alexametrics
33.4 C
Manado
Jumat, 24 September 2021
spot_img

Desa Wisata Penglipuran Batasi Kapasitas Pengunjung Hingga 50%

SELALU ada hal menarik untuk diceritakan mengenai Pulau Dewata Bali, salah satunya adalah Desa Penglipuran yang terletak di Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli, Bali. Desa ini menjadi salah satu pionir desa wisata terbaik di Indonesia, bahkan di kancah internasional. Pada tahun 2016, Desa Penglipuran dan dua desa lainnya, yaitu Desa Giethoorn di Belanda dan Desa Mawlynnong di India, dinobatkan sebagai desa terbersih di dunia.

Sayangnya, ketika pandemi Covid-19 melanda di bulan Maret 2020, wisata di Desa Penglipuran terpaksa ditutup selama delapan bulan. Pada Oktober 2020, tempat ini diizinkan kembali buka melalui surat gubernur. Dengan dibukanya desa wisata ini, roda perekonomian masyarakat setempat yang sempat terhenti akibat pandemi, kembali berputar. Pembukaan kembali Desa Penglipuran dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pengunjung yang datang dibatasi hanya lima puluh persen atau setengah dari kapasitas. Mereka juga wajib dicek suhu tubuh, mengenakan masker, rajin cuci tangan, serta menjaga jarak untuk #InDOnesiaCARE.

Nah, jika Anda memiliki agenda liburan di Bali dengan jurusan Ubud dan Kintamani, maka tempat wisata ini searah. Anda bisa menyempatkan diri untuk mengunjungi desa tradisional, Desa Penglipuran, Bangli, yang waktu tempuhnya dari Denpasar sekitar sembilan puluh menit dengan mobil.

Desa Penglipuran berada sekitar tujuh ratus meter di atas permukaan laut, sehingga desa wisata ini terasa sangat sejuk. Alam sekitarnya juga hijau asri. Anda akan merasa betah berada di permukiman ini karena menikmati suasana yang benar-benar berbeda. Di sini juga disediakan tempat menginap di rumah penduduk. Sehingga Anda bisa berbaur dengan masyarakat setempat dan merasakan suasana liburan yang lebih menarik.

Hal menyenangkan yang bisa Anda dapatkan di Desa Penglipuran tidak hanya tentang penduduk dan pemukimannya saja. Hutan bambu yang terletak di utara belakang pura desa juga tak kalah menarik. Tempat ini rindang dan sejuk, cocok untuk bersantai maupun berfoto. Bahkan sekarang, hutan bambu di desa adat Penglipuran ini sedang menjadi salah satu spot foto selfie yang trendi.

Masyarakat di Desa Penglipuran juga berkomitmen sepenuh hati untuk menjalankan pelayanan tanpa kontak sentuh dan disiplin demi keselamatan bersama sesuai protokol kesehatan yang Clean, Health, Safety, and Environment (CHSE).(*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru