25.4 C
Manado
Sabtu, 31 Juli 2021

Ini Jawaban Wapres Ma’ruf Amin Terkait Julukan King Of Silent

MANADOPOST.ID— Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, lewat juru bicaranya, Masduki Baidlowi angkat bicara terkait julukan wapres sebagai ‘King of Silent’ atau ‘Raja Bungkam’.

Masduki menegaskan, wapres terus bekerja membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan baik dalam menjalankan pemerintahan ini. Masduki mengatakan, Ma’ruf Amin memiliki gayanya sendiri menjadi kepala negara. Misalnya ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para menterinya sudah mengungkapkan ke media. Maka Ma’ruf Amin tidak lagi perlu untuk tampil ke media.

“Wapres bekerja. Bahwa kemudian bekerja tidak selalu didengungkan, tidak selalu disuarakan, iya. Karena memang Wakil Presiden kita ini dengan gaya low profile-nya mempunyai argumentasi sendiri yang sering kita kemukakan, kalau misalnya Presiden dan menteri-menteri sudah ngomong ya cukuplah. Itu misalnya seperti itu,” katanya.

Masduki menjelaskan bahwa tugas Presiden dan Wakil Presiden bukanlah untuk melakukan eksekusi. Karena fungsi tersebut ada di kementerian dan lembaga. Kepala negara hanya tugasnya melakukan koordinasi.

“Wapres itu bekerja menggkoordinasi terhadap pekerjaan-pekerjaan yang sebenarnya dikerjakan oleh Presiden yang sebenarnya dilimpahkan kepada Wakil Presiden, nah itulah pekerjaan-pekerjaan Wakil Presiden,” ungkapnya.

Sebelumnya, akun instagram resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (BEM KM Unnes) @bemkmunnes tengah viral di media sosial. Hal ini lantaran BEM KM Unnes mengunggah gambar Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan menyebut sebagai ‘The King of Silent’.

Dalam unggahannya, BEM KM Unnes menyertakan beberapa gambar. Ada gambar Ma’ruf Amin dengan sebutan The King of Silent, Presiden Jokowi dengan sebutan The King of Lip Service dan Ketua DPR Puan Maharani yang disebut The Queen of Ghosting.

Unggahan pada Selasa 6 Juli 2021 itu diberi judul ‘Indonesian Political Troll’. Dalam keterangan unggahan BEM KM Unnes menyebut hal ini sebagai kritik terhadap pemerintahan Jokowi dan DPR.

Menurut BEM KM Unnes, Ma’ruf Amin selaku Wakil Presiden, seharusnya di masa pandemi juga harus mengisi kekosongan peran yang tidak mampu ditunaikan oleh presiden.

BEM Unnes menilai Ma’ruf malah menihilkan eksistensi dirinya dimuka publik dan tidak memberikan jawaban yang lugas, gamblang dan jelas dalam menanggapi problem multidimensional bangsa dan negara, khusunya di masa pandemi.

“Secara umum, masyarakat menialai Wakil Presiden Ma’ruf Amin terlihat absen dan diam. Anehnya, dalam beberapa kali memberikan tanggapan di muka publik, Ia justru hanya terkesan sebagai legitimator kebijakan pemerintah dengan argumentasi dan klaim yang amat bias agama dan identitas, yakni agama Islam. Hal ini tampak pada statement politiknya tentang halalnya BPJS dan hukum Fardlu Kifayyah melaksanakan vaksinasi Covid-19,” tulis BEM KM Unnes.(jawapos.com)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru