24.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Diduga Lindungi Pelaku Pencabulan Santri, Kemenag Cabut Izin Pondok Pesantren Shiddiqiyyah

MANADOPOST.ID–Kementerian Agama (Kemenag) RI akhirnya mencabut izin operasional Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Jombang. Pencabutan itu dilakukan lantaran oknum pimpinan pondok diduga melindungi Subchi,42, pelaku pencabulan yang menjadi DPO kepolisian.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono, mengungkapkan jika nomor statistik dan tanda daftar pesantren Shiddiqiyyah telah dibekukan.

“Sebagai regulator, Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang di dalamnya diduga melakukan pelanggaran hukum berat,” tegas Waryono, dalam rilis yang diterima Jawa Pos Radar Jombang dari Kemenag RI, Kamis (7/7).

Tindakan tegas ini diambil karena salah satu pemimpinnya yang berinisial MSAT merupakan DPO kepolisian dalam kasus pencabulan dan perundungan terhadap santri. Pihak pesantren juga dinilai menghalang-halangi proses hukum terhadap yang bersangkutan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Waryono mengatakan, pencabulan bukan hanya tindakan kriminal yang melanggar hukum, tetapi juga perilaku yang dilarang ajaran agama.

“Kemenag mendukung penuh langkah hukum yang telah diambil pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut,” terang Waryono.

Dikatakan Waryono, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Jawa Timur, Kankemenag Jombang, serta pihak-pihak terkait untuk memastikan bahwa para santri tetap dapat melanjutkan proses belajar dan memperoleh akses pendidikan yang semestinya.

“Yang tidak kalah penting agar para orang tua santri ataupun keluarganya dapat memahami keputusan yang diambil dan membantu pihak Kemenag. Jangan khawatir, Kemenag akan bersinergi dengan pesantren dan madrasah di lingkup Kemenag untuk kelanjutan pendidikan para santri,” pungkas Waryono.

Mas Subchi Azal Tsani atau MSAT, tersangka pelecehan dan kekerasan seksual pada santri di Pondok Pesantren Shiddiqiyah Jombang Jawa Timur akhirnya menyerahkan diri pada Kamis (7/7) malam hari. Ia menyerahkan diri usai 15 jam masa pencarian sejak pagi di Ponpes tersebut.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta memastikan bahwa Subchi sudah diamankan. Kini Subchi akan diserahkan ke pihak kejaksaan untuk menjalani tahap dua (penyerah tersangka dan barang bukti).

Selanjutnya, putra kia ternama di Jombang tersebut akan duduk di kursi pesakitan untuk menjalani dugaan perbuatan pelecehan dan kekerasan seksual yang dituduhkan terhadapnya.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Kementerian Agama (Kemenag) RI akhirnya mencabut izin operasional Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Jombang. Pencabutan itu dilakukan lantaran oknum pimpinan pondok diduga melindungi Subchi,42, pelaku pencabulan yang menjadi DPO kepolisian.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono, mengungkapkan jika nomor statistik dan tanda daftar pesantren Shiddiqiyyah telah dibekukan.

“Sebagai regulator, Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang di dalamnya diduga melakukan pelanggaran hukum berat,” tegas Waryono, dalam rilis yang diterima Jawa Pos Radar Jombang dari Kemenag RI, Kamis (7/7).

Tindakan tegas ini diambil karena salah satu pemimpinnya yang berinisial MSAT merupakan DPO kepolisian dalam kasus pencabulan dan perundungan terhadap santri. Pihak pesantren juga dinilai menghalang-halangi proses hukum terhadap yang bersangkutan.

Waryono mengatakan, pencabulan bukan hanya tindakan kriminal yang melanggar hukum, tetapi juga perilaku yang dilarang ajaran agama.

“Kemenag mendukung penuh langkah hukum yang telah diambil pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut,” terang Waryono.

Dikatakan Waryono, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Jawa Timur, Kankemenag Jombang, serta pihak-pihak terkait untuk memastikan bahwa para santri tetap dapat melanjutkan proses belajar dan memperoleh akses pendidikan yang semestinya.

“Yang tidak kalah penting agar para orang tua santri ataupun keluarganya dapat memahami keputusan yang diambil dan membantu pihak Kemenag. Jangan khawatir, Kemenag akan bersinergi dengan pesantren dan madrasah di lingkup Kemenag untuk kelanjutan pendidikan para santri,” pungkas Waryono.

Mas Subchi Azal Tsani atau MSAT, tersangka pelecehan dan kekerasan seksual pada santri di Pondok Pesantren Shiddiqiyah Jombang Jawa Timur akhirnya menyerahkan diri pada Kamis (7/7) malam hari. Ia menyerahkan diri usai 15 jam masa pencarian sejak pagi di Ponpes tersebut.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta memastikan bahwa Subchi sudah diamankan. Kini Subchi akan diserahkan ke pihak kejaksaan untuk menjalani tahap dua (penyerah tersangka dan barang bukti).

Selanjutnya, putra kia ternama di Jombang tersebut akan duduk di kursi pesakitan untuk menjalani dugaan perbuatan pelecehan dan kekerasan seksual yang dituduhkan terhadapnya.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/