31.4 C
Manado
Rabu, 17 Agustus 2022

Kepala Perwakilan PBB Kunjungi Politeknik Negeri Manado

MANADOPOST.ID – Kepala Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia, Valerie Julliand, didampingi Mary Kent, selaku Chief Techincal Advisor, Skills for Prosperity (SfP), melakukan lawatan ke Sulawesi Utara, Rabu (6/7).

 

Menariknya, Politeknik Negeri Manado (Polimdo) dipilih sebagai salah satu lokasi lawatan untuk berbagi inspirasi, sekaligus meninjau hasil kerja ILO dalam pengembangan ekonomi lokal di Desa Budo (Desa Binaan Polimdo) di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Di Polimdo, Valerie bertemu dengan sekira 100 mahasiswa untuk berbagi mengenai kerja dan misi Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta tujuan pembangunan berkelanjutan.“PBB merupakan organisasi antarnegara yang unik, di mana lembaga ini mempunyai tugas untuk mengelaborasi berbagai konvensi dan perjanjian utama yang menentukan tatanan dunia. Oleh karena itu, penting untuk mempunyai tujuan bersama yang saat ini kita kenal sebagai tujuan pembangunan berkelanjutan,” ungkap Valerie dalam pidato pembukaan acara. “Kita berada dalam krisis besar yaitu perubahan iklim. Cara kita hidup sekarang telah merusak planet. Kita terlalu banyak mengambil dari bumi, namun sedikit memberikan kembali. Proyek ILO Bersama Polimanado dalam menciptakan pariwisata berkelanjutan sangat penting untuk menunjukkan upaya kita dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan,” lanjutnya.

 

Dalam sambutannya, ia juga mengajak anak muda untuk melakukan perubahan kecil dimulai dari diri sendiri seperti membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan plastik. “Tidak masalah jika orang di sekitar anda tidak melakukan hal yang sama. Tindakan kecil anda sangat berarti dan akan membawa perubahan di dunia ini,” tegasnya.

 

Sementara itu, Direktur Polimdo Dra Maryke Alelo MBA menegaskan, bahwa institusinya telah menjalankan tujuan pembangunan berkelanjutan seperti melestarikan terumbu karang dan hutan bakau, mempromosikan energi terbarukan di sektor pariwisata, dan juga mengembangkan masyarakat lokal. “Dengan dukungan dari ILO, kami telah mengembangkan program manajemen pariwisata global keberlanjutan menjadi salah satu bagian utama. Kami juga telah memberdayakan masyarakat di Desa Budo untuk mengembangkan pariwisata mereka. Hasilnya, ekonomi dan kehidupan mereka kini semakin bertumbuh,” kata Maryke.

 

Melalui proyek Skills for Prosperity (SfP) Indonesia yang didanai pemerintah Inggris, ILO bekerja sama dengan 4 Politeknik di Indonesia yaitu Politeknik Negeri Batam, Politeknik Maritim Negeri Semarang, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, dan Politeknik Negeri Manado, untuk pengembangan keterampilan di sektor maritim yang sesuai permintaan industri, serta mengembangkan akses ke pekerjaan layak bagi anak muda, perempuan, dan kelompok termarjinalkan lain.

 

Di Polimdo, SfP-Indonesia bekerja sama dengan University of Gloucestershire di Inggris, mengembangkan program Manajemen Pariwisata Global yang fokus pada pariwisata berkelanjutan. Bersama Polimanado, SfP-Indonesia juga turut mengembangkan ekonomi masyarakat pesisir Desa Budo melalui rangkaian pelatihan kewirausahaan termasuk edukasi keuangan, badan usaha milik desa, bisnis hijau, dan pengembangan produk ramah lingkungan. “Tujuan kami adalah untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat pesisir yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu inklusif, berkelanjutan dan memastikan masyarakat sekitar mendapat akses ke pekerjaan yang layak,” ujar Mary Kent, Kepala Penasihat Teknis, Proyek SfP-Indonesia. “Kami bangga melihat hasil kerja kami terutama untuk Desa Budo yang baru saja mendapat penghargaan sebagai satu dari 50 Desa Wisata Terbaik di Indonesia,” pungkasnya.

 

Kunjungan dilanjutkan ke Desa Budo dimana Valerie bertemu dengan masyarakat desa yang menunjukkan hasil pengembangan usaha pariwisata dan produk-produk ramah lingkungan yang mereka produksi. Rangkaian kunjungan ditutup dengan penanaman bakau yang menandakan komitmen dalam melestarikan ekosistem.

 

Valerie Julliand juga bangga mendengar bahwa Desa Budo – salah satu daerah percontohan – bahwa Polimdo bekerja dengan dukungan ILO melalui proyek keterampilan untuk kemakmuran telah terpilih sebagai 50 besar penghargaan Desa Wisata di Indonesia 2022 dan sekarang sedang dalam proses untuk pergi untuk kompetisi 10 besar.

