29.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Pemuda Pancasila Respons Teguran Jokowi ke Polisi, Sekjen: Kami Sering Menyurat ke Kapolda untuk…

MANADOPOST.ID-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (PP) Arif Rahman mengatakan pihaknya tidak pernah didatangi oleh Kapolda atau Kapolres yang baru dilantik di daerah.

Hal itu disampaikan untuk merespons pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam sebuah pidato yang mengaku heran ada sejumlah Kapolda hingga Kapolres yang baru dilantik malah sowan ke pimpinan ormas yang dikenal kerap terlibat keributan.

“Saya sebagai sekjen sangat mendukung sekali apa yang disampaikan oleh Pak Jokowi mengenai adanya kapolda dan kapolres yang sowan ke Ormas yang sering buat keributan, karena menurut saya itu hal yang penting, menyangkut masalah kewibawaan dari Institusi hukum kita, yaitu kepolisian,” kata Arif dalam rekaman suara yang diterima, Minggu (5/12).

“Dan itu tidak pernah terjadi di Pemuda Pancasila ada Kapolda atau polisi yang sowan ke rumah Ketua Umum, ke sekretariat pemuda pancasila,” imbuhnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Alih-alih didatangi, Arif mengklaim, pihaknya justru sering bersurat kepada pimpinan kepolisian untuk melakukan audiensi.

“Kami sering bersurat untuk melakukan audiensi kepada Kapolda, Kapolres dan jajarannya untuk kami sampaikan perkembangan yang ada. Dan itu bisa dibuktikan. Sudah beberapa kita kirim surat kepada Kapolri, kepada Kapolda untuk audiensi agar ada sinergitas dalam rangka menjaga lingkungan,” ujarnya.

Arif juga mengatakan kepolisian seharusnya memanggil ormas-ormas untuk dilakukan pembinaan dan pemberdayaan dari sisi ekonomi.

Ia menyebut, keributan yang terjadi di akar rumput antara ormas selama ini, berkaitan dengan urusan perut. Dengan adanya pemberdayaan ekonomi, menurutnya, keributan-keributan bisa dicegah.

“Karena ini menyangkut masalah hidup, masalah makan besok, makanya terjadi lah keributan ormas di tingkat bawah. Ini yang harus menjadi perhatian kita bersama agar pemerintah sebagai pengayom ormas, melalui mendagri dan juga pihak lainnya termasuk polisi, TNI, ini juga harus memberikan edukasi kepada kami agar kami bisa lebih baik,” katanya.

Presiden Jokowi sebelumnya mengaku heran ada sejumlah kapolda hingga kapolres yang baru dilantik malah sowan ke pimpinan ormas yang dikenal kerap terlibat keributan.

Hal itu Jokowi sampaikan dalam arahannya kepada Kepala Kesatuan Wilayah Polri dan TNI di Bali, Jumat (3/12). Jokowi mulanya mengaku sudah lama ingin mempertanyakan masalah ini kepada jajaran kepolisian.

“Saya sudah lama sekali ingin menyampaikan, ada kapolda baru, ada kapolres baru, malah datang kepada sesepuhnya ormas yang sering membuat keributan. Benar ini?” tanya Jokowi kepada peserta acara.

Namun, pertanyaan Jokowi itu tak mendapat respons. Dalam video yang diunggah Sekretariat Presiden di Youtube, usai Jokowi melemparkan pertanyaan tersebut suasana mendadak hening, dan Jokowi juga mengambil jeda sebelum akhirnya melanjutkan arahannya.

Mantan Wali Kota Solo itu pun mengaku sempat mempertanyakan masalah ini kepada salah satu kapolres.

“Saya tanya ke kapolres. Kenapa bapak melakukan ini? Supaya kotanya kondusif. Tapi apakah cara itu betul? Hati-hati, jangan menggadaikan kewibawaan dengan sowan kepada pelanggar hukum. Banyak ini saya lihat. Saudara-saudara harus memiliki kewibawaan. Polri harus memiliki kewibawaan,” ujarnya.(cnn)

MANADOPOST.ID-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (PP) Arif Rahman mengatakan pihaknya tidak pernah didatangi oleh Kapolda atau Kapolres yang baru dilantik di daerah.

Hal itu disampaikan untuk merespons pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam sebuah pidato yang mengaku heran ada sejumlah Kapolda hingga Kapolres yang baru dilantik malah sowan ke pimpinan ormas yang dikenal kerap terlibat keributan.

“Saya sebagai sekjen sangat mendukung sekali apa yang disampaikan oleh Pak Jokowi mengenai adanya kapolda dan kapolres yang sowan ke Ormas yang sering buat keributan, karena menurut saya itu hal yang penting, menyangkut masalah kewibawaan dari Institusi hukum kita, yaitu kepolisian,” kata Arif dalam rekaman suara yang diterima, Minggu (5/12).

“Dan itu tidak pernah terjadi di Pemuda Pancasila ada Kapolda atau polisi yang sowan ke rumah Ketua Umum, ke sekretariat pemuda pancasila,” imbuhnya.

Alih-alih didatangi, Arif mengklaim, pihaknya justru sering bersurat kepada pimpinan kepolisian untuk melakukan audiensi.

“Kami sering bersurat untuk melakukan audiensi kepada Kapolda, Kapolres dan jajarannya untuk kami sampaikan perkembangan yang ada. Dan itu bisa dibuktikan. Sudah beberapa kita kirim surat kepada Kapolri, kepada Kapolda untuk audiensi agar ada sinergitas dalam rangka menjaga lingkungan,” ujarnya.

Arif juga mengatakan kepolisian seharusnya memanggil ormas-ormas untuk dilakukan pembinaan dan pemberdayaan dari sisi ekonomi.

Ia menyebut, keributan yang terjadi di akar rumput antara ormas selama ini, berkaitan dengan urusan perut. Dengan adanya pemberdayaan ekonomi, menurutnya, keributan-keributan bisa dicegah.

“Karena ini menyangkut masalah hidup, masalah makan besok, makanya terjadi lah keributan ormas di tingkat bawah. Ini yang harus menjadi perhatian kita bersama agar pemerintah sebagai pengayom ormas, melalui mendagri dan juga pihak lainnya termasuk polisi, TNI, ini juga harus memberikan edukasi kepada kami agar kami bisa lebih baik,” katanya.

Presiden Jokowi sebelumnya mengaku heran ada sejumlah kapolda hingga kapolres yang baru dilantik malah sowan ke pimpinan ormas yang dikenal kerap terlibat keributan.

Hal itu Jokowi sampaikan dalam arahannya kepada Kepala Kesatuan Wilayah Polri dan TNI di Bali, Jumat (3/12). Jokowi mulanya mengaku sudah lama ingin mempertanyakan masalah ini kepada jajaran kepolisian.

“Saya sudah lama sekali ingin menyampaikan, ada kapolda baru, ada kapolres baru, malah datang kepada sesepuhnya ormas yang sering membuat keributan. Benar ini?” tanya Jokowi kepada peserta acara.

Namun, pertanyaan Jokowi itu tak mendapat respons. Dalam video yang diunggah Sekretariat Presiden di Youtube, usai Jokowi melemparkan pertanyaan tersebut suasana mendadak hening, dan Jokowi juga mengambil jeda sebelum akhirnya melanjutkan arahannya.

Mantan Wali Kota Solo itu pun mengaku sempat mempertanyakan masalah ini kepada salah satu kapolres.

“Saya tanya ke kapolres. Kenapa bapak melakukan ini? Supaya kotanya kondusif. Tapi apakah cara itu betul? Hati-hati, jangan menggadaikan kewibawaan dengan sowan kepada pelanggar hukum. Banyak ini saya lihat. Saudara-saudara harus memiliki kewibawaan. Polri harus memiliki kewibawaan,” ujarnya.(cnn)

Most Read

Artikel Terbaru

/