29.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

37 Calon Pilkada Positif Covid-19, Bawaslu Sebut Ada Potensi Penambahan

JAKARTA- Kewajiban melakukan swab test sebelum pendaftaran yang ditetapkan KPU berhasil mengidentifikasi persebaran Covid-19 di lingkungan bakal pasangan calon (Bapaslon). Berdasarkan hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU RI, hingga kemarin (7/9), tercatat ada 37 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

“Bakal calon yang dinyatakan positif berdasarkan pemeriksaan swab tesnya, sebanyak 37 calon, 37 orang, yang kami kumpulkan di 21 provinsi,” ujarnya di Kantor KPU, kemarin (7/9). Namun, Arief tidak merinci nama-nama tersebut.

Seperti diketahui, KPU melakukan revisi terhadap PKPU untuk mengakomodir kewajiban swab test bagi Bapaslon. Kebijakan itu merupakan rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia tiga pekan sebelum pendaftaran.

Arief mengatakan, KPU telah meminta bapaslon agar mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan. Sebagaimana ketentuan, setiap orang yang terpapar COVID-19 wajib menjalani isolasi mandiri.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sementara itu, jumlah calon yang terpapar COVID-19 bisa saja bertambah. Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin mengatakan, berdasarkan pantauan Bawaslu, tidak semua calon tertib dalam menyerahkan hasil swab test.

“Terdapat 75 orang bakal calon di 31 daerah yang belum menyerahkan hasil uji usap saat pendaftaran,” ujarnya di Kantor Bawaslu RI.

Penyebabnya, lanjut dia, cukup beragam. Mulai dari tidak adanya fasilitas laboratorium pemeriksaan swab test di daerah tersebut hingga belum keluarnya hasil pemeriksaan saat pendaftaran dilakukan.

Kasus-kasus tersebut ditemukan di sejumlah kabupaten di beberapa provinsi wilayah Indonesia Timur. Seperti Maluku, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Papua, Papua Barat, Sulawesi Tengah hingga Nusa Tenggara Timur.

Bahkan, yang cukup mengkhawatirkan, ada paslon yang baru mengkonfirmasi positif covid sedikit terlambat. “Ada yang hadir (ke KPU), pas pulang baru diketahui hasilnya positif,” kata alumni UIN Sunan Kalijaga itu.

Tak hanya itu, Bawaslu juga menemukan adanya dugaan pelanggaran terkait dengan mekanisme pendaftaran bagi calon berstatus positif COVID-19. Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo mengatakan, jajarannya di Kabupaten Sibolga Sumatera Utara menemukan calon yang positif COVID namun tetap datang langsung saat pendaftaran dan diterima oleh KPU.

Hal itu, lanjut dia, tidak sesuai dengan mekanisme yang diatur. “Pendaftaran bisa dilakukan secara daring melalui penggunaan media elektronik,” ujarnya. Pelanggaran serupa juga terjadi di Kabupaten Binjai. Di mana seorang suami mewakili istrinya yang positif covid.(jpg)

JAKARTA- Kewajiban melakukan swab test sebelum pendaftaran yang ditetapkan KPU berhasil mengidentifikasi persebaran Covid-19 di lingkungan bakal pasangan calon (Bapaslon). Berdasarkan hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU RI, hingga kemarin (7/9), tercatat ada 37 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

“Bakal calon yang dinyatakan positif berdasarkan pemeriksaan swab tesnya, sebanyak 37 calon, 37 orang, yang kami kumpulkan di 21 provinsi,” ujarnya di Kantor KPU, kemarin (7/9). Namun, Arief tidak merinci nama-nama tersebut.

Seperti diketahui, KPU melakukan revisi terhadap PKPU untuk mengakomodir kewajiban swab test bagi Bapaslon. Kebijakan itu merupakan rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia tiga pekan sebelum pendaftaran.

Arief mengatakan, KPU telah meminta bapaslon agar mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan. Sebagaimana ketentuan, setiap orang yang terpapar COVID-19 wajib menjalani isolasi mandiri.

Sementara itu, jumlah calon yang terpapar COVID-19 bisa saja bertambah. Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin mengatakan, berdasarkan pantauan Bawaslu, tidak semua calon tertib dalam menyerahkan hasil swab test.

“Terdapat 75 orang bakal calon di 31 daerah yang belum menyerahkan hasil uji usap saat pendaftaran,” ujarnya di Kantor Bawaslu RI.

Penyebabnya, lanjut dia, cukup beragam. Mulai dari tidak adanya fasilitas laboratorium pemeriksaan swab test di daerah tersebut hingga belum keluarnya hasil pemeriksaan saat pendaftaran dilakukan.

Kasus-kasus tersebut ditemukan di sejumlah kabupaten di beberapa provinsi wilayah Indonesia Timur. Seperti Maluku, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Papua, Papua Barat, Sulawesi Tengah hingga Nusa Tenggara Timur.

Bahkan, yang cukup mengkhawatirkan, ada paslon yang baru mengkonfirmasi positif covid sedikit terlambat. “Ada yang hadir (ke KPU), pas pulang baru diketahui hasilnya positif,” kata alumni UIN Sunan Kalijaga itu.

Tak hanya itu, Bawaslu juga menemukan adanya dugaan pelanggaran terkait dengan mekanisme pendaftaran bagi calon berstatus positif COVID-19. Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo mengatakan, jajarannya di Kabupaten Sibolga Sumatera Utara menemukan calon yang positif COVID namun tetap datang langsung saat pendaftaran dan diterima oleh KPU.

Hal itu, lanjut dia, tidak sesuai dengan mekanisme yang diatur. “Pendaftaran bisa dilakukan secara daring melalui penggunaan media elektronik,” ujarnya. Pelanggaran serupa juga terjadi di Kabupaten Binjai. Di mana seorang suami mewakili istrinya yang positif covid.(jpg)

Most Read

Artikel Terbaru

/