alexametrics
27.4 C
Manado
Kamis, 26 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

MEMALUKAN! Bukannya Sikat Koruptor, Anak Buah Ketua KPK Selingkuh, Kritik Fahri Hamzah Tajem Banget

MANADOPOST.ID-Jaksa KPK berinisial DLS yang selingkuh dengan petugas admin KPK berinisial S, ternyata baru bertugas setahun di KPK. Kini Jaksa DLS sudah dikembalikan ke Kejagung.

 

Jaksa DLS terbukti melakukan perselingkuhan dengan seorang admin KPK.

 

Dari keterangan KPK, Jaksa DLS saat ini tidak lagi bertugas di KPK.

 

Jaksa DLS sudah dikembalikan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

 

“Iya (dikembalikan ke Kejagung) setelah dilakukan penegakan etik oleh Dewas KPK,” ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (5/4/2022).

 

Dari informasi yang diperoleh wartawan, jaksa KPK berinisial DLS ini baru direkrut atau bertugas di KPK pada 2021. Jaksa D itu kurang lebih baru setahun bekerja di KPK.

 

Sedangkan admin KPK yang menjadi selingkuhan DLS berinisial S juga dikenai sanksi berupa penegakan etik dan disiplin.

 

Plt Jubir KPK Ali Fikri tidak menjelaskan spesifik sanksi apa yang dikenakan pada S.

 

“Selain penegakan etik oleh dewas, sesuai mekanisme akan ditindaklanjuti oleh pemeriksaan inspektorat terkait disiplin ASN,” katanya.

 

“Penegakan etik dan disiplin pegawai tentu sebagai bagian dari penerapan asas zero tolerance setiap pelanggaran etik dan disiplin oleh insan KPK,” kata Ali Fikri lagi.

 

Sementara itu, Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah langsung buka suara mengenai selingkuh pegawai KPK ini.

 

Fahri berbicara bahwa begitulah kelakuan manusia yang ada di dalam KPK.

 

“KPK itu organisasi manusia. Jadi semua kelakuan manusia ada di dalamnya,” kata Fahri Hamzah kepada wartawan, Selasa (5/4/2022).

 

Menurut Fahri, terkait kasus dua pegawai KPK selingkuh, ada bedanya transparansi KPK era saat ini dan sebelumnya.

 

“Bedannya dulu kita nggak mau terbuka sekarang semua terbuka. KPK sekarang lebih transparan,” ujarnya.”Keterbukaan KPK sekarang juga karena ada oposisi permanen dari para mantan,” kata Fahri.

 

Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 ini memang terkenal dengan kesukaannya mengkritik KPK.

 

Dia juga dikenal dengan jargon ‘bersih-bersih’ KPK. (ral/pojoksatu)

MANADOPOST.ID-Jaksa KPK berinisial DLS yang selingkuh dengan petugas admin KPK berinisial S, ternyata baru bertugas setahun di KPK. Kini Jaksa DLS sudah dikembalikan ke Kejagung.

 

Jaksa DLS terbukti melakukan perselingkuhan dengan seorang admin KPK.

 

Dari keterangan KPK, Jaksa DLS saat ini tidak lagi bertugas di KPK.

 

Jaksa DLS sudah dikembalikan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

 

“Iya (dikembalikan ke Kejagung) setelah dilakukan penegakan etik oleh Dewas KPK,” ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (5/4/2022).

 

Dari informasi yang diperoleh wartawan, jaksa KPK berinisial DLS ini baru direkrut atau bertugas di KPK pada 2021. Jaksa D itu kurang lebih baru setahun bekerja di KPK.

 

Sedangkan admin KPK yang menjadi selingkuhan DLS berinisial S juga dikenai sanksi berupa penegakan etik dan disiplin.

 

Plt Jubir KPK Ali Fikri tidak menjelaskan spesifik sanksi apa yang dikenakan pada S.

 

“Selain penegakan etik oleh dewas, sesuai mekanisme akan ditindaklanjuti oleh pemeriksaan inspektorat terkait disiplin ASN,” katanya.

 

“Penegakan etik dan disiplin pegawai tentu sebagai bagian dari penerapan asas zero tolerance setiap pelanggaran etik dan disiplin oleh insan KPK,” kata Ali Fikri lagi.

 

Sementara itu, Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah langsung buka suara mengenai selingkuh pegawai KPK ini.

 

Fahri berbicara bahwa begitulah kelakuan manusia yang ada di dalam KPK.

 

“KPK itu organisasi manusia. Jadi semua kelakuan manusia ada di dalamnya,” kata Fahri Hamzah kepada wartawan, Selasa (5/4/2022).

 

Menurut Fahri, terkait kasus dua pegawai KPK selingkuh, ada bedanya transparansi KPK era saat ini dan sebelumnya.

 

“Bedannya dulu kita nggak mau terbuka sekarang semua terbuka. KPK sekarang lebih transparan,” ujarnya.”Keterbukaan KPK sekarang juga karena ada oposisi permanen dari para mantan,” kata Fahri.

 

Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 ini memang terkenal dengan kesukaannya mengkritik KPK.

 

Dia juga dikenal dengan jargon ‘bersih-bersih’ KPK. (ral/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/