alexametrics
24.4 C
Manado
Kamis, 26 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Baku Tembak Lagi di Intan Jaya, Satu Teroris Papua Tewas, Dua Anggota TNI Terluka

MANADOPOST.ID– Kontak tembak kembali terjadi di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Jumat (5/11). Dalam kontak tembak tersebut, aparat gabungan TNI-Polri berhasil melumpuhkan seorang anggota kelompok separatis teroris (KST). Sementara itu, di pihak TNI-Polri ada dua korban yang terluka akibat rekoset peluru.

Menurut Kepala Satuan Tugas Hubungan Masyarakat (Kasatgas Humas) Nemangkawi Kombespol Ahmad Musthofa Kamal, kontak tembak terjadi di beberapa titik di Distrik Sugapa. Peristiwa itu berlangsung mulai pukul 06.00 WIT. ’’Dalam aksi tersebut, satu anggota KKB (KST, Red) meninggal dunia,’’ ungkap Kamal saat dikonfirmasi Jawa Pos kemarin (6/11) siang.

Sebelum tewas, anggota KST itu sempat mendekat ke sekitar Klinik Pastoran ST Michael Bilogai. Dia membawa senjata api laras panjang. Kemudian meletuskan tembakan ke arah Pos Satgas Yonif Mekanis (Yonmek) 521/Dadaha Yodha. ’’Dan berlari (setelah menembak) ke arah sekitar pertigaan Ramli,’’ terang Kamal. Aksi anggota KST itu direspons tembakan balasan oleh personel Satgas Yonmek 521/Dadaha Yodha.

Hasilnya, seorang anggota KST yang muncul dari balik semak-semak di pertigaan Ramli terkena tembakan. Serupa dengan anggota KST yang meletuskan tembakan ke arah Pos Satgas Yonmek 521/Dadaha Yodha, anggota KST yang berhasil dilumpuhkan juga membawa senjata api laras panjang. ’’Dari hasil pemantauan melalui teropong, satu anggota KKB (KST, Red) tersebut meninggal dunia,’’ imbuh Kamal. Belum sempat menyisir dan membersihkan tempat kejadian perkara (TKP), baku tembak kembali terjadi.

Pukul 15.21 WIT, aparat gabungan yang bersiaga di Polsek Sugapa ditembaki KST. Menurut Kamal, sumber tembakan datang dari arah perumahan satpol PP dan tower Telkomsel. KST juga menembaki aparat gabungan TNI-Polri yang hendak merapat ke Polsek Sugapa dengan menggunakan kendaraan double cabin. ’’Tiba-tiba mendapat tembakan dari arah perumahan satpol PP yang mengakibatkan dua personel terkena rekoset,’’ bebernya.

Rangkaian kontak tembak itu juga mengakibatkan seorang warga sipil terkena rekoset peluru. Menurut laporan yang diterima Kamal, warga tersebut bernama Apolo Belau. Korban ditemukan saat aparat gabungan menyisir TKP penembakan KST di pertigaan Ramli. ’’Selanjutnya (korban) dibawa ke Polsek Sugapa untuk dilakukan perawatan medis dan pemeriksaan lebih lanjut,’’ bebernya.

Sayang, lanjut Kamal, dari penyisiran yang dilakukan aparat gabungan TNI-Polri, jenazah anggota KST yang berhasil mereka lumpuhkan tidak ditemukan. Demikian juga senjata api laras panjang yang dibawa anggota KST tersebut. Perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu menyebutkan, upaya mengamankan jenazah dan senjata api laras panjang tersebut tidak berhasil lantaran KST terus menembaki aparat TNI-Polri.

Berkaitan dengan kondisi dua personel Satgas Nemangkawi yang terkena rekoset peluru, Kamal menyatakan bahwa keduanya sudah mendapat perawatan medis. Kemarin mereka sudah dievakuasi ke Kabupaten Mimika. ’’Untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut,’’ lanjutnya. Sampai kemarin, aparat gabungan TNI-Polri masih bersiaga di Sugapa. Namun, mereka memastikan kondisi di Intan Jaya terkendali. Termasuk aktivitas penerbangan yang sempat terganggu. (jawapos)

MANADOPOST.ID– Kontak tembak kembali terjadi di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Jumat (5/11). Dalam kontak tembak tersebut, aparat gabungan TNI-Polri berhasil melumpuhkan seorang anggota kelompok separatis teroris (KST). Sementara itu, di pihak TNI-Polri ada dua korban yang terluka akibat rekoset peluru.

