alexametrics
27.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Bareskrim Gerak Cepat di Kasus Ferdinand Hutahaean, Tiga Saksi Sudah Diperiksa

MANADOPOST.ID–Kasus cuitan berbau SARA Ferdinand Hutahaean langsung diproses  Bareskrim Mabes Polri. Bahkan tiga saksi sudah diperiksa semalam.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyampaikan, usai menerima laporan yang dilayangkan oleh Ketua DPP KNPI Haris Pertama pada Rabu siang (5/1/2022), penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri langsung melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

“Malam ini dilakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi yaitu satu saksi pelapor dan dua saksi lainnya,” kata Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu malam (5/1).

Dalam menangani kasus ini, Ramadhan menegaskan Polri profesional dan transparan dan berkeadilan.

“Hari ini 16.20 Bareskrim Polri telah menerima laporan dari seseorang atas nama inisial HP, yang melaporkan tindak pidana menyebarkan informasi pemberitaan bohong, pemberitaan hoax yang mana dapat menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat,” kata Brigjen Ahmad Ramadhan.

Laporan terhadap Ferdinand ini diterima Bareskrim Polri pada 5 Januari dan terdaftar dengan nomor LP/B/007/I/2022/SPKT/Bareskrim Polri.

Dengan sangkaan Pasal 45 ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 UU 19/2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 14 ayat 1 dan 2 KUHP.

Sebelumnya, Bareskrim Polri resmi menerima laporan Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama atas kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh Ferdinand Hutahaean melalui akun media sosial Twitternya @FerdinandHaean3.

Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama, melaporkan cuitan Ferdinand Hutahaean karena dikhawatirkan akan merusak persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia.

“Iya membanding-bandingkan dan itu juga merusak persatuan, kita melihat bagaimana twit Ferdinand yang terakhir ini sudah sangat menggangu dan meresahkan masyarakat Indonesia,” ujar Haris Pertama di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (5/1).

Ketua Umum KNPI Haris Pertama, melaporkan cuitan Ferdinand Hutahaean karena dikhawatirkan akan merusak persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia. (ral/rmol/pojoksatu)

MANADOPOST.ID–Kasus cuitan berbau SARA Ferdinand Hutahaean langsung diproses  Bareskrim Mabes Polri. Bahkan tiga saksi sudah diperiksa semalam.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyampaikan, usai menerima laporan yang dilayangkan oleh Ketua DPP KNPI Haris Pertama pada Rabu siang (5/1/2022), penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri langsung melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

“Malam ini dilakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi yaitu satu saksi pelapor dan dua saksi lainnya,” kata Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu malam (5/1).

Dalam menangani kasus ini, Ramadhan menegaskan Polri profesional dan transparan dan berkeadilan.

“Hari ini 16.20 Bareskrim Polri telah menerima laporan dari seseorang atas nama inisial HP, yang melaporkan tindak pidana menyebarkan informasi pemberitaan bohong, pemberitaan hoax yang mana dapat menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat,” kata Brigjen Ahmad Ramadhan.

Laporan terhadap Ferdinand ini diterima Bareskrim Polri pada 5 Januari dan terdaftar dengan nomor LP/B/007/I/2022/SPKT/Bareskrim Polri.

Dengan sangkaan Pasal 45 ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 UU 19/2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 14 ayat 1 dan 2 KUHP.

Sebelumnya, Bareskrim Polri resmi menerima laporan Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama atas kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh Ferdinand Hutahaean melalui akun media sosial Twitternya @FerdinandHaean3.

Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama, melaporkan cuitan Ferdinand Hutahaean karena dikhawatirkan akan merusak persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia.

“Iya membanding-bandingkan dan itu juga merusak persatuan, kita melihat bagaimana twit Ferdinand yang terakhir ini sudah sangat menggangu dan meresahkan masyarakat Indonesia,” ujar Haris Pertama di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (5/1).

Ketua Umum KNPI Haris Pertama, melaporkan cuitan Ferdinand Hutahaean karena dikhawatirkan akan merusak persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia. (ral/rmol/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/