24.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Desa Wisata Candirejo Borobudur Tawarkan Sensasi Budaya Jawa

SALAH satu desa wisata tradisional yang terkenal #DiIndonesiaAja adalah Desa Penglipuran, Bali. Nah, selain itu, masih banyak desa wisata tradisional lain, termasuk yang lokasinya tak jauh dari Candi Borobudur, Jawa Tengah. Di desa bernama Desa Wisata Candirejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang ini, wisatawan bisa menikmati suasana desa khas Jawa. Dahulunya, desa ini dijadikan tempat transit bagi para wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur. Seiring perjalanan waktu, Desa Candirejo perlahan menjadi sebuah desa wisata nan eksotis.

Bisa dikatakan Desa Wisata Candirejo sangat erat kaitannya dengan sejarah Candi Borobudur. Luas desa secara keseluruhan kurang lebih 365 hektare. Enam puluh persen lahannya dikelola untuk pertanian, dua puluh persen untuk perumahan, dan sisanya masih berupa hutan liar.

Sedangkan jenis wisata di Desa Wisata Candirejo terdiri atas tiga macam, yaitu wisata budaya, agrowisata, dan wisata alam. Tapi wisatawan tak perlu ragu dengan jenis wisata yang ada. Suasana asri dan tenteram ala pedesaan sudah cukup untuk dinikmati.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Beberapa aktivitas wisata di Desa Wisata Candirejo antara lain eksplorasi Bukit Menoreh. Berupa paket wisata yang menawarkan pengalaman tak terlupakan, tentang kehidupan serta keramahan masyarakat yang tinggal di kawasan Menoreh. Pada kesempatan ini, para wisatawan diajak untuk menemukan kehidupan burung-burung langka pada habitat aslinya di daerah ini.

Wisatawan juga bisa mendapatkan banyak pengetahuan. Di sini mereka bisa mempelajari sejarah Jawa dan menemukan situs-situs mengagumkan seperti Toyo Asin, Watu Tumbak, Watu Kendil, Tempuran Kali Progo, dan Pabelan. Sejumlah tradisi budaya Jawa pun masih terus dihidupkan di Desa Wisata Candirejo, antara lain nyadran, kenduren jathilan, serta kubrosiswo.

Ingin main di sungai? Wisatawan harus bergabung dengan komunitas nylantrang (komunitas para penangkap ikan). Wisatawan dapat merasakan sendiri asyiknya menangkap ikan di sungai, sekaligus dapat menikmati segarnya berenang dan mandi di sungai yang masih jernih.

Di Desa Candirejo wisatawan juga akan dimanjakan dengan makanan tradisional khas Jawa. Pengelola pondok penginapan akan dengan senang hati menyediakan makanan tradisional khas Jawa. Salah satunya menu gudeg, yang terbuat dari nangka muda dengan bumbu tradisional dipadankan dengan telur, ayam, dan kerupuk kulit sapi. Ketika berlibur, jangan lupa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, yakni dengan mencuci tangan pakai sabun, mengenakan masker, serta menjaga jarak.(*)

SALAH satu desa wisata tradisional yang terkenal #DiIndonesiaAja adalah Desa Penglipuran, Bali. Nah, selain itu, masih banyak desa wisata tradisional lain, termasuk yang lokasinya tak jauh dari Candi Borobudur, Jawa Tengah. Di desa bernama Desa Wisata Candirejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang ini, wisatawan bisa menikmati suasana desa khas Jawa. Dahulunya, desa ini dijadikan tempat transit bagi para wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur. Seiring perjalanan waktu, Desa Candirejo perlahan menjadi sebuah desa wisata nan eksotis.

Bisa dikatakan Desa Wisata Candirejo sangat erat kaitannya dengan sejarah Candi Borobudur. Luas desa secara keseluruhan kurang lebih 365 hektare. Enam puluh persen lahannya dikelola untuk pertanian, dua puluh persen untuk perumahan, dan sisanya masih berupa hutan liar.

Sedangkan jenis wisata di Desa Wisata Candirejo terdiri atas tiga macam, yaitu wisata budaya, agrowisata, dan wisata alam. Tapi wisatawan tak perlu ragu dengan jenis wisata yang ada. Suasana asri dan tenteram ala pedesaan sudah cukup untuk dinikmati.

Beberapa aktivitas wisata di Desa Wisata Candirejo antara lain eksplorasi Bukit Menoreh. Berupa paket wisata yang menawarkan pengalaman tak terlupakan, tentang kehidupan serta keramahan masyarakat yang tinggal di kawasan Menoreh. Pada kesempatan ini, para wisatawan diajak untuk menemukan kehidupan burung-burung langka pada habitat aslinya di daerah ini.

Wisatawan juga bisa mendapatkan banyak pengetahuan. Di sini mereka bisa mempelajari sejarah Jawa dan menemukan situs-situs mengagumkan seperti Toyo Asin, Watu Tumbak, Watu Kendil, Tempuran Kali Progo, dan Pabelan. Sejumlah tradisi budaya Jawa pun masih terus dihidupkan di Desa Wisata Candirejo, antara lain nyadran, kenduren jathilan, serta kubrosiswo.

Ingin main di sungai? Wisatawan harus bergabung dengan komunitas nylantrang (komunitas para penangkap ikan). Wisatawan dapat merasakan sendiri asyiknya menangkap ikan di sungai, sekaligus dapat menikmati segarnya berenang dan mandi di sungai yang masih jernih.

Di Desa Candirejo wisatawan juga akan dimanjakan dengan makanan tradisional khas Jawa. Pengelola pondok penginapan akan dengan senang hati menyediakan makanan tradisional khas Jawa. Salah satunya menu gudeg, yang terbuat dari nangka muda dengan bumbu tradisional dipadankan dengan telur, ayam, dan kerupuk kulit sapi. Ketika berlibur, jangan lupa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, yakni dengan mencuci tangan pakai sabun, mengenakan masker, serta menjaga jarak.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/