29.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Punya Dana Operasional Besar, Polisi Telusuri Cara Kelompok Khilafatul Muslimin Galang Dana

MANADOPOST.ID–Penyelidikan terhadap kasus konvoi motor Khilafatul Muslimin masih terus berjalan. Penyidik sampai saat ini masih mendalami cara kelompok tersebut memgumpulkan dana.

“Penggalangan dana masih kami dalami,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Kamis (9/6).

Ramadhan memastikan, kegiatan kelompok Khilafatul Muslimin ini bertentangan dengan Pancasila. Karena kegiatan organisasi tersebut menentang ideologi Pancasila.

Khilafatul Muslimin diketahui memiliki laman dan buletin yang berisi aktivitas kelompok itu untuk menentang Pancasila. Ditemukan pula konten-konten yang menjelekan pemerintah.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sebelumnya, kelompok Khilafatul Muslimin baru-baru ini viral usai melakukan konvoi menggunakan sepeda motor di wilayah Jakarta Timur dengan membawa atribut khilafah, Minggu (29/5).

Menanggapi hal ini, Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Kombes Pol. Aswin Siregar, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai Kelompok Khilafatul Muslimin.

“Bagi masyarakat atau siapa pun yang bergabung dalam kelompok itu, bahwa kelompok tersebut memiliki sejarah panjang keterkaitan dengan berbagai teror dan radikal,” kata Aswin saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (1/6).

Ia menjelaskan, secara historis Kelompok Khilafatul Muslimin ada keterkaitan dan punya arah dengan peristiwanya-peristiwa teror di Indonesia. Sebab, Pimpinan Khilafatul Muslimin Abdul Qodir Baraja pernah ditangkap Densus karena dengan peristiwa teror sebelumnya. Dia pernah bergabung dengan kelompok Negara Islam Indonesia (NII).

Tak hanya itu,Penyidik Polda Metro Jaya mengungkap ada uang operasional yang besar dari Khilafatul Muslimin. Polisi akan mendalami sumber dana Khilafatul Muslimin ini.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan pihaknya masih terus mengembangkan penyelidikan, terutama sumber uang operasional Khilafatul Muslimin yang cukup besar selama ini.

“Ke depan kita masih akan kembangkan. Ini organisasi yang cukup besar. Belum lagi kita akan selidiki sumber dana dan sebagainya,” kata Hengki di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (7/6).

Kombes Hengki mengatakan pihaknya masih akan mendalami soal uang operasional organisasi Khilafatul Muslimin ini.

“Uang operasionalnya cukup besar. Ini pertanyaan besar yang harus kita jawab jadi proses penyelidikannya lanjut,” imbuhnya seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Rabu (8/6).

(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Penyelidikan terhadap kasus konvoi motor Khilafatul Muslimin masih terus berjalan. Penyidik sampai saat ini masih mendalami cara kelompok tersebut memgumpulkan dana.

“Penggalangan dana masih kami dalami,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Kamis (9/6).

Ramadhan memastikan, kegiatan kelompok Khilafatul Muslimin ini bertentangan dengan Pancasila. Karena kegiatan organisasi tersebut menentang ideologi Pancasila.

Khilafatul Muslimin diketahui memiliki laman dan buletin yang berisi aktivitas kelompok itu untuk menentang Pancasila. Ditemukan pula konten-konten yang menjelekan pemerintah.

Sebelumnya, kelompok Khilafatul Muslimin baru-baru ini viral usai melakukan konvoi menggunakan sepeda motor di wilayah Jakarta Timur dengan membawa atribut khilafah, Minggu (29/5).

Menanggapi hal ini, Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Kombes Pol. Aswin Siregar, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai Kelompok Khilafatul Muslimin.

“Bagi masyarakat atau siapa pun yang bergabung dalam kelompok itu, bahwa kelompok tersebut memiliki sejarah panjang keterkaitan dengan berbagai teror dan radikal,” kata Aswin saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (1/6).

Ia menjelaskan, secara historis Kelompok Khilafatul Muslimin ada keterkaitan dan punya arah dengan peristiwanya-peristiwa teror di Indonesia. Sebab, Pimpinan Khilafatul Muslimin Abdul Qodir Baraja pernah ditangkap Densus karena dengan peristiwa teror sebelumnya. Dia pernah bergabung dengan kelompok Negara Islam Indonesia (NII).

Tak hanya itu,Penyidik Polda Metro Jaya mengungkap ada uang operasional yang besar dari Khilafatul Muslimin. Polisi akan mendalami sumber dana Khilafatul Muslimin ini.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan pihaknya masih terus mengembangkan penyelidikan, terutama sumber uang operasional Khilafatul Muslimin yang cukup besar selama ini.

“Ke depan kita masih akan kembangkan. Ini organisasi yang cukup besar. Belum lagi kita akan selidiki sumber dana dan sebagainya,” kata Hengki di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (7/6).

Kombes Hengki mengatakan pihaknya masih akan mendalami soal uang operasional organisasi Khilafatul Muslimin ini.

“Uang operasionalnya cukup besar. Ini pertanyaan besar yang harus kita jawab jadi proses penyelidikannya lanjut,” imbuhnya seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Rabu (8/6).

(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/