26.4 C
Manado
Sabtu, 2 Juli 2022

Amankan Perintah Presiden, Menkeu Ngotot Tagih Utang BLBI, Sri Mulyani: Jangan Ada yang Menghalangi

MANADOPOST.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengirimkan sejumlah pesan kepada obligor dan debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Pesan itu disampaikan Sri Mulyani dalam acara serah terima aset eks BLBI kepada Pemerintah Kota Bogor dan 7 K/L di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, belum lama ini.

 

“Untuk mereka para obligor dan debitur, saya sekali lagi menyampaikan pesan. Anda semuanya sudah cukup lama sebetulnya dalam hal ini memiliki kewajiban terhadap negara Republik Indonesia. Saya berharap seluruh obligor dan debitur bekerja sama dengan baik untuk menunjukkan iktikad membayar kembali hak negara, membayar utang kepada negara,” ujarnya.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Menurut Sri Mulyani, mangkir membayar utang merupakan perbuatan yang tercela. “Karena tidak membayar utang adalah suatu kezaliman. Tidak membayar utang artinya mengambil hak atau harta dari manusia atau WNI lainnya. Jadi saya berharap ini akan menjadi salah satu pesan bahwa kami semuanya akan tetap secara teguh menjalankan tugas ini,” katanya.

 

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani mendapat laporan dari Ketua Harian Satgas BLBI Rionald Silaban kalau ada banyak halangan yang dihadapi satgas dalam kerja-kerja menagih hak negara.

 

“Ada obligor debitur yang tidak beriktikad baik. Mereka mendapatkan panggilan tidak hadir dan tidak mengirimkan siapapun perwakilannya. Ada yang itikadnya baik namun masih berusaha untuk menghitung-hitung lagi yang disebut hak tagih kita. Dan kita juga melihat masih ada halangan untuk mengeksekusi aset-aset tersebut,” ujarnya.

MANADOPOST.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengirimkan sejumlah pesan kepada obligor dan debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Pesan itu disampaikan Sri Mulyani dalam acara serah terima aset eks BLBI kepada Pemerintah Kota Bogor dan 7 K/L di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, belum lama ini.

 

“Untuk mereka para obligor dan debitur, saya sekali lagi menyampaikan pesan. Anda semuanya sudah cukup lama sebetulnya dalam hal ini memiliki kewajiban terhadap negara Republik Indonesia. Saya berharap seluruh obligor dan debitur bekerja sama dengan baik untuk menunjukkan iktikad membayar kembali hak negara, membayar utang kepada negara,” ujarnya.

 

Menurut Sri Mulyani, mangkir membayar utang merupakan perbuatan yang tercela. “Karena tidak membayar utang adalah suatu kezaliman. Tidak membayar utang artinya mengambil hak atau harta dari manusia atau WNI lainnya. Jadi saya berharap ini akan menjadi salah satu pesan bahwa kami semuanya akan tetap secara teguh menjalankan tugas ini,” katanya.

 

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani mendapat laporan dari Ketua Harian Satgas BLBI Rionald Silaban kalau ada banyak halangan yang dihadapi satgas dalam kerja-kerja menagih hak negara.

 

“Ada obligor debitur yang tidak beriktikad baik. Mereka mendapatkan panggilan tidak hadir dan tidak mengirimkan siapapun perwakilannya. Ada yang itikadnya baik namun masih berusaha untuk menghitung-hitung lagi yang disebut hak tagih kita. Dan kita juga melihat masih ada halangan untuk mengeksekusi aset-aset tersebut,” ujarnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/