32.4 C
Manado
Rabu, 17 Agustus 2022

PANAS! Absen dari Sidang Etik, ICW Sebut Lili Siregar Tak Hargai Dewas, Pimpinan KPK Harus Ditegur

MANADOPOST.ID–Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti absennya Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar, dalam sidang dugaan pelanggaran kode etik. Hal tersebut merupakan sikap tidak menghargai kelembagaan Dewan Pengawas.

“ICW menilai absennya Lili Pintauli dari persidangan perdana dugaan pelanggaran kode etik di Dewan Pengawas menunjukkan iktikad buruk dari yang bersangkutan dan sikap tidak menghargai kelembagaan Dewan Pengawas,” kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Rabu (6/7).

Lili Pintauli beralasan menghadiri forum G20 di Bali, sehingga tidak bisa mengikuti sidang dugaan prlanggaran kode etik. Seharusnya agenda tersebut bisa diwakilkan oleh Pimpinan KPK lainnya.

“Apalagi mengingat jadwal sidang perdana telah diinformasikan Dewan Pengawas beberapa hari sebelumnya,” ujar Kurnia.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Oleh karena itu, ketidakhadiran Lili Pintauli Siregar ini juga mestinya dapat dipertanggungjawabkan oleh Ketua KPK Firli Bahuri. Sebab, Firli menduduki jabatan tertinggi di lembaga antirasuah. ICW menduga, Firli menjadi pihak yang menyetujui Lili hadir dalam forum di Bali tersebut.

“Ini menandakan bahwa dirinya juga tidak menganggap kelembagaan Dewan Pengawas sebagai entitas penting di KPK. Untuk itu, ICW merekomendasikan agar Dewan Pengawas menegur keras jajaran Pimpinan KPK agar dapat kooperatif dan tidak berupaya menghambat proses sidang kode etik,” tegas Kurnia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar beralasan melakukan kunjungan kerja dalam rangka menghadiri Forum G20 di Provinsi Bali. Informasi ini didapatkan Dewan Pengawas KPK dari pihak Pimpinan KPK.

“Sidang jadi namun ada surat dari pimpinan menyatakan, yang bersangkutan (Lili Pintauli Siregar) berhalangan dinas ke Bali menghadiri G20,” kata Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean dikonfirmasi, Selasa (5/7) kemarin.

Oleh karena itu, Mejelis Etik Dewas KPK menunda sidang dugaan pelanggaran kode etik yang menyeret Lili Pintauli Siregar terkait dugaan penerimaan tiket nonton MotoGP Mandalika. Sidang akan digelar kembali pada Senin (11/7) mendatang.

“Majelis telah menunda sidang untuk dilanjutkan kembali hari Senin 11 Juli 2022, jam 10,” ucap Tumpak.

Sebagaimana diketahui, Lili dilaporkan ke Dewas KPK atas dugaan pelanggaran etik karena menerima fasilitas mewah. Dugaan etik itu terkait Lili Pintauli menerima fasilitas nonton MotoGP Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Lili diduga mendapatkan fasilitas menonton MotoGP sejak 18 sampai 20 Maret 2022 pada Grandstand Premium Zona A-Red. Selain itu, Lili juga mendapatkan fasilitas menginap di Amber Lombok Resort pada 16 Maret sampai 22 Maret 2022.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti absennya Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar, dalam sidang dugaan pelanggaran kode etik. Hal tersebut merupakan sikap tidak menghargai kelembagaan Dewan Pengawas.

“ICW menilai absennya Lili Pintauli dari persidangan perdana dugaan pelanggaran kode etik di Dewan Pengawas menunjukkan iktikad buruk dari yang bersangkutan dan sikap tidak menghargai kelembagaan Dewan Pengawas,” kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Rabu (6/7).

Lili Pintauli beralasan menghadiri forum G20 di Bali, sehingga tidak bisa mengikuti sidang dugaan prlanggaran kode etik. Seharusnya agenda tersebut bisa diwakilkan oleh Pimpinan KPK lainnya.

“Apalagi mengingat jadwal sidang perdana telah diinformasikan Dewan Pengawas beberapa hari sebelumnya,” ujar Kurnia.

Oleh karena itu, ketidakhadiran Lili Pintauli Siregar ini juga mestinya dapat dipertanggungjawabkan oleh Ketua KPK Firli Bahuri. Sebab, Firli menduduki jabatan tertinggi di lembaga antirasuah. ICW menduga, Firli menjadi pihak yang menyetujui Lili hadir dalam forum di Bali tersebut.

“Ini menandakan bahwa dirinya juga tidak menganggap kelembagaan Dewan Pengawas sebagai entitas penting di KPK. Untuk itu, ICW merekomendasikan agar Dewan Pengawas menegur keras jajaran Pimpinan KPK agar dapat kooperatif dan tidak berupaya menghambat proses sidang kode etik,” tegas Kurnia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar beralasan melakukan kunjungan kerja dalam rangka menghadiri Forum G20 di Provinsi Bali. Informasi ini didapatkan Dewan Pengawas KPK dari pihak Pimpinan KPK.

“Sidang jadi namun ada surat dari pimpinan menyatakan, yang bersangkutan (Lili Pintauli Siregar) berhalangan dinas ke Bali menghadiri G20,” kata Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean dikonfirmasi, Selasa (5/7) kemarin.

Oleh karena itu, Mejelis Etik Dewas KPK menunda sidang dugaan pelanggaran kode etik yang menyeret Lili Pintauli Siregar terkait dugaan penerimaan tiket nonton MotoGP Mandalika. Sidang akan digelar kembali pada Senin (11/7) mendatang.

“Majelis telah menunda sidang untuk dilanjutkan kembali hari Senin 11 Juli 2022, jam 10,” ucap Tumpak.

Sebagaimana diketahui, Lili dilaporkan ke Dewas KPK atas dugaan pelanggaran etik karena menerima fasilitas mewah. Dugaan etik itu terkait Lili Pintauli menerima fasilitas nonton MotoGP Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Lili diduga mendapatkan fasilitas menonton MotoGP sejak 18 sampai 20 Maret 2022 pada Grandstand Premium Zona A-Red. Selain itu, Lili juga mendapatkan fasilitas menginap di Amber Lombok Resort pada 16 Maret sampai 22 Maret 2022.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/