30.4 C
Manado
Friday, 24 March 2023

Anak Buah AHY di Demokrat Kirim Ultimatum! Jokowi harus Lengser 2024, Sudah Mengarah Otoriter

MANADOPOST.ID-Partai Demokrat menginginkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakhiri masa jabatan pada tahun 2024 mendatang.

 

Pasalnya, pemerintahan saat ini sudah mengarah pada sistem otoriter.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Karena itu, tidak ada lagi alasan untuk memperpanjang masa jabatan Presiden Jokowi sampai dua tahun atau tiga tahun kedepan.

 

“Menurut kami, Ini alarm bahaya buat demokrasi kita. Jadi harus benar-benar mengakhiri jabatannya di 2024,” kata Juru Bicara Demokrat Herzaky Mahendra dalam keterangannya, Selasa (5/4/2022) dilansir dari pojoksatu.id.

 

Seharusnya, lanjut Herzaky, sistem demokrasi yang dijalankan Indonesia selama ini seharusnya membuat masyarakat berani dan bebas berpendapat.

 

Sementara itu ketakutan masyarakat untuk berpendapat itu hanya ada di pemerintahan yang otoriter.

Baca Juga:  Herker Berpulang, Lombok: Demokrat Sulut Berduka

 

“Karena ketakutan masyarakat untuk berpendapat itu hanya ada di pemerintahan yang otoriter,” ujarnya.

 

Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu pun meminta pemerintah untuk introspeksi diri selama dua periode menjalankan roda pemerintahan.

 

“Negara kita bukan menganut aturan otoriter tapi pemerintahan yang demokratis pemerintah harus introspeksi diri,” tuturnya.

 

Menurut Herzaky, berdasarkan hasil survei terbaru banyak masyarakat yang merasa takut berpendapat di muka umum.

 

Ia menganggap, ketakutan masyarakat yang digambarkan hasil survei itu terjadi karena ada terstruktur dan sistematis yang disengaja oleh Pemerintah.

 

“Bisa dengan kebijakan, tindakan, hingga pembiaran yang dilakukan oleh elemen pemerintah,” ungkapnya

 

Baca Juga:  Banteng Sulut Pekikan `Puan Presiden`

“Jika tiap warga masyarakat berbeda pendapat, lalu didatangi oleh aparat, seperti terjadi di (desa) Wadas, bagaimana masyarakat bisa berani menyampaikan pendapatnya?” sambungnya.(muf/pojoksatu)

MANADOPOST.ID-Partai Demokrat menginginkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakhiri masa jabatan pada tahun 2024 mendatang.

 

Pasalnya, pemerintahan saat ini sudah mengarah pada sistem otoriter.

 

Karena itu, tidak ada lagi alasan untuk memperpanjang masa jabatan Presiden Jokowi sampai dua tahun atau tiga tahun kedepan.

 

“Menurut kami, Ini alarm bahaya buat demokrasi kita. Jadi harus benar-benar mengakhiri jabatannya di 2024,” kata Juru Bicara Demokrat Herzaky Mahendra dalam keterangannya, Selasa (5/4/2022) dilansir dari pojoksatu.id.

 

Seharusnya, lanjut Herzaky, sistem demokrasi yang dijalankan Indonesia selama ini seharusnya membuat masyarakat berani dan bebas berpendapat.

 

Sementara itu ketakutan masyarakat untuk berpendapat itu hanya ada di pemerintahan yang otoriter.

Baca Juga:  Kemenkes: Bertemu Orangtua Bisa Kapan Saja, Tak Harus di Waktu Mudik Lebaran

 

“Karena ketakutan masyarakat untuk berpendapat itu hanya ada di pemerintahan yang otoriter,” ujarnya.

 

Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu pun meminta pemerintah untuk introspeksi diri selama dua periode menjalankan roda pemerintahan.

 

“Negara kita bukan menganut aturan otoriter tapi pemerintahan yang demokratis pemerintah harus introspeksi diri,” tuturnya.

 

Menurut Herzaky, berdasarkan hasil survei terbaru banyak masyarakat yang merasa takut berpendapat di muka umum.

 

Ia menganggap, ketakutan masyarakat yang digambarkan hasil survei itu terjadi karena ada terstruktur dan sistematis yang disengaja oleh Pemerintah.

 

“Bisa dengan kebijakan, tindakan, hingga pembiaran yang dilakukan oleh elemen pemerintah,” ungkapnya

 

Baca Juga:  Tinjau Vaksinasi di NTB, Kapolri: Kendalikan Laju Covid-19, Sukseskan Event Internasional 

“Jika tiap warga masyarakat berbeda pendapat, lalu didatangi oleh aparat, seperti terjadi di (desa) Wadas, bagaimana masyarakat bisa berani menyampaikan pendapatnya?” sambungnya.(muf/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru