alexametrics
25.4 C
Manado
Sabtu, 28 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Sindiran Anak Buah AHY Tajem Banget usai Jokowi Sebut Siapapun Boleh Usulkan Tunda Pemilu dan..

MANADOPOST.ID-Deputi Strategi dan Kebijakan Balitbang DPP Demokrat Yan Harahap menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo terkait wacana penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh pihak, termasuk dirinya, untuk tunduk, taat, dan patuh pada konstitusi atau Undang-Undang Dasar 1945.

 

Hal ini disampaikan Jokowi merespons munculnya ide untuk menunda Pemilihan Umum (Pemilu) 204 dan memperpanjang masa jabatan presiden.

 

“Kita bukan hanya taat dan tunduk, tetapi juga patuh pada konstitusi,” kata Jokowi di Istana Bogor, Jumat (4/3/2022).

 

Jokowi menuturkan, wacana menunda pemilu tidak bisa dilarang karena hal itu merupakan bagian dari demokrasi. Namun, ia menegaskan, pelaksanaan atas wacana tersebut harus tunduk pada aturan yang tertuang dalam konstitusi.

 

”Siapa pun boleh-boleh saja mengusulkan wacana penundaan pemilu dan perpanjangan (masa jabatan presiden), menteri atau partai politik, karena ini kan demokrasi. Bebas saja berpendapat. Tetapi, kalau sudah pada pelaksanaan, semuanya harus tunduk dan taat pada konstitusi,” tutup Jokowi.

 

Menanggapi pernyataan Jokowi tersebut, Yan menyebut jika Presiden Jokowi sudah mulai memberikan kode jika ingin menambah masa jabatannya sebagai Presiden.

 

Yan juga menyebut jika sebelumnya Jokowi menyebut jika dirinya seolah tidak ingin menduduki jabatan Presiden selama 3 periode.

 

“Aroma ‘kepengennya’ mulai tercium. Bilang seolah gak minat cuma lip service?” ucapnya dilansir fajar.co.id dari twitter pribadinya, Sabtu (5/3/2022). (zak/fajar)

MANADOPOST.ID-Deputi Strategi dan Kebijakan Balitbang DPP Demokrat Yan Harahap menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo terkait wacana penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh pihak, termasuk dirinya, untuk tunduk, taat, dan patuh pada konstitusi atau Undang-Undang Dasar 1945.

 

Hal ini disampaikan Jokowi merespons munculnya ide untuk menunda Pemilihan Umum (Pemilu) 204 dan memperpanjang masa jabatan presiden.

 

“Kita bukan hanya taat dan tunduk, tetapi juga patuh pada konstitusi,” kata Jokowi di Istana Bogor, Jumat (4/3/2022).

 

Jokowi menuturkan, wacana menunda pemilu tidak bisa dilarang karena hal itu merupakan bagian dari demokrasi. Namun, ia menegaskan, pelaksanaan atas wacana tersebut harus tunduk pada aturan yang tertuang dalam konstitusi.

 

”Siapa pun boleh-boleh saja mengusulkan wacana penundaan pemilu dan perpanjangan (masa jabatan presiden), menteri atau partai politik, karena ini kan demokrasi. Bebas saja berpendapat. Tetapi, kalau sudah pada pelaksanaan, semuanya harus tunduk dan taat pada konstitusi,” tutup Jokowi.

 

Menanggapi pernyataan Jokowi tersebut, Yan menyebut jika Presiden Jokowi sudah mulai memberikan kode jika ingin menambah masa jabatannya sebagai Presiden.

 

Yan juga menyebut jika sebelumnya Jokowi menyebut jika dirinya seolah tidak ingin menduduki jabatan Presiden selama 3 periode.

 

“Aroma ‘kepengennya’ mulai tercium. Bilang seolah gak minat cuma lip service?” ucapnya dilansir fajar.co.id dari twitter pribadinya, Sabtu (5/3/2022). (zak/fajar)

Most Read

Artikel Terbaru

/