31.4 C
Manado
Jumat, 30 Juli 2021

Indonesia Dapat Bantuan Vaksin Moderna dari Amerika

MANADOPOST.ID- Vaksin Moderna kini bisa masuk dan digunakan di Indonesia. Sebab, BPOM telah memberikan izin emergency use authorization (EUA) untuk vaksin tersebut.

Kepala BPOM Penny Lukito menjelaskan, Moderna adalah vaksin pertama dengan teknologi mRNA yang mendapatkan EUA dari BPOM. Vaksin tersebut didapatkan dari skema COVAX Facility jalur multilateral dan diproduksi Moderna Incorporated. ”Vaksin akan masuk melalui jalur bilateral bantuan dari Amerika Serikat, disalurkan melalui multilateral COVAX Facility,” jelas Penny.

Menurut dia, Moderna telah lolos uji klinis dengan indikasi penggunaan berupa imunisasi untuk mencegah Covid-19 pada orang dengan kelompok usia 18 tahun ke atas. ”Diberikan dengan injeksi intramuskuler dosis 0,5 mg dengan 2 kali penyuntikan dengan rentang waktu 1 bulan,” bebernya.

Kejadian ikutan yang paling sering adalah nyeri, kelelahan, sakit kepala, dan nyeri otot sendi. Kejadian ikutan tersebut umumnya muncul setelah penyuntikan kedua. Profil keamanan vaksin menunjukkan pada usia dewasa di bawah 65 tahun mirip dengan di atas 65 tahun. ”Sehingga bisa diberikan pada lansia juga,” jelas Penny.

Vaksin itu juga diketahui memicu peningkatan antibodi dan netralisasi. Namun, efeknya lebih rendah pada kelompok usia lansia daripada usia dewasa. Data efikasi dari uji klinis tahap III menunjukkan tingkat efikasi sebesar 94,1 persen pada kelompok usia 18–65 tahun. Kemudian, 86,4 persen pada usia di atas 65 tahun. Vaksin tersebut juga memberi profil keamanan efikasi serupa pada kelompok umur populasi dengan komorbid. ”Berdasar uji klinis fase 3, vaksin bisa diberikan pada penderita komorbid seperti paru kronis, jantung, obesitas berat, diabetes liver hati, dan HIV,” jelas Penny.

Terpisah, Sekjen Perkumpulan Obstetri Ginekolog Indonesia (POGI) Prof Dr dr Budi Wiweko SpOG(K) menegaskan bahwa ibu hamil bisa mengikuti vaksinasi. Hal itu penting untuk melindungi janin hingga tenaga kesehatan. ”Vaksinasi ibu hamil apakah memberi kekebalan pada janin? Iya,’’ ujarnya. Dia melanjutkan, antibodi yang dihasilkan ibu dapat ditransmisikan kepada janin melalui plasenta. Sehingga, vaksin yang diterima ibu akan turut melindungi janin.

Atas dasar itu, POGI merekomendasikan pemberian vaksin bagi ibu hamil. Paling lambat pemberian vaksin pada usia kehamilan 33 minggu. ”Kami merekomendasikan vaksin itu di atas 12 minggu untuk menghindari risiko terhadap pembentukan organ janinnya,’’ jelasnya.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ibu hamil termasuk golongan rentan Covid-19. WHO menggarisbawahi yang paling rentan adalah ibu hamil yang umurnya di atas 35 tahun, yang indeks massa tubuhnya besar, yang memiliki komorbid, diabetes, dan hipertensi. WHO juga tak merekomendasikan untuk menunda kehamilan atau melakukan terminasi kehamilan sebelum vaksin.

Budi mengatakan, Sinovac juga dipastikan aman bagi ibu hamil. Dia menyebut telah berdiskusi dengan ITAGI maupun BPOM terkait hal itu. (jawapos)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru