alexametrics
24.4 C
Manado
Selasa, 21 September 2021
spot_img

Tinjau Isoter Terapung KM Tidar, Ini yang Disampaikan Menko Airlangga

MANADOPOST.ID— Isolasi Terpusat (Isoter) Terapung yang diinisiasi oleh Pemerintah merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah dalam penanganan pasien Covid-19 guna menekan tingkat kasus aktif dan laju penyebaran Covid-19.

Isoter Terapung telah disiapkan Pemerintah sebanyak 5 kapal dan ditempatkan di lima pelabuhan berbeda yakni di Pelabuhan Bitung, Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Jayapura, dan Pelabuhan Sorong.

Setelah sehari sebelumnya meninjau Isoter Terapung KM Sirimau yang beroperasi di Pelabuhan Sorong, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga merupakan Ketua Komisi Penanganan Covid-19 (KPC-PEN) melakukan peninjauan langsung pelaksanaan Isoter Terapung di KM Tidar yang bersandar di Pelabuhan Jayapura pada Sabtu (4/9).

“Tujuan adanya Isoter Terapung ini salah satunya untuk mengurangi klaster rumah, jadi banyak pasien yang ditarik dari Isoman ke Isoter,” jelas Menko Airlangga.

KM Tidar yang dioperasikan sebagai Isoter Terapung ini dapat memuat sampai dengan 929 tempat tidur bagi pasien Covid-19. Tercatat pada 4 September 2021, jumlah pasien yang dirawat di KM Tidar hanya tinggal 17 orang.

“Sudah berapa lama dirawat di sini (KM Tidar)? Bagaimana kondisi sekarang? Bagaimana makan dan tidurnya, aman?” tanya Menko Airlangga saat berdialog dalam jarak yang aman dengan pasien yang tengah dirawat.

Untuk merawat pasien Covid-19 di Isoter Terapung tersebut, KM Tidar didukung dengan 29 orang tenaga kesehatan (nakes) yang terdiri dari 6 dokter, 12 perawat, 1 ahli gizi, 2 apoteker, 4 relawan, dan 4 petugas analisis.

Selanjutnya, Menko Airlangga juga tak lupa untuk menyemangati para nakes dan ABK yang sedang bertugas. “Kepada nakes dan ABK, kita ucapkan terima kasih, luar biasa! Kita ucapkan juga selamat bertugas. Semoga kasus lekas turun jadi semuanya bisa beraktivitas normal kembali. Tapi kalian masih akan bertugas sampai PON selesai ya,” tutur Menko Airlangga.

Sejak Dinas Kesehatan Kota Jayapura meminta bantuan kapal Isoter Terapung ke Kementerian Perhubungan pada 6 Agustus, KM Tidar tiba dan bersandar di Pelabuhan Jayapura pada 14 Agustus serta resmi diluncurkan sebagai Isoter Terapung oleh Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano pada 21 Agustus lalu. Penggunaan KM Tidar sebagai lokasi isoter di Kota Jayapura akan berlanjut hingga PON XX selesai di pertengahan Oktober 2021 mendatang.

Di Pelabuhan Jayapura, Menko Airlangga juga mengunjungi lokasi pelaksanaan vaksinasi dan berbincang dengan salah satu penerima vaksin. “Ini vaksin dosis keberapa Kaka? Tidak terasa kan Kaka, jadi tidak boleh tegang. Selamat ya,” ucapnya kepada warga tersebut.

Pada 2 September tercatat capaian vaksinasi di Provinsi Papua untuk dosis pertama yakni sebanyak 465.624 (18,03%), dan dosis kedua sebanyak 301.235 (11,66%). Sasaran vaksinasi di provinsi sebanyak 2.583.771 yang diperuntukkan bagi nakes, petugas publik, masyarakat rentan dan umum, serta untuk remaja berusia 12-17 tahun.

“Targetnya Jayapura, Mimika, dan Merauke, proses vaksinasinya bisa 100% yang dosis 1 (sebelum PON dimulai), dan dosis 2 menyesuaikan. Untuk penonton PON terbatas dan hanya yang sudah divaksin (yang boleh). Jadi ini harus didorong kepada masyarakat untuk siap divaksin,” pungkasnya.

Kegiatan peninjauan oleh Menko Perekonomian ini juga diikuti dengan penyerahan bantuan berupa obat-obatan, masker, dan sabun kepada Wali Kota Jayapura.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Perindustrian, Juru Bicara Satgas Covid-19, Anggota DPR RI, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang, serta Deputi Bidang Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM, Wali Kota Jayapura, Direktur Utama PT PELNI, Danrem 172/PWY, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura.(*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru