26.4 C
Manado
Jumat, 30 Juli 2021

Kasus Kematian Pasien Covid Pecah Rekor, Capai 1.040 Pasien Sehari

MANADOPOST.ID–Duka mendalam kemarin (7/7) dirasakan lebih dari seribu keluarga. Mereka harus kehilangan anggota keluarganya akibat Covid-19.Ya, hanya dalam waktu sehari, sebanyak 1.040 pasien Covid-19 meninggal dunia. Angka tersebut merupakan rekor tertinggi, melebihi sebelumnya yang hanya 728 kematian.

Pada puncak pandemi Januari–Februari 2021, angka kematian tertinggi tidak sampai separo dari angka kematian kali ini. Puncak pertama terjadi pada 27 Januari 2021 dengan 476 kasus kematian. Kemudian 4 April 2021 dengan 427 kematian. Dengan angka terbaru ini, positivity rate tercatat 16,87 persen. Sedangkan persentase kesembuhan drop ke angka 82,94 persen dan kasus aktif mencapai 14,42 persen.

Dilansir dari jawapos.com, laporan pasien Covid-19 yang meninggal saat isolasi mandiri (isoman) juga terus bermunculan. Berdasar data yang dimiliki LaporCovid-19 kemarin, sebanyak 352 orang telah meninggal dunia. Padahal, pada 3 Juli lalu, data yang mereka kumpulkan, ada 265 orang meninggal saat isoman. Kota Bekasi menempati peringkat teratas dengan 77 laporan. Selanjutnya Kabupaten Sleman 41 orang, Tangerang (39), Kota Jakarta Timur (22), dan Gresik (14).

Kondisi itu tentu tidak mewakili kondisi sesungguhnya. Sebab, tidak semua melapor ke organisasi tersebut. Dikhawatirkan, ini merupakan fenomena gunung es. Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi tidak merespons saat dikonfirmasi terkait hal itu.

Sementara itu, langkah lain yang dilakukan pemerintah ialah menjaga cadangan oksigen medis. Menteri BUMN Erick Thohir memastikan bahwa perusahaan BUMN turut berpartisipasi menyalurkan oksigen. Dia menyebut PGN, Krakatau Steel, Petrokimia, dan Pusri yang telah menyalurkan oksigen. Pelindo membantu untuk distribusinya.

”Krakatau Steel yang memiliki oksigen untuk proses produksi baja, kini segera dialihkan untuk membantu ketersediaan oksigen di rumah sakit (RS),” ucap Erick. Pupuk Indonesia Group yang merupakan induk dari Petrokimia dan Pusri sudah mengirimkan 96,73 ton oksigen ke RS yang berada di Jakarta, Jawa Tengah, dan Jogjakarta. Di sektor farmasi, obat-obatan yang dibutuhkan pun dijamin ketersediaannya. Selain itu, distribusi dan harga sudah memadai.

Bantuan lain datang dari TNI-AU. Mereka mendistribusikan ratusan tabung oksigen di Madiun, Ponorogo, dan Bandung. Sesuai arahan Komandan Koharmatau Marsekal Muda TNI Tri Suryono, sebanyak 758 tabung oksigen disebar di tiga daerah tersebut. Kadispenau Marsekal Pertama TNI Indan Gilang Buldansyah menjelaskan, pendistribusian oksigen merupakan bentuk kepedulian TNI-AU dalam membantu percepatan penanganan Covid-19.

Terlebih, lanjut Indan, pertumbuhan kasus Covid-19 hari-hari belakangan makin tinggi. ”Pasokan ratusan oksigen tersebut diharapkan dapat membantu operasional rumah sakit yang merawat pasien Covid-19,” tutur dia. Secara lebih terperinci, 412 tabung oksigen disalurkan ke 17 RS. Di antaranya RSPAU Hardjolukito sebanyak 25 tabung, Puskesmas Magetan (6), RSUD Dolopo Madiun (65), RSUD Dungus Madiun (17), RS Lapangan Joglo Dungus Madiun (13), dan RSUD dr Sayidiman Magetan (20).

TNI-AU juga mengirim tabung oksigen ke RSI Aisyah Madiun sebanyak 20 tabung, RSI Aisyah Ponorogo (40), RS Santa Clara Madiun (14), RSUD Sogaten Madiun (15), RSUD Caruban Madiun (20), RSU Aisyiyah Ponorogo (34), RS Paru Manguharjo Madiun (21), RS Widodo Ngawi (20), RSU Darmayu Ponorogo (20), RSUD dr Harjono Ponorogo (22), dan RSI Madiun (40).

Sedangkan di Bandung, Indan mengungkapkan, disebar 346 tabung. Seluruhnya dikirim ke RS Bhayangkara Sartika Asih sebanyak 35 tabung, RSUD Cibabat Cimahi (30), RSIA Humana Prima (70), RSUD Cikalong Wetan (39), RSUD Kota Bandung (20), RS Edelweis (57), RS Khusus Ibu dan Anak Bandung (30), RS Paru Dr H A. Rotinsulu (20), RSAL Islam Bandung (10), RSAU Dr M. Salamun (25), dan RSUD Lembang (10).

Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI juga membantu dengan mengerahkan armada pengangkut tabung oksigen. Kepala Kejati DKI Asri Agung menyampaikan bahwa instansinya melakukan kolaborasi kinerja dengan Pemprov DKI. ”Pada intinya semata-mata hanya untuk berpartisipasi aktif dalam aksi pelayanan kemanusiaan di masa PPKM darurat,” ucap dia saat melepas armada angkut tabung oksigen di kantor Kejati DKI kemarin.

Kejati juga mendukung Pemprov DKI lewat pengawasan penjualan obat-obatan dan alat kesehatan serta pengamanan pelaksanaan vaksinasi massal. ”Seluruh kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan Kejati DKI di masa PPKM darurat tidak terlepas dari imbauan jaksa agung dalam Surat Edaran Jaksa Agung Nomor 132 Tanggal 30 Juni 2021,” tambah Kasipenkum Kejati DKI Ashari Syam.(jawapos)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru