31.4 C
Manado
Rabu, 17 Agustus 2022

ADA APA? ACT malah Mau Minta Audiensi dengan PPATK: Kami Ingin..

MANADOPOST.ID-ADA APA? ACT malah Mau Minta Audiensi dengan PPATK: Kami Ingin.

 

Setelah 60 rekening diblokir Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Aksi Cepat Tanggap (ACT) berjanji tetap menyalurkan dana umat yang sudah terkumpul.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Akan tetapi, dana umat yang disalurkan itu merupakan dana donasi yang berbentuk cash.

 

“Kami akan tetap salurkan tapi beberapa rekening ada yang diblokir PPATK. Karena ada sebagian donoasi cash sama kami,” kata Presiden ACT Ibnu Khajar kepada wartawan, Kamis (7/7/2022).

 

Ibnu Khajar mengaku pihaknya juga belum mengecek 60 rekening ACT diblokir PPATK.

 

Akan tetapi pihaknya berencana akan berkirim surat ke PPATK perihal pemblokiran puluhan rekening tersebut.

 

Tujuannya, agar ACT bisa menyalurkan sejumlah donasi yang sudah masuk ke rekening tersebut.

 

“Kami juga akan berkirim surat ke PPATK. Kami ingin audiensi,” katanya.

 

Ibnu Khajar juga memastikan, ACT siap bersikap kooperatif dan siap menuruti peraturan dan perundangan yang berlaku.

 

“Kami ingin kooperatif, kami juga ingin terbuka, ingin dibina,” ucap Ibnu Khajar.

 

Tak hanya itu, pihaknya juga ingin segera menyalurkan dana para donatur yang didonasikan secara cash.

 

Hal tersebut dilakukan guna mengembalikan kepercayaan para donatur yang selama ini mempercayakan donasinya melalui lembaga yang didirikan Ahyudin itu.

 

“Kami akan fokus. Yang sudah bisa (disalurkan), kami cairkan dulu. Karena ini amanah yang harus kami sampaikan. Kami tidak ingin cacat amanah,” tandasnya.

 

Sebelumnya, PPATK blokir 60 rekening atas nama Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

 

60 rekening atas nama ACT tersebut tersebar di 33 penyedia jasa keuangan.

 

“Per hari ini, PPATK sudah menghentikan sementara transaksi 60 rekening atas nama entitas Yayasan ACT,” ujar Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, Rabu (6/7/2022).

 

Tidak hanya itu, PPATK juga menemukan indikasi tentang salah satu karyawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengirimkan dana ke negara-negara berisiko tinggi dengan terorisme.

 

PPATK mencatat karyawan ACT itu melakukan 17 transaksi dengan jumlah dana Rp1,7 miliar dengan jumlah setiap pengirimannya bervariasi.

 

“Antara Rp10 juta sampai dengan Rp52 juta,” kata Ivan.

 

Penelusuran PPATK mengungkap indikasi tentang karyawan ACT itu terafiliasi dengan kelompok terorisme jaringan Al Qaeda. Penerima dana itu pernah ditangkap kepolisian Turki.

 

Kendati demikian, PPATK masih perlu menelusuri lebih lanjut perihal temuan itu.

 

Selain itu, PPATK juga mengungkap adanya afiliasi ACT dengan perusahaan yang ternyata dimiliki pendiri ACT.

 

“Kami menemukan ada transaksi lebih dari dua tahun senilai Rp30 miliar yang ternyata transaksi itu berputar antara pemilik perusahaan yang notabene juga salah satu pendiri yayasan ACT,” beber Ivan. (fir/pojoksatu)

MANADOPOST.ID-ADA APA? ACT malah Mau Minta Audiensi dengan PPATK: Kami Ingin.

 

Setelah 60 rekening diblokir Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Aksi Cepat Tanggap (ACT) berjanji tetap menyalurkan dana umat yang sudah terkumpul.

 

Akan tetapi, dana umat yang disalurkan itu merupakan dana donasi yang berbentuk cash.

 

“Kami akan tetap salurkan tapi beberapa rekening ada yang diblokir PPATK. Karena ada sebagian donoasi cash sama kami,” kata Presiden ACT Ibnu Khajar kepada wartawan, Kamis (7/7/2022).

 

Ibnu Khajar mengaku pihaknya juga belum mengecek 60 rekening ACT diblokir PPATK.

 

Akan tetapi pihaknya berencana akan berkirim surat ke PPATK perihal pemblokiran puluhan rekening tersebut.

 

Tujuannya, agar ACT bisa menyalurkan sejumlah donasi yang sudah masuk ke rekening tersebut.

 

“Kami juga akan berkirim surat ke PPATK. Kami ingin audiensi,” katanya.

 

Ibnu Khajar juga memastikan, ACT siap bersikap kooperatif dan siap menuruti peraturan dan perundangan yang berlaku.

 

“Kami ingin kooperatif, kami juga ingin terbuka, ingin dibina,” ucap Ibnu Khajar.

 

Tak hanya itu, pihaknya juga ingin segera menyalurkan dana para donatur yang didonasikan secara cash.

 

Hal tersebut dilakukan guna mengembalikan kepercayaan para donatur yang selama ini mempercayakan donasinya melalui lembaga yang didirikan Ahyudin itu.

 

“Kami akan fokus. Yang sudah bisa (disalurkan), kami cairkan dulu. Karena ini amanah yang harus kami sampaikan. Kami tidak ingin cacat amanah,” tandasnya.

 

Sebelumnya, PPATK blokir 60 rekening atas nama Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

 

60 rekening atas nama ACT tersebut tersebar di 33 penyedia jasa keuangan.

 

“Per hari ini, PPATK sudah menghentikan sementara transaksi 60 rekening atas nama entitas Yayasan ACT,” ujar Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, Rabu (6/7/2022).

 

Tidak hanya itu, PPATK juga menemukan indikasi tentang salah satu karyawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengirimkan dana ke negara-negara berisiko tinggi dengan terorisme.

 

PPATK mencatat karyawan ACT itu melakukan 17 transaksi dengan jumlah dana Rp1,7 miliar dengan jumlah setiap pengirimannya bervariasi.

 

“Antara Rp10 juta sampai dengan Rp52 juta,” kata Ivan.

 

Penelusuran PPATK mengungkap indikasi tentang karyawan ACT itu terafiliasi dengan kelompok terorisme jaringan Al Qaeda. Penerima dana itu pernah ditangkap kepolisian Turki.

 

Kendati demikian, PPATK masih perlu menelusuri lebih lanjut perihal temuan itu.

 

Selain itu, PPATK juga mengungkap adanya afiliasi ACT dengan perusahaan yang ternyata dimiliki pendiri ACT.

 

“Kami menemukan ada transaksi lebih dari dua tahun senilai Rp30 miliar yang ternyata transaksi itu berputar antara pemilik perusahaan yang notabene juga salah satu pendiri yayasan ACT,” beber Ivan. (fir/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/