26.6 C
Manado
Jumat, 30 Oktober 2020

Dikebut Disahkan, Omnibus Law Bikin Galau

MANADOPOST.ID—Dua  hari terakhir, masyarakat bahkan netijen riuh dengan UU Cipta Kerja atau Ciptaker yang masuk dalam Omnibus Law yang baru saja disahkan DPR RI Senin (5/10) tengah malam. Wakil rakyat pun dituding mencari kesempatan di tengah pandemi dengan mengebut pengesahan UU yang dinilai penuh kontroversi ini. Alhasil, Selasa (6/10) sejumlah buruh, pekerja pabrik hingga mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di beberapa daerah. Media sosial pun diwarnai penolakan-penolakan hingga petisi membatalkan Omnibus Law ini.

Aksi penolakan di sejumlah daerah ini dipicu oleh poin-poin di UU Ciptaker yang ditengarai tidak memihak buruh/pekerja. Di antaranya, terkait upah minimum kabupaten/kota (UMK) dan upah sektoral kabupaten/kota yang katanya dihapus. Kemudian, ada soal dihilangkanya uang pesangon, hak cuti yang dihapus, jaminan sosial yang dihilangkan hingga bebas masuknya tenaga kerja asing.

Dari poin-poin kontroversi ini, tak ayal membuat masyarakat, khususnya buruh dan pekerja galau. Bahkan, mosi tidak percaya sempat digaungkan melalui media sosial. Sejumlah tagar terkait kinerja DPR dan penolakan Omnibus Law pun berseliweran di Twitter dan Instagram.

Salah satu anggota DPR RI asal Sulawesi Utara, Hillary Brigitta Lasut yang turut mengesahkan UU ini kepada Manado Post mengatakan, dikebutnya pengesahan Omnibus Law RUU Ciptaker ini karena sektor usaha perlu ada regulasi baru untuk bertahan apalagi di tengah pandemi. “Keadaan sudah mau resesi, pengusaha yang adalah tonggak  pencipta lapangan kerja harus diberi jalan keluar untuk bertahan selama pandemi,” katanya.

Anggota Komisi I DPR RI ini meminta, masyarakat jangan langsung termakan broadcast di grup WA atau postingan-postingan di media sosial. “Yang pasti kami DPR sudah berusaha sekuat tenaga untuk mencari yang terbaik. Kami pun sadar tidak akan bisa menyenangkan semua pihak tapi kami berharap masyarakat tidak asal membaca sampai termakan hoaks yang beredar soal UU Ciptaker ini,” kuncinya.  (fgn)

-

Artikel Terbaru

Limpahkan Kasus ASN `Nakal` ke KASN

MANADOPOST.ID---Kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN Kotamobagu berinisial SA, segera dilimpahkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Bocah 7 Tahun Asal Mitra Ditetapkan Kasus Suspek

MANADOPOST.ID—Bocah laki-laki 7 Tahun asal Kecamatan Tombatu Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) ditetapkan kasus suspek terbaru, berdasarkan data Satgas Covid-19 Mitra, Kamis (29/10) kemarin.

Polres Minsel Ciduk Lima Tersangka Togel

MANADOPOST.ID—Tim Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal Polres Minahasa Selatan (Minsel), mengamankan lima tersangka kasus judi togel yang beroperasi di Kecamatan Tumpaan dan Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minsel.

Pantai Malalayang Jadi TPS Sementara

MANADOPOST.ID---Kelurahan Malalayang Satu dijadikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara. Pantauan Manado Post, sampah dari semua kelurahan di Kecamatan Malalayang di buang

Terangi Empat Desa di Morowali Utara, PLN Ukir Sejarah di 75 Tahun Indonesia Merdeka

MANADOPOST.ID – PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Sulawesi Tengah kembali berhasil melistriki desa