alexametrics
24.4 C
Manado
Jumat, 20 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

TNI AL Tangkap Kapal Berbendera Singapura, Ternyata Angkut Minyak Sawit Mentah

MANADOPOST.ID–Pangkalan Utama TNI-AL (Lantamal) I Belawan menangkap kapal bernama lambung MV Mathu Bhum. Kapal itu dijaring di perairan Belawan, Sumatera Utara, Rabu (4/5). Langkah tersebut dilakukan lantaran kapal berbendera Singapura itu mengangkut minyak sawit mentah yang diduga bakal diekspor ke beberapa negara.

Sesuai arahan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono yang merujuk pada perintah Presiden Joko Widodo, untuk sementara waktu pemerintah melarang ekspor crude palm oil (CPO).

”Penghentian, pemeriksaan, dan penangkapan tersebut dilakukan oleh KRI Karotang-872,” ungkap Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) Laksamana Madya TNI Agung Prasetiawan kepada awak media.

Dia mengungkapkan, penangkapan MV Mathu Bhum dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB. Kapal itu lantas digiring menuju Pelabuhan Belawan. ”Untuk menjalani pemeriksaan lanjutan,” imbuh Agung. Hasilnya, kapal tersebut memiliki 29 anak buah kapal (ABK). Dari jumlah itu, 24 di antaranya merupakan warga negara Thailand. Lima lainnya berpaspor Malaysia.

Berdasar keterangan para ABK tersebut, MV Mathu Bhum hendak bertolak ke Port Klang di Malaysia. Kemudian, melanjutkan perjalanan ke Singapura dan Thailand.

Dari pemeriksaan itu pula, TNI-AL mendapati 436 kontainer yang dibawa oleh kapal tersebut. Sebanyak 34 kontainer di antaranya berisi refined, bleached, deodorized (RBD) palm olein. Padahal sejak 28 April lalu, produk tersebut dilarang diekspor.

Agung menegaskan bahwa jajarannya mengambil langkah tegas sesuai dengan kebijakan pemerintah. Sejak larangan ekspor CPO dan berbagai produk terkait berlaku, Yudo langsung memerintah anak buahnya untuk memelototi kapal-kapal yang masih nekat mengangkut CPO dan lainnya ke luar negeri.

”Saya hanya melaksanakan apa yang diperintahkan oleh presiden,” tegas Yudo. ”Karena presiden sudah melarang ekspor, berarti kapal-kapal yang nekat berangkat untuk ekspor CPO kami tangkap,” tambah dia(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Pangkalan Utama TNI-AL (Lantamal) I Belawan menangkap kapal bernama lambung MV Mathu Bhum. Kapal itu dijaring di perairan Belawan, Sumatera Utara, Rabu (4/5). Langkah tersebut dilakukan lantaran kapal berbendera Singapura itu mengangkut minyak sawit mentah yang diduga bakal diekspor ke beberapa negara.

Sesuai arahan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono yang merujuk pada perintah Presiden Joko Widodo, untuk sementara waktu pemerintah melarang ekspor crude palm oil (CPO).

”Penghentian, pemeriksaan, dan penangkapan tersebut dilakukan oleh KRI Karotang-872,” ungkap Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) Laksamana Madya TNI Agung Prasetiawan kepada awak media.

Dia mengungkapkan, penangkapan MV Mathu Bhum dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB. Kapal itu lantas digiring menuju Pelabuhan Belawan. ”Untuk menjalani pemeriksaan lanjutan,” imbuh Agung. Hasilnya, kapal tersebut memiliki 29 anak buah kapal (ABK). Dari jumlah itu, 24 di antaranya merupakan warga negara Thailand. Lima lainnya berpaspor Malaysia.

Berdasar keterangan para ABK tersebut, MV Mathu Bhum hendak bertolak ke Port Klang di Malaysia. Kemudian, melanjutkan perjalanan ke Singapura dan Thailand.

Dari pemeriksaan itu pula, TNI-AL mendapati 436 kontainer yang dibawa oleh kapal tersebut. Sebanyak 34 kontainer di antaranya berisi refined, bleached, deodorized (RBD) palm olein. Padahal sejak 28 April lalu, produk tersebut dilarang diekspor.

Agung menegaskan bahwa jajarannya mengambil langkah tegas sesuai dengan kebijakan pemerintah. Sejak larangan ekspor CPO dan berbagai produk terkait berlaku, Yudo langsung memerintah anak buahnya untuk memelototi kapal-kapal yang masih nekat mengangkut CPO dan lainnya ke luar negeri.

”Saya hanya melaksanakan apa yang diperintahkan oleh presiden,” tegas Yudo. ”Karena presiden sudah melarang ekspor, berarti kapal-kapal yang nekat berangkat untuk ekspor CPO kami tangkap,” tambah dia(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/