alexametrics
28.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

NGERIII! Terungkap Identitas dan Peran Lima Tersangka Teroris NII yang Ditangkap di Tangerang

MANADOPOST.ID–Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap identitas dan peran lima tersangka teroris kelompok Negara Islam Indonesia (NII). Mereka ditangkap di wilayah Tangerang, Banten.

Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagops) Densus 88 Antiteror Polri Kombespol Aswin Siregar menyebutkan, kelima tersangka itu yakni SA, SO, TA, MH, dan AHA.
Mereka berjenis kelamin laki-laki, ditangkap Densus 88 Antiteror Polri pada Minggu (3/4) pekan lalu.

Dia menjelaskan, tersangka SA, 37, terlibat dalam pertemuan kelompok NII di Green Village Depok. SA pemegang rekening NII berdasar keterangan AY (sudah ditangkap) bendahara NII Padang.

”Penyidik menemukan ada transaksi dana dari rekening AY ke SA sampai dengan Oktober 2021 sebesar Rp 119,5 juta. SA juga menyelenggarakan rihlah (pergantian struktur) berupa psikotes dan wawancara serta longmarch 40 km di Sumbar,” tutur Aswin seperti dilansir dari Antara, Sabtu (9/4).

Tersangka kedua, SO, 36, selaku ketua Tangerang Selatan, pernah hadir dalam pertemuan di Green Village Depok, berhubungan dengan tersangka Zefrizal (sudah ditangkap). ”Pada 2019, SO datang ke Sumbar bertemu dengan NII Sumbar, yang diikuti sebanyak 250 orang di Sawahlunto,” ujar Aswin.

Kemudian tersangka TA, 37, terlibat dalam turun langsung ke Sumbar yang bersama perwakilan NII dari Kota Tangerang dan Tangerang Barat sejumlah 6 orang membuka daerah rintisan.

”TA berperan memberikan arahan dan petunjuk kepada RS (sudah ditangkap) terkait mempersiapkan tukang besi membuat senjata tajam,” papar Aswin.

Selanjutnya tersangka MH, 24, keterlibatan sebagai sekretaris NII daerah Tangerang Selatan. Dia pernah hadir dalam pertemuan di Green Village Depok, mengirim bahan dari pusat terkait dengan arahan-arahan melalui email. ”MH juga terlibat sebagai tim IT (teknologi informasi),” ucap Aswin.

Yang kelima tersangka AHA alias Y, 31, adalah sekretaris dan naik tingjat menjadi Ketua NII wilayah Tangerang Kota. Pernah turun ke Sumbar bersama perwakilan dari Tangerang Kota dan Tangerang Barat sejumlah 6 orang untuk membuka daerah rintisan.

”Terhadap lima tersangka ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap jaringannya,” papar Aswin.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyebutkan, penangkapan 5 tersangka teroris NII Tangerang itu merupakan pengembangan yang telah dilakukan beberapa waktu lalu di wilayah Sumatera Barat.

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 16 tersangka dugaan tindak pidana terorisme di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) yang terafiliasi dengan kelompok NII, Jumat (25/3).

Keenambelas tersangka tersebut ditangkap di lokasi berbeda. Yakni 12 tersangka ditangkap di Kabupaten Dharmasraya dan empat tersangka lain di Kabupaten Tanah Datar.

Kelompok tersebut berencana ingin menggulingkan pemerintahan yang sah. Para tersangka teroris itu terhubung dengan kelompok NII di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Bali, serta merekrut anggota secara masif di wilayah Sumatera Barat dengan melibatkan anak-anak di bawah umur.

Bahkan kelompok teroris tersebut juga memiliki keinginan mengubah ideologi Pancasila dengan ideologi Syariat Islam secara kaffah. Mereka rutin berlatih melakukan kegiatan idad (latihan ala militer). Hingga merencanakan persiapan logistik berupa persenjataan.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap identitas dan peran lima tersangka teroris kelompok Negara Islam Indonesia (NII). Mereka ditangkap di wilayah Tangerang, Banten.

Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagops) Densus 88 Antiteror Polri Kombespol Aswin Siregar menyebutkan, kelima tersangka itu yakni SA, SO, TA, MH, dan AHA.
Mereka berjenis kelamin laki-laki, ditangkap Densus 88 Antiteror Polri pada Minggu (3/4) pekan lalu.

Dia menjelaskan, tersangka SA, 37, terlibat dalam pertemuan kelompok NII di Green Village Depok. SA pemegang rekening NII berdasar keterangan AY (sudah ditangkap) bendahara NII Padang.

”Penyidik menemukan ada transaksi dana dari rekening AY ke SA sampai dengan Oktober 2021 sebesar Rp 119,5 juta. SA juga menyelenggarakan rihlah (pergantian struktur) berupa psikotes dan wawancara serta longmarch 40 km di Sumbar,” tutur Aswin seperti dilansir dari Antara, Sabtu (9/4).

Tersangka kedua, SO, 36, selaku ketua Tangerang Selatan, pernah hadir dalam pertemuan di Green Village Depok, berhubungan dengan tersangka Zefrizal (sudah ditangkap). ”Pada 2019, SO datang ke Sumbar bertemu dengan NII Sumbar, yang diikuti sebanyak 250 orang di Sawahlunto,” ujar Aswin.

Kemudian tersangka TA, 37, terlibat dalam turun langsung ke Sumbar yang bersama perwakilan NII dari Kota Tangerang dan Tangerang Barat sejumlah 6 orang membuka daerah rintisan.

”TA berperan memberikan arahan dan petunjuk kepada RS (sudah ditangkap) terkait mempersiapkan tukang besi membuat senjata tajam,” papar Aswin.

Selanjutnya tersangka MH, 24, keterlibatan sebagai sekretaris NII daerah Tangerang Selatan. Dia pernah hadir dalam pertemuan di Green Village Depok, mengirim bahan dari pusat terkait dengan arahan-arahan melalui email. ”MH juga terlibat sebagai tim IT (teknologi informasi),” ucap Aswin.

Yang kelima tersangka AHA alias Y, 31, adalah sekretaris dan naik tingjat menjadi Ketua NII wilayah Tangerang Kota. Pernah turun ke Sumbar bersama perwakilan dari Tangerang Kota dan Tangerang Barat sejumlah 6 orang untuk membuka daerah rintisan.

”Terhadap lima tersangka ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap jaringannya,” papar Aswin.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyebutkan, penangkapan 5 tersangka teroris NII Tangerang itu merupakan pengembangan yang telah dilakukan beberapa waktu lalu di wilayah Sumatera Barat.

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 16 tersangka dugaan tindak pidana terorisme di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) yang terafiliasi dengan kelompok NII, Jumat (25/3).

Keenambelas tersangka tersebut ditangkap di lokasi berbeda. Yakni 12 tersangka ditangkap di Kabupaten Dharmasraya dan empat tersangka lain di Kabupaten Tanah Datar.

Kelompok tersebut berencana ingin menggulingkan pemerintahan yang sah. Para tersangka teroris itu terhubung dengan kelompok NII di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Bali, serta merekrut anggota secara masif di wilayah Sumatera Barat dengan melibatkan anak-anak di bawah umur.

Bahkan kelompok teroris tersebut juga memiliki keinginan mengubah ideologi Pancasila dengan ideologi Syariat Islam secara kaffah. Mereka rutin berlatih melakukan kegiatan idad (latihan ala militer). Hingga merencanakan persiapan logistik berupa persenjataan.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/