32.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Penyidikan Dihentikan, Gatot Nurmantyo Malah Bongkar Kasus Helikopter AW 101: Presiden Lebih Tahu

“Akhirnya Presiden tegaskan batal, tidak boleh lagi. Satu, harganya terlalu mahal dalam kondisi sekarang, kemudian kita masih bisa gunakan Puma,” kata Gatot Nurmantyo, dikutip  dari kanal YouTube Refly Harun pada Sabtu, 8 Januari 2022.

Gatot Nurmantyo mengatakan, satu Heli AW-101 dibanderol harga lebih dari Rp700 miliar. “Berdasarkan hasil sidang kabinet tersebut, saya membuat surat kepada KASAU supaya tidak ditindaklanjuti rencana pembelian, jadi dibatalkan,” ujarnya.

Namun, pada akhir tahun 2016 terjadi keributan. Kemudian, Gatot Nurmantyo dipanggil oleh Jokowi ke Istana pada awal tahun 2017.

“Tiba-tiba terjadi keributan, terjadi kontrak. Nah, kontrak itu suratnya dibuat 29 Juli 2016 dan waktu itu laporan pemberitahuan kepada Menteri Pertahanan sebagai ketua KKIP (Ketua Komite Industri Pertahanan). Dan kontrak pun sama harinya, tanggal 29 Juli juga. Kontrak Angkatan Udara kepada PT Diratama Jaya Mandiri,” ungkapnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Gatot pun menyampaikan hal tersebut kepada Jokowi, yang kemudian dipotong oleh pertanyaan mantan Wali Kota Solo itu terkait jumlah kerugian negara.

Gatot menegaskan, kerugian negara yang disebabkan oleh kasus dugaan korupsi Heli AW-101 mencapai minimal Rp150 miliar.

“Dibantah sama Presiden, ‘Tidak, Bapak Panglima, itu minimal Rp200 miliar’. Siap, kan saya bilang Rp150 miliar, jadi sampe juga Rp200 miliar. Jadi Presiden lebih tahu, saya ulangi Presiden lebih tahu tentang harga ini, satu bijinya itu selisihnya sekitar Rp190an miliar lebih sampai Rp200 miliar,” tuturnya.

Setelah diminta Jokowi untuk membongkar kasus dugaan korupsi heli AW-101, Gatot pun memerintah para stafnya untuk membuat surat kepada KASAU agar membentuk staf investigasi internal. Namun dari hasil investigasi, justru tidak ditemukan pelanggaran dan kerugian negara. (dhe/pojoksatu/int)

“Akhirnya Presiden tegaskan batal, tidak boleh lagi. Satu, harganya terlalu mahal dalam kondisi sekarang, kemudian kita masih bisa gunakan Puma,” kata Gatot Nurmantyo, dikutip  dari kanal YouTube Refly Harun pada Sabtu, 8 Januari 2022.

Gatot Nurmantyo mengatakan, satu Heli AW-101 dibanderol harga lebih dari Rp700 miliar. “Berdasarkan hasil sidang kabinet tersebut, saya membuat surat kepada KASAU supaya tidak ditindaklanjuti rencana pembelian, jadi dibatalkan,” ujarnya.

Namun, pada akhir tahun 2016 terjadi keributan. Kemudian, Gatot Nurmantyo dipanggil oleh Jokowi ke Istana pada awal tahun 2017.

“Tiba-tiba terjadi keributan, terjadi kontrak. Nah, kontrak itu suratnya dibuat 29 Juli 2016 dan waktu itu laporan pemberitahuan kepada Menteri Pertahanan sebagai ketua KKIP (Ketua Komite Industri Pertahanan). Dan kontrak pun sama harinya, tanggal 29 Juli juga. Kontrak Angkatan Udara kepada PT Diratama Jaya Mandiri,” ungkapnya.

Gatot pun menyampaikan hal tersebut kepada Jokowi, yang kemudian dipotong oleh pertanyaan mantan Wali Kota Solo itu terkait jumlah kerugian negara.

Gatot menegaskan, kerugian negara yang disebabkan oleh kasus dugaan korupsi Heli AW-101 mencapai minimal Rp150 miliar.

“Dibantah sama Presiden, ‘Tidak, Bapak Panglima, itu minimal Rp200 miliar’. Siap, kan saya bilang Rp150 miliar, jadi sampe juga Rp200 miliar. Jadi Presiden lebih tahu, saya ulangi Presiden lebih tahu tentang harga ini, satu bijinya itu selisihnya sekitar Rp190an miliar lebih sampai Rp200 miliar,” tuturnya.

Setelah diminta Jokowi untuk membongkar kasus dugaan korupsi heli AW-101, Gatot pun memerintah para stafnya untuk membuat surat kepada KASAU agar membentuk staf investigasi internal. Namun dari hasil investigasi, justru tidak ditemukan pelanggaran dan kerugian negara. (dhe/pojoksatu/int)

Most Read

Artikel Terbaru

/