32 C
Manado
Sabtu, 31 Oktober 2020

Remdesivir Bukan Obat Baru, Dahulu untuk SARS, MERS, dan Ebola

JAKARTA- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah memberikan izin kepada PT Kalbe Farma untuk mengedarkan obat Remdesivir. Obat tersebut diklaim sebagai obat menangani pasien Covid-19.

Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Masteria Yunovilsa Putra menjelaskan Remdesivir itu bukan obat baru. Remdesivir juga bukan sebuah obat yang dimulai dengan riset dari nol untuk membunuh virus SARS-CoV-2 pemicu wabah Covid-19.

“Obat ini bukan jenis baru. Dulu digunakan untuk Ebola, SARS, dan MERS,” katanya kemarin (2/10). Meskipun begitu Masteria mengatakan Remdesivir sudah disetujui oleh FDA (Food and Drug Administration) Amerika untuk emergency authorization. Sepengetahuannya obat Remdesivir digunakan untuk pasien Covid-19 dengan gejala sedang sampai berat.

Dia menjelaskan dari sejumlah paper yang mengulas soal uji in Vitro Remdesivir, memang menunjukkan hasil yang signifikan untuk menghambat pertumbuhan virus SARS-CoV-2. Tetapi dia mengatakan di beberapa negara penggunaan Remdesivir masih sebatas untuk kondisi darurat.

Beredar kabar obat Remdesivir itu nantinya dijual seharga Rp 3 juta/dosis. Masteria tidak bisa berkomentar banyak soal harga obat itu. “Tapi memang karena (obat, Red) ini impor, pasti akan mahal,” jelasnya.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengkonfirmasi bahwa PT Kalbe Farma Tbk sudah mendapatkan izin BPOM untuk memasarkan obat Covid-19 jenis Remdesivir di Indonesia dengan merk jual Covifor. Kalbe Farma bertindak sebagai distributor dari produk yang diproduksi oleh perusahaan asal India yakni Hetero dan diimpor ke Indonesia lewat anak perusahaan yaitu PT Amarox Pharma Global.

Vidjongtius menjelaskan lebih lanjut bahwa perjanjian kerjasama pemasaran dan distribusi sudah ditandatangani kedua belah pihak pada 28 September 2020 dan obat dipasarkan mulai Oktober. Akan tetapi pihak Kalbe Farma menegaskan bahwa obat tidak dijual secara bebas, melainkan langsung didistribusikan ke rumah sakit. ”Sesuai dengan izin dan ketentuan BPOM bahwa obat hanya untuk penggunaan emergency atau disebut emergency use authorization. Pemakaian obat tersebut harus dikonsultasikan di rumah sakit,” ujar Vidjongtius, saat dihubungi Jawa Pos, kemarin.

Mengenai harga, Vidjongtius menegaskan bahwa banderol Covifor memang relatif cukup tinggi yakni Rp 3 juta per dosis. Harga yang mahal itu disebut Vidjongtius karena faktor skala volume yang masih kecil. ”Produk Covifor saat ini masih diimpor dan faktor harga selalu berbanding lurus dengan jumlah unit atau volume yang ada. Kalbe memperkirakan dan terus berupaya setelah skala volume bertambah maka harga tersebut bisa lebih rendah lagi,” tegasnya.

Vidjongtius menambahkan bahwa pihak Kalbe Farma saat ini terus melakukan kalkulasi volume yang bisa dipasarkan dengan mempertimbangkan kebutuhan pasien Covid-19 di Indonesia. Kalbe Farma melakukan konsolidasi dengan pihak terkait untuk jumlah pengadaan selanjutnya. ”Diperkirakan, untuk tahap pertama pendistribusian obat ini sebanyak 50 ribu unit. Jadi memang ini hal yang tidak gampang. Dalam waktu yang singkat kami akan hitung,” pungkas Vidjongtius. (wan/agf/jpg)

-

Artikel Terbaru

152 CPNS Bolsel Gagal

MANADOPOST.ID---Usai melalui proses yang panjang,  akhirnya hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)  Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Bolsel diumumkan.

Bendungan Kuwil Capai 75 Persen, Selesai Pertengahan 2021

MANADOPOST.ID—Salah satu bendungan yang bakal memberikan efek positif masyarakat Sulut khususnya Kota Manado selesai tahun depan.  Hal itu disampaikan Gubernur berstatus cuti Olly Dondokambey, kepada para pakar intelektual Sulut di Hotel Grand Puri Manado.

Wabup Sangihe: Olly-Steven Lanjutkan Periode Kedua

MANADOPOST.ID—Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Helmud Hontong menyampaikan dukungan terbuka kepada pasangan Olly Dondokambey-Steven Kandouw pada Pilkada 9 Desember 2020.

Kawanua Prediksi Donald Trump Menang Lagi

MANADOPOST.ID—Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS), ikut mendapat perhatian warga Sulawesi Utara (Sulut), yang saat ini bermukim di negeri Paman Sam.

KPK Bisa Ambil Alih Kasus

MANADOPOST.ID—Kasus-kasus yang mandek di lingkungan Polri dan Kejaksaan bisa diambil alih oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.