25 C
Manado
Sabtu, 15 Mei 2021
spot_img

Ultimatum Militer Indonesia ke KKB: Menyerahkan Diri atau Dikejar hingga Titik Terlemah

MANADOPOST.ID— Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kembali menebar teror di Kabupaten Puncak, Minggu dan Senin (2-3/5) kemarin.

Militer Indonesia pun mengultimatum kelompok yang kini dicap teroris itu. Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel Czi I. G. N. Suriastawa menyatakan bahwa pengejaran terhadap KKB terus dilakukan.

Ratusan prajurit TNI AD berjuluk Pasukan Setan dari Kodam Siliwangi, yang bakal diterjunkan ke wilayah operasi Papua khusus memburu KKB. (Foto: screenshot ig kodam siliwangi)

Pilihan untuk mereka juga tetap. Kembali ke pangkuan NKRI atau terus dikejar aparat keamanan. “Apabila tidak menyerahkan diri ya dilakukan pengejaran sampai titik terlemahnya,” ungkap Suriastawa, seperti dilansir Jawa Pos.

Tentu, aparat keamanan mengharapkan mereka kooperatif dan memilih jalan untuk menyerahkan diri. Sebab, aparat juga tidak ingin korban terus berjatuhan. “Harapan TNI supaya nggak ada korban lagi, (KKB) menyerah lalu bangun Papua bersama-sama,” jelas perwira menengah dengan tiga kembang di pundak itu.

Pembakaran sekolah yang dilakukan KKB (ANTARANEWS)

Dia menegaskan, pihaknya tidak bernegosiasi dengan kelompok bersenjata. “Dia (KKB, Red) sekarang malah menteror masyarakat, menghambat pembangunan, merusak fasilitas,” tambahnya.

Seperti diketahui, dari keterangan tertulis Satgas Nemangkawi disebutkan bahwa terdapat dua ruang kelas di SD Mayuberi yang dibakar oleh KKB. Tidak hanya itu, tiga rumah milik guru dan sebuah puskesmas juga menjadi sasaran pembakaran. Aksi tersebut diduga dilakukan oleh KKB pada Senin (3/5) dan Minggu (2/5). Total ada tujuh KKB yang terdeteksi turut andil dalam aksi tersebut.

Mereka beraksi sambil membawa senjata laras panjang dan melakukan tembakan serampangan. Informasi itu didapatkan dari warga yang secara langsung melihat pembakaran tersebut. Tak hanya itu, KKB juga berupaya untuk memutus akses jalan. Dengan cara membuat lubang di jalanan sedalam satu meter. Ada tiga jalan yang aksesnya coba mereka putus. Yakni Jalan Kampung Tagaloa, Jalan Kampung Kalebut, serta Jalan Putus Kampung Tagaloa.

Ilustrasi KKB

Berdasar informasi itu juga didapatkan bahwa KKB mengancam warga yang sedang menuju ke Kota Ilaga. Namun, masyarakat tidak menghiraukan ancaman tersebut.

Selain merusak fasilitas umum yang dibutuhkan oleh masyarakat Papua. Mereka juga tidak segan menyerang aparat keamanan dan masyarakat sipil. Catatan pemerintah selama tiga tahun belakangan menyebutkan sudah ada 120 korban luka dan 95 korban meninggal dunia akibat aksi-aksi KKB. Dari angka tersebut, korban terbanyak berasal dari masyarakat sipil. (jawapos)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru