa bumi dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya. “Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi batuan di lempeng laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumbe. menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik,” ungkapnya.

Menurut dia, guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah daerah Ternate II – III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). “Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ungkapnya.

Selain kata BMKG, terjadi gempa bumi susulan dari M=6,1 sebanyak 36 kali gempa, dengan rentang magnitudo terbesar 5,3 dan terkecil 2,7. (ite)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/