 

Diketahui, Valerie Julliand sebagai Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, membawahi seluruh Kantor-Kantor PBB yang ada di Indonesia seperti International Labour Organisation (ILO), United Nations Development Programme (UNDP), United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF), United Nations Population Fund (UNFPA), World Health Organization (WHO) dan lainnya. (gre)

 

MANADOPOST.ID – Kepala Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia, Valerie Julliand, didampingi Mary Kent, selaku Chief Techincal Advisor, Skills for Prosperity (SfP), melakukan lawatan ke Sulawesi Utara, Rabu (6/7).

 

Menariknya, Politeknik Negeri Manado (Polimdo) dipilih sebagai salah satu lokasi lawatan untuk berbagi inspirasi, sekaligus meninjau hasil kerja ILO dalam pengembangan ekonomi lokal di Desa Budo (Desa Binaan Polimdo) di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

 

Di Polimdo, Valerie bertemu dengan sekira 100 mahasiswa untuk berbagi mengenai kerja dan misi Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta tujuan pembangunan berkelanjutan.“PBB merupakan organisasi antarnegara yang unik, di mana lembaga ini mempunyai tugas untuk mengelaborasi berbagai konvensi dan perjanjian utama yang menentukan tatanan dunia. Oleh karena itu, penting untuk mempunyai tujuan bersama yang saat ini kita kenal sebagai tujuan pembangunan berkelanjutan,” ungkap Valerie dalam pidato pembukaan acara. “Kita berada dalam krisis besar yaitu perubahan iklim. Cara kita hidup sekarang telah merusak planet. Kita terlalu banyak mengambil dari bumi, namun sedikit memberikan kembali. Proyek ILO Bersama Polimanado dalam menciptakan pariwisata berkelanjutan sangat penting untuk menunjukkan upaya kita dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan,” lanjutnya.

 

Dalam sambutannya, ia juga mengajak anak muda untuk melakukan perubahan kecil dimulai dari diri sendiri seperti membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan plastik. “Tidak masalah jika orang di sekitar anda tidak melakukan hal yang sama. Tindakan kecil anda sangat berarti dan akan membawa perubahan di dunia ini,” tegasnya.

 

Sementara itu, Direktur Polimdo Dra Maryke Alelo MBA menegaskan, bahwa institusinya telah menjalankan tujuan pembangunan berkelanjutan seperti melestarikan terumbu karang dan hutan bakau, mempromosikan energi terbarukan di sektor pariwisata, dan juga mengembangkan masyarakat lokal. “Dengan dukungan dari ILO, kami telah mengembangkan program manajemen pariwisata global keberlanjutan menjadi salah satu bagian utama. Kami juga telah memberdayakan masyarakat di Desa Budo untuk mengembangkan pariwisata mereka. Hasilnya, ekonomi dan kehidupan mereka kini semakin bertumbuh,” kata Maryke.

 

Melalui proyek Skills for Prosperity (SfP) Indonesia yang didanai pemerintah Inggris, ILO bekerja sama dengan 4 Politeknik di Indonesia yaitu Politeknik Negeri Batam, Politeknik Maritim Negeri Semarang, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, dan Politeknik Negeri Manado, untuk pengembangan keterampilan di sektor maritim yang sesuai permintaan industri, serta mengembangkan akses ke pekerjaan layak bagi anak muda, perempuan, dan kelompok termarjinalkan lain.

 

Di Polimdo, SfP-Indonesia bekerja sama dengan University of Gloucestershire di Inggris, mengembangkan program Manajemen Pariwisata Global yang fokus pada pariwisata berkelanjutan. Bersama Polimanado, SfP-Indonesia juga turut mengembangkan ekonomi masyarakat pesisir Desa Budo melalui rangkaian pelatihan kewirausahaan termasuk edukasi keuangan, badan usaha milik desa, bisnis hijau, dan pengembangan produk ramah lingkungan. “Tujuan kami adalah untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat pesisir yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu inklusif, berkelanjutan dan memastikan masyarakat sekitar mendapat akses ke pekerjaan yang layak,” ujar Mary Kent, Kepala Penasihat Teknis, Proyek SfP-Indonesia. “Kami bangga melihat hasil kerja kami terutama untuk Desa Budo yang baru saja mendapat penghargaan sebagai satu dari 50 Desa Wisata Terbaik di Indonesia,” pungkasnya.

 

Kunjungan dilanjutkan ke Desa Budo dimana Valerie bertemu dengan masyarakat desa yang menunjukkan hasil pengembangan usaha pariwisata dan produk-produk ramah lingkungan yang mereka produksi. Rangkaian kunjungan ditutup dengan penanaman bakau yang menandakan komitmen dalam melestarikan ekosistem.

 

Valerie Julliand juga bangga mendengar bahwa Desa Budo – salah satu daerah percontohan – bahwa Polimdo bekerja dengan dukungan ILO melalui proyek keterampilan untuk kemakmuran telah terpilih sebagai 50 besar penghargaan Desa Wisata di Indonesia 2022 dan sekarang sedang dalam proses untuk pergi untuk kompetisi 10 besar.

 

Diketahui, Valerie Julliand sebagai Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, membawahi seluruh Kantor-Kantor PBB yang ada di Indonesia seperti International Labour Organisation (ILO), United Nations Development Programme (UNDP), United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF), United Nations Population Fund (UNFPA), World Health Organization (WHO) dan lainnya. (gre)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/