alexametrics
30.4 C
Manado
Rabu, 25 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Koalisi Sudah Renggang dan Terbelah, Jokowi Ditinggalkan karena..

MANADOPOST.ID-Partai koalisi pendukung Presiden Joko Widodo tampak sudah mulai tidak seirama. Dukungan terhadap Jokowi juga sudah terbelah.

 

Indikasi itu terlihat dari munculnya wacana penundaan pemilu 2024. Beberapa partai seperti PKB, Golkar, dan PAN, mendukung penundaan Pemilu 2024. “Ini kan tandanya sudah mulai renggang koalisi partai Pak Jokowi,” kata Jamiluddin kepada PojokSatu.id, Selasa (8/3/2021).

 

Sementara di sisi lain, partai koalisi lainnya, PDIP, Gerindra, dan Nasdem dengan tegas menolak penundaan Pemilu 2024.

 

“Tapi khusus PPP tampaknya masih melihat arah angin politik,” ujar dosen Universitas Esa Unggul itu.

 

Jamiluddin memprediksi, melemahnya dukungan partai politik akan semakin besar saat masa kekuasaan Jokowi mendekati berakhir.

 

“Partai koalisi akan berlahan-lahan meninggalkan Jokowi,” ucapnya.

 

Sebab, setiap partai koalisi akan konsentrasi menyiapkan kadernya untuk Pilpres dan Pileg 2024.

 

“Konsolidasi di internal dan kerja politik untuk partainya akan lebih diutamakan daripada mengikuti langkah politik Jokowi,” terangnya.

 

Bagi partai pengusung, tambah Jamiluddin, dukungan politik kepada Jokowi dikurangi.

 

Itu seiring makin berkurangnya pembagian kue politik dan kue ekonomi yang didapat partai politik.

 

Bagi mereka, Jokowi bukan lagi gula-gula politik yang harus didekati seperti awal menjabat menjadi Presiden.

 

“Sebagian partai koalisi juga akan berpaling ke kandidat lain yang potensial menang pada Pilpres 2024,” pungkas Jamiluddin.

 

Untuk diketahui, wacana penundaan Pemilu 2024 berawal dari PKB, disusul Partai Golkar dan PAN.

 

Akan tetapi, PDIP sebagai pengusung utama berkali-kali menegaskan penolakannya.

 

Terbaru, wacana penundaan Pemilu 2024 disebut-sebut merupakan instruksi dari Luhut Binsar Pandjaitan yang mengumpulkan petinggi parpol koalisi.

 

Namun kabar itu dibantah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Pun demikian dengan PKB yang juga membantahnya.

 

Demikian juga dengan pihak Luhut yang membantah memberikan instruksi agar melontarkan wacana penundaan Pemilu 2024.

 

Luhut melalui juru bicaranya menyatakan, bahwa pertemuan dengan para petinggi parpol koalisi hanya sebatas silarurahmi saja. (muf/pojoksatu)

MANADOPOST.ID-Partai koalisi pendukung Presiden Joko Widodo tampak sudah mulai tidak seirama. Dukungan terhadap Jokowi juga sudah terbelah.

 

Indikasi itu terlihat dari munculnya wacana penundaan pemilu 2024. Beberapa partai seperti PKB, Golkar, dan PAN, mendukung penundaan Pemilu 2024. “Ini kan tandanya sudah mulai renggang koalisi partai Pak Jokowi,” kata Jamiluddin kepada PojokSatu.id, Selasa (8/3/2021).

 

Sementara di sisi lain, partai koalisi lainnya, PDIP, Gerindra, dan Nasdem dengan tegas menolak penundaan Pemilu 2024.

 

“Tapi khusus PPP tampaknya masih melihat arah angin politik,” ujar dosen Universitas Esa Unggul itu.

 

Jamiluddin memprediksi, melemahnya dukungan partai politik akan semakin besar saat masa kekuasaan Jokowi mendekati berakhir.

 

“Partai koalisi akan berlahan-lahan meninggalkan Jokowi,” ucapnya.

 

Sebab, setiap partai koalisi akan konsentrasi menyiapkan kadernya untuk Pilpres dan Pileg 2024.

 

“Konsolidasi di internal dan kerja politik untuk partainya akan lebih diutamakan daripada mengikuti langkah politik Jokowi,” terangnya.

 

Bagi partai pengusung, tambah Jamiluddin, dukungan politik kepada Jokowi dikurangi.

 

Itu seiring makin berkurangnya pembagian kue politik dan kue ekonomi yang didapat partai politik.

 

Bagi mereka, Jokowi bukan lagi gula-gula politik yang harus didekati seperti awal menjabat menjadi Presiden.

 

“Sebagian partai koalisi juga akan berpaling ke kandidat lain yang potensial menang pada Pilpres 2024,” pungkas Jamiluddin.

 

Untuk diketahui, wacana penundaan Pemilu 2024 berawal dari PKB, disusul Partai Golkar dan PAN.

 

Akan tetapi, PDIP sebagai pengusung utama berkali-kali menegaskan penolakannya.

 

Terbaru, wacana penundaan Pemilu 2024 disebut-sebut merupakan instruksi dari Luhut Binsar Pandjaitan yang mengumpulkan petinggi parpol koalisi.

 

Namun kabar itu dibantah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Pun demikian dengan PKB yang juga membantahnya.

 

Demikian juga dengan pihak Luhut yang membantah memberikan instruksi agar melontarkan wacana penundaan Pemilu 2024.

 

Luhut melalui juru bicaranya menyatakan, bahwa pertemuan dengan para petinggi parpol koalisi hanya sebatas silarurahmi saja. (muf/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/