alexametrics
24.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Anies Baswedan: Jangan Hanya Infrastruktur yang Dibangun, Tapi Kesetaraan Sosial

MANADOPOST.ID–Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menekankan pentingnya kesetaraan dalam membangun sebuah kota. Anies mengaku dalam membangun infrastruktur juga perlu menggunakan pendekatan gagasan sosiologis.

“Bangun infrastruktur dengan gagasan bukan hanya infrastruktur untuk infrastruktur, tapi infrastruktur untuk tujuan sosial, ada gagasan sosiologi disitu dibalik (pembangunan) infrastruktur,” ujar Anies dalam keterangannya, Jumat (8/4).

Anies menegaskan, dalam membangun infrastruktur di ibu kota, saat ini perlu menerapkan 3 hal, yaitu gagasan, narasi dan karya. Dengan membangun infrastruktur melalui gagasan, narasi dan karya, kata Anies, memunculkan kesetaraan sosial.

“Kalau hanya karya saja tanpa narasi dan gagasan kita tidak bisa jelaskan mengapa ini dibangun. Jadi ada gagasan sosiologi, dan kemasyarakatan dan lalu tranportasi infrastruktur itu narasinya, dan hasilnya apa yang terjadi perasaan kesetaraan hidup,” tuturnya.

Anies menambahkan, saat ini di Jakarta sendiri dirinya tengah mewujudkan kesetaraan dalam membangun infrastruktur seperti trotoar dan transportasi. Anies mencontohkan, pentingnya membangun kesetaraan melalui sektor transportasi seperti Jak Lingko saat ini, karena kesetaraan adalah persatuan yang diperjuangkan.

“Membangun transportasi umum itu bukan sekedar mengatur mobilitas penduduk, transportasi itu tentang sosiologi masyarakat dan bagaimana kita membangun kesetaraan dan membangun perasaan kebersamaan di ruang ketiga, sama halnya taman begitu trotoar begitu juga,” jelasnya.

Hal serupa, lanjutnya, berlaku bagi pembangunan trotoar yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta saat ini. Anies mencontohkan seperti pembangunan trotoar di sepanjang jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin, Jakarta saat ini.

“Setelah di bangun trotoar yang sangat nyaman orang dari mana mana datang dan merasakan tempat ini adalah miliki kita tidak harus menjadi jutawan atau bisnisman tapi rakyat kebanyakan bisa menikmati jalan yang paling elit di Republik ini itu kesetaraan,” pungkasnya.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menekankan pentingnya kesetaraan dalam membangun sebuah kota. Anies mengaku dalam membangun infrastruktur juga perlu menggunakan pendekatan gagasan sosiologis.

“Bangun infrastruktur dengan gagasan bukan hanya infrastruktur untuk infrastruktur, tapi infrastruktur untuk tujuan sosial, ada gagasan sosiologi disitu dibalik (pembangunan) infrastruktur,” ujar Anies dalam keterangannya, Jumat (8/4).

Anies menegaskan, dalam membangun infrastruktur di ibu kota, saat ini perlu menerapkan 3 hal, yaitu gagasan, narasi dan karya. Dengan membangun infrastruktur melalui gagasan, narasi dan karya, kata Anies, memunculkan kesetaraan sosial.

“Kalau hanya karya saja tanpa narasi dan gagasan kita tidak bisa jelaskan mengapa ini dibangun. Jadi ada gagasan sosiologi, dan kemasyarakatan dan lalu tranportasi infrastruktur itu narasinya, dan hasilnya apa yang terjadi perasaan kesetaraan hidup,” tuturnya.

Anies menambahkan, saat ini di Jakarta sendiri dirinya tengah mewujudkan kesetaraan dalam membangun infrastruktur seperti trotoar dan transportasi. Anies mencontohkan, pentingnya membangun kesetaraan melalui sektor transportasi seperti Jak Lingko saat ini, karena kesetaraan adalah persatuan yang diperjuangkan.

“Membangun transportasi umum itu bukan sekedar mengatur mobilitas penduduk, transportasi itu tentang sosiologi masyarakat dan bagaimana kita membangun kesetaraan dan membangun perasaan kebersamaan di ruang ketiga, sama halnya taman begitu trotoar begitu juga,” jelasnya.

Hal serupa, lanjutnya, berlaku bagi pembangunan trotoar yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta saat ini. Anies mencontohkan seperti pembangunan trotoar di sepanjang jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin, Jakarta saat ini.

“Setelah di bangun trotoar yang sangat nyaman orang dari mana mana datang dan merasakan tempat ini adalah miliki kita tidak harus menjadi jutawan atau bisnisman tapi rakyat kebanyakan bisa menikmati jalan yang paling elit di Republik ini itu kesetaraan,” pungkasnya.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/