alexametrics
24.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

PANAS! Kasus Wadas Disamakan dengan Orde Baru, Anggota DPR: Memangnya Ada Ancaman Terorisme?

MANADOPOST.ID–Anggota Komisi III DPR Arsul Sani, mempertanyakan pengerahan ratusan anggota polisi dari Polda Jawa Tengah di Desa Wadas, Purworejo. Terlebih sampai puluhan warga setempat yang ditangkap oleh aparat polisi.

Adapun penangkapan terhadap puluhan warga Desa Wadas, Puworejo oleh polisi lantaran menolak pembangunan proyek Waduk Bener.

“Memangnya ada ancaman terorisme atau kerusuhan sosial di Desa Wadas itu, sehingga sampai perlu dikerahkan ratusan aparatur?,” ujar Arsul kepada wartawan, Rabu (9/2).

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menegaskan, pengerahan aparat polisi dalam jumlah yang besar seperti itu seperti jaman Orde Baru silam.

Karena konflik sosial tanpa adanya ancaman kerusuhan harus diselesaikan dengan cara polisi masuk ke perkampungan warga dengan membawa persenjataan lengkap.

“Ini kok kayak mengulang cara-cara aparatur keamanan dalam menangani pembangunan Waduk Kedungombo jaman Orde Baru dulu,” tegasnya.

Arsul menuturkan, seharusnya dalam mengawal pembangunan itu dilakukan aparatur bukan dengan pengerahan ratusan anggota Polri. Namun lebih mengedepankan pendekatan-pendakatan informal dengan masyarakat.

MANADOPOST.ID–Anggota Komisi III DPR Arsul Sani, mempertanyakan pengerahan ratusan anggota polisi dari Polda Jawa Tengah di Desa Wadas, Purworejo. Terlebih sampai puluhan warga setempat yang ditangkap oleh aparat polisi.

Adapun penangkapan terhadap puluhan warga Desa Wadas, Puworejo oleh polisi lantaran menolak pembangunan proyek Waduk Bener.

“Memangnya ada ancaman terorisme atau kerusuhan sosial di Desa Wadas itu, sehingga sampai perlu dikerahkan ratusan aparatur?,” ujar Arsul kepada wartawan, Rabu (9/2).

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menegaskan, pengerahan aparat polisi dalam jumlah yang besar seperti itu seperti jaman Orde Baru silam.

Karena konflik sosial tanpa adanya ancaman kerusuhan harus diselesaikan dengan cara polisi masuk ke perkampungan warga dengan membawa persenjataan lengkap.

“Ini kok kayak mengulang cara-cara aparatur keamanan dalam menangani pembangunan Waduk Kedungombo jaman Orde Baru dulu,” tegasnya.

Arsul menuturkan, seharusnya dalam mengawal pembangunan itu dilakukan aparatur bukan dengan pengerahan ratusan anggota Polri. Namun lebih mengedepankan pendekatan-pendakatan informal dengan masyarakat.

Most Read

Artikel Terbaru

/