24.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Nama Ketua DPRD DKI Terbawa-bawa dalam Kasus Penembakan Polisi, Polda Metro Bikin Klarifikasi

MANADOPOST.ID–Nama Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi  terbawa-bawa dalam kasus penembakan di exit Tol Bintaro.  Polda Metro Jaya akhirnya mengklarifikasi kabar tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan menegaskan permintaan bantuan pria O terhadap Ipda OS bersifat personal. Sebelumnya memang sempat tersiar kalau pria O ini salah satu staf Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi.

“Tidak ada kaitannya sama sekali, itu nggak ada kaitannya. Tidak ada ini kaitannya, ini hanya hubungan personal antara Ipda OS dan Saudara O. Tidak ada kaitannya dengan yang ditanyakan, dengan Ketua DPRD,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan saat dihubungi, Jumat (3/12/2021).

Kombes Zulpan mengaku, dari pemeriksaan yang dilakukan sejauh ini, tidak pernah tersebut nama Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi yang diucapkan oleh pria O.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Kombes Zulpan menyebut, Ipda OS merespons permintaan bantuan pria O hanya karena hubungan pertemanan saja.

“Dalam pembicaraan mereka, komunikasi juga tidak ada menyebut nama itu, jadi tidak ada. Hanya hubungan personal melibatkan mereka berdua. Perlu diluruskan itu,” ujar Kombes Zulpan.

“Yang jelas kita pada materi, materi kasus, tidak ada yang menyangkut orang lain, hanya hubungan personal antara O dan OS. Jadi nggak ada keterlibatan pejabat-pejabat publik yang lain. Perlu diluruskan ini,” terang Kombes Zulpan lagi seperti dilansir detikcom.

Diketahui, Ipda OS resmi dinonaktifkan sebagai dari tugasnya sebagai anggota Sat Lantas Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terkait dirinya yang menjadi pelaku penembakan terhadap dua pengendara di exit tol Jorr Bintaro.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan menyampaikan, Ipda OS dinonaktifkan untuk proses pemeriksaan oleh Bidang Propam Polda Metro Jaya dan Divisi Propam Mabes Polri.

“Ipda OS sudah dinonaktifkan dari sana, dalam rangka pemeriksaan intensif,” kata Zulpan kepada wartawan, Jumat (3/12).

Dikatakan Zulpan, Ipda OS saat ini sudah tidak menjalankan tugas sebagai anggota Satuan PJR. Ipda OS sedang fokus dalam pemeriksaan terkait kasus penembakan tersebut. “Kan dilakukan pemeriksaan artinya dia tidak melakukan tugas seperti biasa,” ucapnya.

Kasus penembakan di exit tol Jorr Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Sabtu (27/11) dini hari dilakukan oleh anggota Satuan PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, Ipda OS.

Salah seorang korban, Poltak Pasaribu meninggal dunia, dan seorang lainnya M Aruan menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. (ral/rmol/pojoksatu)

MANADOPOST.ID–Nama Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi  terbawa-bawa dalam kasus penembakan di exit Tol Bintaro.  Polda Metro Jaya akhirnya mengklarifikasi kabar tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan menegaskan permintaan bantuan pria O terhadap Ipda OS bersifat personal. Sebelumnya memang sempat tersiar kalau pria O ini salah satu staf Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi.

“Tidak ada kaitannya sama sekali, itu nggak ada kaitannya. Tidak ada ini kaitannya, ini hanya hubungan personal antara Ipda OS dan Saudara O. Tidak ada kaitannya dengan yang ditanyakan, dengan Ketua DPRD,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan saat dihubungi, Jumat (3/12/2021).

Kombes Zulpan mengaku, dari pemeriksaan yang dilakukan sejauh ini, tidak pernah tersebut nama Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi yang diucapkan oleh pria O.

Kombes Zulpan menyebut, Ipda OS merespons permintaan bantuan pria O hanya karena hubungan pertemanan saja.

“Dalam pembicaraan mereka, komunikasi juga tidak ada menyebut nama itu, jadi tidak ada. Hanya hubungan personal melibatkan mereka berdua. Perlu diluruskan itu,” ujar Kombes Zulpan.

“Yang jelas kita pada materi, materi kasus, tidak ada yang menyangkut orang lain, hanya hubungan personal antara O dan OS. Jadi nggak ada keterlibatan pejabat-pejabat publik yang lain. Perlu diluruskan ini,” terang Kombes Zulpan lagi seperti dilansir detikcom.

Diketahui, Ipda OS resmi dinonaktifkan sebagai dari tugasnya sebagai anggota Sat Lantas Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terkait dirinya yang menjadi pelaku penembakan terhadap dua pengendara di exit tol Jorr Bintaro.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan menyampaikan, Ipda OS dinonaktifkan untuk proses pemeriksaan oleh Bidang Propam Polda Metro Jaya dan Divisi Propam Mabes Polri.

“Ipda OS sudah dinonaktifkan dari sana, dalam rangka pemeriksaan intensif,” kata Zulpan kepada wartawan, Jumat (3/12).

Dikatakan Zulpan, Ipda OS saat ini sudah tidak menjalankan tugas sebagai anggota Satuan PJR. Ipda OS sedang fokus dalam pemeriksaan terkait kasus penembakan tersebut. “Kan dilakukan pemeriksaan artinya dia tidak melakukan tugas seperti biasa,” ucapnya.

Kasus penembakan di exit tol Jorr Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Sabtu (27/11) dini hari dilakukan oleh anggota Satuan PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, Ipda OS.

Salah seorang korban, Poltak Pasaribu meninggal dunia, dan seorang lainnya M Aruan menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. (ral/rmol/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/