alexametrics
30.4 C
Manado
Kamis, 26 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Sambangi Bareskrim Polri, Ali Mochtar Ngabalin: Ada yang Catut Nama Saya dan Lembaga Kepresidenan

MANADOPOST.ID–Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin melaporkan kasus dugaan penipuan terkait sumbangan Ramadan 2022 yang mencatut namanya, ke Bareskrim Polri, Jakarta.

“Ada orang mencatut nama saya, kemudian lembaga kepresidenan juga untu minta-minta uang sumbangan hadiah bulan suci Ramadan,” ujar Ngabalin di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (7/4).

Politikus Partai Golkar tersebut mengaku, dirinya sangat dirugikan adanya dugaan penipuan yang mencatut namanya tersebut, dengan modus meminta sumbangan.

“Saya percaya bahwa ini suatu kejahatan yang sungguh menciderai harkat martabat saya,” katanya.

Ngabalin juga menegaskan, pencatutan namanya tidak hanya mencederai harkat martabatnya secara pribadi tapi juga keorganisasian. Pasalnya selain di KSP dirinya juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Badan Koordinasi Mubaligh Seluruh Indonesia.

Karena itu, Ngabalin percaya bahwa Bareskrim Polri mampu mengungkap dugaan penipuan berkedok meminta sumbangan yang mengatasnamakan dirinya tersebut.

“Polisi sebagai suatu institusi negara yang sangat terpercaya di republik ini saya percaya bisa mengambil kerja kerja yang sangat profesional dalam mengungkapkan siapa dan apa di balik ini semua,” ungkapnya.

Diketahui, nama Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin tercatut dalam surat yang meminta sumbangan kepada Wali Kota Cirebon Nashrudin Aziz sebesar Rp 800 juta. Sumbangan itu disebut sebagai santunan untuk anak yatim di bulan Ramadan.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin melaporkan kasus dugaan penipuan terkait sumbangan Ramadan 2022 yang mencatut namanya, ke Bareskrim Polri, Jakarta.

“Ada orang mencatut nama saya, kemudian lembaga kepresidenan juga untu minta-minta uang sumbangan hadiah bulan suci Ramadan,” ujar Ngabalin di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (7/4).

Politikus Partai Golkar tersebut mengaku, dirinya sangat dirugikan adanya dugaan penipuan yang mencatut namanya tersebut, dengan modus meminta sumbangan.

“Saya percaya bahwa ini suatu kejahatan yang sungguh menciderai harkat martabat saya,” katanya.

Ngabalin juga menegaskan, pencatutan namanya tidak hanya mencederai harkat martabatnya secara pribadi tapi juga keorganisasian. Pasalnya selain di KSP dirinya juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Badan Koordinasi Mubaligh Seluruh Indonesia.

Karena itu, Ngabalin percaya bahwa Bareskrim Polri mampu mengungkap dugaan penipuan berkedok meminta sumbangan yang mengatasnamakan dirinya tersebut.

“Polisi sebagai suatu institusi negara yang sangat terpercaya di republik ini saya percaya bisa mengambil kerja kerja yang sangat profesional dalam mengungkapkan siapa dan apa di balik ini semua,” ungkapnya.

Diketahui, nama Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin tercatut dalam surat yang meminta sumbangan kepada Wali Kota Cirebon Nashrudin Aziz sebesar Rp 800 juta. Sumbangan itu disebut sebagai santunan untuk anak yatim di bulan Ramadan.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/