23.4 C
Manado
Minggu, 14 Agustus 2022

KRI Nanggala 402 Selalu Dikenang, Ini yang Dibangun TNI AL

MANADOPOST.ID- 21 April yang lalu peristiwa KRI Nanggala 402 tidak akan bisa dilupakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. TNI Angkatan Laut (AL), membangun sebuah monumen bersejarah.

Monumen yang dibangun di Surabaya itu adalah Monumen Kapal Selam. Tujuannya adalah agar peristiwa hilangnya KRI Nanggala 402 selalu dikenang oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono meletakkan batu pertama pada Kamis (3/6), sebagai penanda akan dibangunnya monumen tersebut dengan lahan seluas 842,5 meter persegi di Koarmada II Surabaya.

“Besarnya satu banding satu. Di dalamnya berisi sejarah pembangunan dan juga para syuhada atau pahlawan yang gugur bersama KRI Nanggala 21 April lalu,” jelas Yudo dilansir dari JawaPos.com, Kamis (3/6).

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Menurut Yudo, monumen tersebut rencananya akan dibuka untuk umum agar supaya masyarakat Indonesia bisa mengenang gugurnya para pahlawan KRI Nanggala 402.

“Kami berharap monumen ini menjadi pengingat pengabdian KRI Nanggala 402. Masyarakat bisa tahu sejarah kapal selam dan untuk mengenang. Apalagi juga ada monumen Jalasveva Jayamahe. Sambil ke sana bisa menengok ke sini,” jelas Yudo.

Monumen Kapal Selam ini akan dibangun di dekat pangkalan Kapal Selam. Tujuannya agar mendekatkan TNI AL dengan masyarakat. “Sudah ada sejarahnya. Jadi masyarakat sudah paham,” tutupnya. (ctr-04)

MANADOPOST.ID- 21 April yang lalu peristiwa KRI Nanggala 402 tidak akan bisa dilupakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. TNI Angkatan Laut (AL), membangun sebuah monumen bersejarah.

Monumen yang dibangun di Surabaya itu adalah Monumen Kapal Selam. Tujuannya adalah agar peristiwa hilangnya KRI Nanggala 402 selalu dikenang oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono meletakkan batu pertama pada Kamis (3/6), sebagai penanda akan dibangunnya monumen tersebut dengan lahan seluas 842,5 meter persegi di Koarmada II Surabaya.

“Besarnya satu banding satu. Di dalamnya berisi sejarah pembangunan dan juga para syuhada atau pahlawan yang gugur bersama KRI Nanggala 21 April lalu,” jelas Yudo dilansir dari JawaPos.com, Kamis (3/6).

Menurut Yudo, monumen tersebut rencananya akan dibuka untuk umum agar supaya masyarakat Indonesia bisa mengenang gugurnya para pahlawan KRI Nanggala 402.

“Kami berharap monumen ini menjadi pengingat pengabdian KRI Nanggala 402. Masyarakat bisa tahu sejarah kapal selam dan untuk mengenang. Apalagi juga ada monumen Jalasveva Jayamahe. Sambil ke sana bisa menengok ke sini,” jelas Yudo.

Monumen Kapal Selam ini akan dibangun di dekat pangkalan Kapal Selam. Tujuannya agar mendekatkan TNI AL dengan masyarakat. “Sudah ada sejarahnya. Jadi masyarakat sudah paham,” tutupnya. (ctr-04)

Most Read

Artikel Terbaru

/