Menurut Kepala Satuan Tugas Hubungan Masyarakat (Kasatgas Humas) Nemangkawi Kombespol Ahmad Musthofa Kamal, kontak tembak terjadi di beberapa titik di Distrik Sugapa. Peristiwa itu berlangsung mulai pukul 06.00 WIT. ’’Dalam aksi tersebut, satu anggota KKB (KST, Red) meninggal dunia,’’ ungkap Kamal saat dikonfirmasi Jawa Pos kemarin (6/11) siang.

Sebelum tewas, anggota KST itu sempat mendekat ke sekitar Klinik Pastoran ST Michael Bilogai. Dia membawa senjata api laras panjang. Kemudian meletuskan tembakan ke arah Pos Satgas Yonif Mekanis (Yonmek) 521/Dadaha Yodha. ’’Dan berlari (setelah menembak) ke arah sekitar pertigaan Ramli,’’ terang Kamal. Aksi anggota KST itu direspons tembakan balasan oleh personel Satgas Yonmek 521/Dadaha Yodha.

Hasilnya, seorang anggota KST yang muncul dari balik semak-semak di pertigaan Ramli terkena tembakan. Serupa dengan anggota KST yang meletuskan tembakan ke arah Pos Satgas Yonmek 521/Dadaha Yodha, anggota KST yang berhasil dilumpuhkan juga membawa senjata api laras panjang. ’’Dari hasil pemantauan melalui teropong, satu anggota KKB (KST, Red) tersebut meninggal dunia,’’ imbuh Kamal. Belum sempat menyisir dan membersihkan tempat kejadian perkara (TKP), baku tembak kembali terjadi.

Pukul 15.21 WIT, aparat gabungan yang bersiaga di Polsek Sugapa ditembaki KST. Menurut Kamal, sumber tembakan datang dari arah perumahan satpol PP dan tower Telkomsel. KST juga menembaki aparat gabungan TNI-Polri yang hendak merapat ke Polsek Sugapa dengan menggunakan kendaraan double cabin. ’’Tiba-tiba mendapat tembakan dari arah perumahan satpol PP yang mengakibatkan dua personel terkena rekoset,’’ bebernya.

Rangkaian kontak tembak itu juga mengakibatkan seorang warga sipil terkena rekoset peluru. Menurut laporan yang diterima Kamal, warga tersebut bernama Apolo Belau. Korban ditemukan saat aparat gabungan menyisir TKP penembakan KST di pertigaan Ramli. ’’Selanjutnya (korban) dibawa ke Polsek Sugapa untuk dilakukan perawatan medis dan pemeriksaan lebih lanjut,’’ bebernya.

Sayang, lanjut Kamal, dari penyisiran yang dilakukan aparat gabungan TNI-Polri, jenazah anggota KST yang berhasil mereka lumpuhkan tidak ditemukan. Demikian juga senjata api laras panjang yang dibawa anggota KST tersebut. Perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu menyebutkan, upaya mengamankan jenazah dan senjata api laras panjang tersebut tidak berhasil lantaran KST terus menembaki aparat TNI-Polri.

Berkaitan dengan kondisi dua personel Satgas Nemangkawi yang terkena rekoset peluru, Kamal menyatakan bahwa keduanya sudah mendapat perawatan medis. Kemarin mereka sudah dievakuasi ke Kabupaten Mimika. ’’Untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut,’’ lanjutnya. Sampai kemarin, aparat gabungan TNI-Polri masih bersiaga di Sugapa. Namun, mereka memastikan kondisi di Intan Jaya terkendali. Termasuk aktivitas penerbangan yang sempat terganggu. (jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/