29.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

APA MOTIF Penembakan Brigadir J? Kapolri: Kabareskrim dan Timsus Sedang Mendalami

MANADOPOST.ID–Pengusutan kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J terus berjalan. Sampai saat ini, motif penembakan kepada korban juga masih dicari.

”Pak Kabareskrim dan Timsus sedang mendalami terkait peristiwa yang terjadi tentunya semua motif sedang kita gali,” kata Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Jumat (5/8).

Sigit mengatakan, penyidik masih menunggu hasil otopsi kedua jenazah Brigadir J selesai dibuat. Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan balistik forensik, metalogi forensik, pemeriksaan DNA, serta lain-lain.

”Semuanya jadi satu rangkaian pemeriksaan pembuktian secara scientific, tentunya selalu menjadi salah satu yang akan kita pertanggungjawabkan kepada publik,” jelas Sigit.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Diketahui, proses penanganan kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J semakin berkembang. Setelah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E ditetapkan sebagai tersangka, kini 25 personel polisi ikut terseret pusaran kasus itu.

”Timsus telah memeriksa 25 personel dan proses masih berjalan. 25 personel kita periksa terkait ketidakprofesionalan pananganan TKP dan beberapa hal yang kita anggap membuat olah TKP dan juga hambatan-hambatan dalam penanganan TKP dan penyidikan yang kita ingin bisa berjalan baik,” kata Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8).

25 personel tersebut terdiri atas 3 personel pati bintang satu, kombes 5 personel, AKBP 3 personel, kompol 2 personel, perwira pertama (pama) 7 personel, bintara dan tamtama 5 personel. Mereka berasal dari kesatuan Div Propam, Polres Metro Jakarta Selatan, Polda Metro Jaya, dan Bareskrim.

”Terhadap 25 personel yang telah dilakukan pemeriksaan kita akan menjalankan proses pemeriksaan terkait dengan pelanggaran kode etik. Apabila ditemukan adanya proses pidana, kita juga akan memproses pidana yang dimaksud,” jelas Sigit.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Pengusutan kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J terus berjalan. Sampai saat ini, motif penembakan kepada korban juga masih dicari.

”Pak Kabareskrim dan Timsus sedang mendalami terkait peristiwa yang terjadi tentunya semua motif sedang kita gali,” kata Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Jumat (5/8).

Sigit mengatakan, penyidik masih menunggu hasil otopsi kedua jenazah Brigadir J selesai dibuat. Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan balistik forensik, metalogi forensik, pemeriksaan DNA, serta lain-lain.

”Semuanya jadi satu rangkaian pemeriksaan pembuktian secara scientific, tentunya selalu menjadi salah satu yang akan kita pertanggungjawabkan kepada publik,” jelas Sigit.

Diketahui, proses penanganan kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J semakin berkembang. Setelah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E ditetapkan sebagai tersangka, kini 25 personel polisi ikut terseret pusaran kasus itu.

”Timsus telah memeriksa 25 personel dan proses masih berjalan. 25 personel kita periksa terkait ketidakprofesionalan pananganan TKP dan beberapa hal yang kita anggap membuat olah TKP dan juga hambatan-hambatan dalam penanganan TKP dan penyidikan yang kita ingin bisa berjalan baik,” kata Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8).

25 personel tersebut terdiri atas 3 personel pati bintang satu, kombes 5 personel, AKBP 3 personel, kompol 2 personel, perwira pertama (pama) 7 personel, bintara dan tamtama 5 personel. Mereka berasal dari kesatuan Div Propam, Polres Metro Jakarta Selatan, Polda Metro Jaya, dan Bareskrim.

”Terhadap 25 personel yang telah dilakukan pemeriksaan kita akan menjalankan proses pemeriksaan terkait dengan pelanggaran kode etik. Apabila ditemukan adanya proses pidana, kita juga akan memproses pidana yang dimaksud,” jelas Sigit.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/