alexametrics
25.4 C
Manado
Minggu, 22 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Pentolan 212 Sebut Penistaan Ferdinand Hutahaean Lebih Parah Dibanding Kasus Ahok

MANADOPOST.ID–Pentolan 212 Novel Bamukmin menyebut penistaan agama oleh Ferdinand Hutahaean jauh lebih parah dibanding yang pernah dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Ini lebih jelas diksinya, lebih dari Ahok karena tanpa penafsiran lagi langsung jelas-jelas menyebut kata ‘Allah’,” tegas Novel.

Wakil Sekjen PA 212 ini menilai, cuitan Ferdinand Hutahaean ‘Allahmu lemah’ itu jelas merupakan penghinaan agama.

“Ocehan Ferdinand sudah sangat jelas dan terang sangat diduga kuat melakukan penghinaan agama,” kata Novel kepada PojokSatu.id, Kamis (6/1/2022).

Menurut Novel, penghinaan atau penistaan agama oleh Ferdinand itu jauh lebih parah dibanding yang pernah dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Karena itu, Novel Bamukmin mendesak kepolisian agar segara menangkap Ferdinand. Menurutnya, mantan politisi Partai Demokrat itu bisa diancam penjara enam tahun.

“Atas dasar hukum delik umum ini polisi harus segera menangkap (Ferdinand) dijerat pasal 156a KUHP Dan UU ITE dengan ancaman 5 tahun dan 6 tahun,” tegasnya.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Pentolan 212 Novel Bamukmin menyebut penistaan agama oleh Ferdinand Hutahaean jauh lebih parah dibanding yang pernah dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Ini lebih jelas diksinya, lebih dari Ahok karena tanpa penafsiran lagi langsung jelas-jelas menyebut kata ‘Allah’,” tegas Novel.

Wakil Sekjen PA 212 ini menilai, cuitan Ferdinand Hutahaean ‘Allahmu lemah’ itu jelas merupakan penghinaan agama.

“Ocehan Ferdinand sudah sangat jelas dan terang sangat diduga kuat melakukan penghinaan agama,” kata Novel kepada PojokSatu.id, Kamis (6/1/2022).

Menurut Novel, penghinaan atau penistaan agama oleh Ferdinand itu jauh lebih parah dibanding yang pernah dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Karena itu, Novel Bamukmin mendesak kepolisian agar segara menangkap Ferdinand. Menurutnya, mantan politisi Partai Demokrat itu bisa diancam penjara enam tahun.

“Atas dasar hukum delik umum ini polisi harus segera menangkap (Ferdinand) dijerat pasal 156a KUHP Dan UU ITE dengan ancaman 5 tahun dan 6 tahun,” tegasnya.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/