alexametrics
28.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Kasus Lama Ahok Kembali Diungkit, Sudah Dilaporkan ke KPK, Ini Pelapornya

MANADOPOST.ID–Kasus lama Mantan Gubernur DKI Jakarta  Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali diungkit. Yakni dugaan korupsi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

Ketua Presidium Poros Nasional Pemberantasan Korupsi (PNPK) Adhie Massardi bahkan sudah melaporkan kembali kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (6/1).

“Kita laporkan saudara Ahok ke KPK terkait dugaan pembelian RS Sumber Waras,” kata Adhie di gedung KPK.

Tak hanya itu, lanjut Adhie, pihaknya juga melaporkan sejumlah kasus dugaan korupsi lainnya.

“Seperti pembelian tanah sendiri di Cengkareng, kemudian ada CSR dan Reklamasi dan kasus-kasus lainnya,” ungkapnya.

Adhie berharap Firli Bahuri sebagai Ketua lembaga antirusuah itu memproses dan mengusut tuntas laporan yang mereka layangkan.

“Kita minta pimpinan KPK suadara Pak Firli Bahuri merespon dan mengusut tuntas laporan kami ini,” ujarnya.

Ketua Presidium Poros Nasional Pemberantasan Korupsi (PNPK) Adhie Massardi.

Apalagi, sambung Adhie, bukti-bukti dugaan korupsi Komisaris PT Pertamina itu sudah diserahkan ke KPK. “Bukti itu berupa buku berjudul ‘Dugaan Korupsi Ahok’ sudah diserahkan ke KPK,” ucapnya.

Adhie menyebutkan, dalam buku tersebut tercatat sejumlah bukti-bukti dugaan korupsi yang dilakukan Ahok.

“Buku tersebut sudah menyebutkan sejumlah bukti dugaan korupsi yang dilakukan Ahok selama menjabat sebagai Gubernur DKI,” pungkasnya. (muf/pojoksatu)

MANADOPOST.ID–Kasus lama Mantan Gubernur DKI Jakarta  Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali diungkit. Yakni dugaan korupsi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

Ketua Presidium Poros Nasional Pemberantasan Korupsi (PNPK) Adhie Massardi bahkan sudah melaporkan kembali kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (6/1).

“Kita laporkan saudara Ahok ke KPK terkait dugaan pembelian RS Sumber Waras,” kata Adhie di gedung KPK.

Tak hanya itu, lanjut Adhie, pihaknya juga melaporkan sejumlah kasus dugaan korupsi lainnya.

“Seperti pembelian tanah sendiri di Cengkareng, kemudian ada CSR dan Reklamasi dan kasus-kasus lainnya,” ungkapnya.

Adhie berharap Firli Bahuri sebagai Ketua lembaga antirusuah itu memproses dan mengusut tuntas laporan yang mereka layangkan.

“Kita minta pimpinan KPK suadara Pak Firli Bahuri merespon dan mengusut tuntas laporan kami ini,” ujarnya.

Ketua Presidium Poros Nasional Pemberantasan Korupsi (PNPK) Adhie Massardi.

Apalagi, sambung Adhie, bukti-bukti dugaan korupsi Komisaris PT Pertamina itu sudah diserahkan ke KPK. “Bukti itu berupa buku berjudul ‘Dugaan Korupsi Ahok’ sudah diserahkan ke KPK,” ucapnya.

Adhie menyebutkan, dalam buku tersebut tercatat sejumlah bukti-bukti dugaan korupsi yang dilakukan Ahok.

“Buku tersebut sudah menyebutkan sejumlah bukti dugaan korupsi yang dilakukan Ahok selama menjabat sebagai Gubernur DKI,” pungkasnya. (muf/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/