32.4 C
Manado
Rabu, 17 Agustus 2022

TERUNGKAP! Jauh Sebelum Kisruh Mencuat, Ternyata ACT Sudah Dilaporkan ke Bareskrim, Ini Kata Polisi

MANADOPOST.ID–Lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) bebeberapa waktu terakhir tengah disorot oleh publik atas dugaan skandal penyelewengan uang. Jauh sebelum kisruh ini mencuat, ternyata ACT pernah dipolisikan ke Bareskrim Polri.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian membenarkan adanya laporan ini. Laporan teregister dalam Nomor LP/B/0373/VI/2021/Bareskrim tertanggal 16 Juni 2021.

“Iya, sedang dalam penyelidikan untuk memfaktakan unsur pidana,” kata Andi sat dikonfirmasi, Rabu (6/7).

ACT dilaporkan atas tuduhan penipuan atau membuat keterangan palsu dalam akta otentik sebagaimana Pasal 378 atau 266 KUHP. Kasus ini masih berstatus penyelidikan. “Sudah ada beberapa pihak yang sudah diklarifikasi,” jelas Andi.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sebelumnya, muncul dugaan penyelewengan dana oleh ACT. Dalam laporan yang diterbitkan majalah nasional, menyebutkan jika pendiri ACT, Ahyudin mendapat gaji sampai dengan rp 250 juta per bulan.

Selain itu, Ahyudin juga mendapat fasilitas operasional berupa 1 unit Toyota Alphard, Mitsubishi Pajero, dan Honda C-RV.

Sedangkan untuk jabatan di bawah Ahyudin juga mendapat gaji yang fasilitas yang tak kalah mewah. Para petinggi ACT juga disebut-sebut mendulang cuan dari anak perusahaan ACT.

Uang miliaran rupiah diduga mengalir ke keluarga Ahyudin untuk kepentingan pribadi, seperti pembelian rumah, pembelian perabot rumah.

Selain itu, Ahyudin bersama istri dan anaknya juga disebut mendapat gaji dari anak perusahaan ACT. Kondisi ini diduga melanggar Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan.

Dugaan penyelewengan dana juga dilaporkan terjadi di luar Jakarta. Misalnya, dugaan penggelapan lumbung ternak wakaf di Blora, Jawa Tengah.

Selain itu ada pula laporan penyelewengan duit kompensasi dari Boeing atas jatuhnya Lion Air JT-610 untuk pembangunan sekolah, namun sebagian dananya dipakai untuk menutup pembiayaan ACT.

Hingga akhirnya pada Januari 2022 lalu, pendiri ACT Ahyudin mengundurkan diri usai diminta oleh para pimpinan.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) bebeberapa waktu terakhir tengah disorot oleh publik atas dugaan skandal penyelewengan uang. Jauh sebelum kisruh ini mencuat, ternyata ACT pernah dipolisikan ke Bareskrim Polri.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian membenarkan adanya laporan ini. Laporan teregister dalam Nomor LP/B/0373/VI/2021/Bareskrim tertanggal 16 Juni 2021.

“Iya, sedang dalam penyelidikan untuk memfaktakan unsur pidana,” kata Andi sat dikonfirmasi, Rabu (6/7).

ACT dilaporkan atas tuduhan penipuan atau membuat keterangan palsu dalam akta otentik sebagaimana Pasal 378 atau 266 KUHP. Kasus ini masih berstatus penyelidikan. “Sudah ada beberapa pihak yang sudah diklarifikasi,” jelas Andi.

Sebelumnya, muncul dugaan penyelewengan dana oleh ACT. Dalam laporan yang diterbitkan majalah nasional, menyebutkan jika pendiri ACT, Ahyudin mendapat gaji sampai dengan rp 250 juta per bulan.

Selain itu, Ahyudin juga mendapat fasilitas operasional berupa 1 unit Toyota Alphard, Mitsubishi Pajero, dan Honda C-RV.

Sedangkan untuk jabatan di bawah Ahyudin juga mendapat gaji yang fasilitas yang tak kalah mewah. Para petinggi ACT juga disebut-sebut mendulang cuan dari anak perusahaan ACT.

Uang miliaran rupiah diduga mengalir ke keluarga Ahyudin untuk kepentingan pribadi, seperti pembelian rumah, pembelian perabot rumah.

Selain itu, Ahyudin bersama istri dan anaknya juga disebut mendapat gaji dari anak perusahaan ACT. Kondisi ini diduga melanggar Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan.

Dugaan penyelewengan dana juga dilaporkan terjadi di luar Jakarta. Misalnya, dugaan penggelapan lumbung ternak wakaf di Blora, Jawa Tengah.

Selain itu ada pula laporan penyelewengan duit kompensasi dari Boeing atas jatuhnya Lion Air JT-610 untuk pembangunan sekolah, namun sebagian dananya dipakai untuk menutup pembiayaan ACT.

Hingga akhirnya pada Januari 2022 lalu, pendiri ACT Ahyudin mengundurkan diri usai diminta oleh para pimpinan.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/