26.6 C
Manado
Jumat, 30 Oktober 2020

Politik Uang Semakin Rawan, ICW Suarakan Lagi Penundaan Pilkada

JAKARTA– Pilkada serentak terus bergulir meski gelombang kritik tidak berhenti muncul. Terbaru, Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyampaikan kritik kepada pemerintah dan penyelenggara pilkada. Mereka menilai pemilu di tengah pandemi virus korona tidak hanya berpotensi jadi ancaman keselamatan masyarakat. Melainkan turut membuka peluang terjadinya kecurangan.

Peneliti ICW Egi Primayogha menyampaikan, kecurangan pemilu yang paling rawan terjadi dalam pilkada serentak tahun ini adalah politik uang. Menurut dia, kecurangan itu nyaris selalu terjadi dalam setiap helatan pilkada serentak. Apalagi saat pandemi seperti saat ini. ”Praktik-praktik politik uang ditengarai akan semakin marak di tengah kondisi pandemi,” ungkap pria yang biasa dipanggil Egi itu.

Menurut dia, di tengah kondisi yang serba sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup, sangat terbuka terjadinya politik uang. ”Dapat dimanfaatkan oleh para kandidat untuk melakukan praktik vote buying,” terang dia. Kemungkinan itu kian besar peluangnya lantaran ICW mendapat informasi bantuan sosial dari pemerintah tidak selalu lancar. ”Politisasi bantuan sosial untuk kepentingan pilkada juga akan marak,” tambahnya.

Secara khusus, Egi menyatakan, politisasi bantuan sosial paling mungkin dilakukan oleh petahana. Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa pandemi yang memaksa masyarakat lebih banyak tinggal di rumah juga bisa menjadi jalan bagi pihak-pihak yang sudah punya niat berbuat curang. Sebabnya, dia menilai akan banyak masyarakat berpartisipasi ikut menyumbang suara saat pilkada memasuki tahap pencoblosan nanti.

Secara langsung, itu bisa menyebabkan turunnya partisipasi masyarakat. ”Renahnya partisipasi masyarakat akan menurunkan kualitas dari pilkada itu, sekaligus mencerminkan terdapat permasalahan di balik prosesnya,” terang dia. Untuk itu, ICW turut mendorong supaya pelaksanaan pilkada serentak ditunda. Tahapan yang sudah bergulir diteruskan saat kondisi pagebluk terkendali.

Jika terus memaksakan, ICW khawatir masyarakat yang menjadi korban. Sebab, protokol kesehatan yang sudah tetapkan pun masih banyak dilanggar oleh peserta pilkada. ”Proses kampanye misalnya, jelas akan melibatkan banyak orang. Lebih lagi KPU mengizinkan digelarnya konser untuk kampanye pilkada,” beber Egi. Menurut dia, kondisi itu menunjukkan penyelenggaraan pilkada yang masih dilanjutkan harus dievaluasi.

Tidak hanya itu, pemerintah harus mengambil sikap yang lebih tegas. ”Keputusan untuk tetap melaksanakan Pilkada juga menjadi janggal apabila melihat pemilihan kepala desa yang diputuskan untuk ditunda dengan alasan keselamatan warga, sementara pilkada tetap dijalankan,” terang dia. Dengan fakta tersebut, masih kata Egi, tidak heran bila banyak pihak menilai pilkada serentak harus ditunda.

Apalagi bila melihat instrumen hukum yang tersedia. Egi menyebut, pasal 201 A ayat 3 perppu nomor 2 tahun 2020 sudah menegaskan. ”Bahwa Pilkada dapat ditunda dan dijadwalkan kembali apabila pandemi Covid-19 belum berakhir,” imbuhnya. Dengan jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 yang terus naik, bahkan angkanya sudah menyentuh 295.499, ICW menilai, itu sudah menunjukkan bahwa situasi pandemi belum terkendali. (syn/jpg)

-

Artikel Terbaru

Limpahkan Kasus ASN `Nakal` ke KASN

MANADOPOST.ID---Kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN Kotamobagu berinisial SA, segera dilimpahkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Bocah 7 Tahun Asal Mitra Ditetapkan Kasus Suspek

MANADOPOST.ID—Bocah laki-laki 7 Tahun asal Kecamatan Tombatu Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) ditetapkan kasus suspek terbaru, berdasarkan data Satgas Covid-19 Mitra, Kamis (29/10) kemarin.

Polres Minsel Ciduk Lima Tersangka Togel

MANADOPOST.ID—Tim Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal Polres Minahasa Selatan (Minsel), mengamankan lima tersangka kasus judi togel yang beroperasi di Kecamatan Tumpaan dan Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minsel.

Pantai Malalayang Jadi TPS Sementara

MANADOPOST.ID---Kelurahan Malalayang Satu dijadikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara. Pantauan Manado Post, sampah dari semua kelurahan di Kecamatan Malalayang di buang

Terangi Empat Desa di Morowali Utara, PLN Ukir Sejarah di 75 Tahun Indonesia Merdeka

MANADOPOST.ID – PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Sulawesi Tengah kembali berhasil melistriki desa