23.4 C
Manado
Thursday, 8 December 2022

Menkes Soroti Jakarta, Kasus Covid Tinggi, PPKM Darurat Diberlakukan Masih Terjadi Kemacetan

MANADOPOST.ID– Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti terjadinya kemacetan di sejumlah wilayah di DKI Jakarta. Padahal Ibu Kota sedang diberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Menurut Budi, terjadinya penambahakan kasus di tanah air lantaran masyarakat sulit untuk diminta disiplin. Padahal PPKM Darurat ini untuk menekan angka penularan di Pulau Jawa dan Bali.

“Jadi kenaikan kasus Covid-19 ini terjadi karena pergerakan masyarakat sulit diminta agar disiplin,” ujar Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Jakarta, Senin (5/7).

Budi mengatakan, masyarakat perlu patuh terhadap PPKM Darurat ini. Sehingga diharapkan masyarakat bisa mengerti kerja pemerintah untuk menekan angka penularan Covid-19 di dalam negeri.

Baca Juga:  Satgas Nasional Bahas Situasi Covid-19 dari Sulut
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Saya masih melihat di jalan-jalan di Jakarta sudah diberlakukan PPKM Darurat masih juga macet. Sampai beberapa teman-teman kita terlambat untuk hadir. Dan saya rasa memang ini yang sangat penting, tidak mungkin kita bisa mengontrol pandemi ini kalau kita tidak disiplin,” katanya.

Menurut Budi, pemerintah mengambil kebijakan PPKM Darurat ini memang salah satunya sebagai solusi untuk membatasi pergerakan mobilitas masyarakat. Diharapkan laju penambahan Covid-19 bisa berkurang.

“Dengan adanya PPKM darurat 3-20 juli tujuan kita memang memang menghambat mobilitas. Mempersulit mobilitas agar kita bisa mengurangi laju pandemi ini,” ungkapnya.

Diketahui, PPKM Darurat mulai berlaku pada Sabtu 3 Juli hingga 20 Juli 2021 nanti. Ada 63 titik penyekatan di Jadetabek selama PPKM berlaku. 63 titik keluar-masuk Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) terkait PPKM Darurat di Pulau Jawa-Bali.(jawapos)

Baca Juga:  Santunan untuk Ahli Waris Covid-19 Dibatalkan

MANADOPOST.ID– Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti terjadinya kemacetan di sejumlah wilayah di DKI Jakarta. Padahal Ibu Kota sedang diberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Menurut Budi, terjadinya penambahakan kasus di tanah air lantaran masyarakat sulit untuk diminta disiplin. Padahal PPKM Darurat ini untuk menekan angka penularan di Pulau Jawa dan Bali.

“Jadi kenaikan kasus Covid-19 ini terjadi karena pergerakan masyarakat sulit diminta agar disiplin,” ujar Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Jakarta, Senin (5/7).

Budi mengatakan, masyarakat perlu patuh terhadap PPKM Darurat ini. Sehingga diharapkan masyarakat bisa mengerti kerja pemerintah untuk menekan angka penularan Covid-19 di dalam negeri.

Baca Juga:  Lima Daerah Zona Merah, Satgas Covid: Transmisi Covid-19 Cukup Aktif

“Saya masih melihat di jalan-jalan di Jakarta sudah diberlakukan PPKM Darurat masih juga macet. Sampai beberapa teman-teman kita terlambat untuk hadir. Dan saya rasa memang ini yang sangat penting, tidak mungkin kita bisa mengontrol pandemi ini kalau kita tidak disiplin,” katanya.

Menurut Budi, pemerintah mengambil kebijakan PPKM Darurat ini memang salah satunya sebagai solusi untuk membatasi pergerakan mobilitas masyarakat. Diharapkan laju penambahan Covid-19 bisa berkurang.

“Dengan adanya PPKM darurat 3-20 juli tujuan kita memang memang menghambat mobilitas. Mempersulit mobilitas agar kita bisa mengurangi laju pandemi ini,” ungkapnya.

Diketahui, PPKM Darurat mulai berlaku pada Sabtu 3 Juli hingga 20 Juli 2021 nanti. Ada 63 titik penyekatan di Jadetabek selama PPKM berlaku. 63 titik keluar-masuk Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) terkait PPKM Darurat di Pulau Jawa-Bali.(jawapos)

Baca Juga:  Santunan untuk Ahli Waris Covid-19 Dibatalkan

Most Read

Artikel Terbaru

/