alexametrics
24.4 C
Manado
Jumat, 27 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Panglima TNI Hadi Tjahjanto Dikabarkan Masuk Kabinet Jokowi, Ini Reaksi NasDem

MANADOPOST.ID–Marsekal Jenderal TNI Hadi Tjahjanto santer dikabarkan masuk dalam kabinet usai tak lagi menjabat Panglima TNI.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya mengingatkan agar perombakan kabinet itu dilakukan sesuai dengan porsi dan sesuai kebutuhannya.

“Soal reshuffle itu prerogatif Presiden, cuma kemudian tentu di dalam proses menjadikan seseorang menteri, bukan persoalan utak-atik atau persoalan akomodatif. Tentu harus kami lihat bagaimana keputusan Presiden dalam hal itu benar-benar porsinya tepat,” ujar Willy di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/11).

Anggota Komisi XI DPR menyerahkan, sepenuhnya perombakan kabinet kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun reshuffle kabinet ini sifatnya tak boleh hanya mengakomodasi keiginan seseorang.

“Kita harus mengedepankan prinsip efektivitas, profesionalitas, itu harus menjadi prinsip-prinsip yang terdepan. Bukan hanya sekedar, ya utak-atik gatuk lah,” katanya.

Perombakan kabinet juga harus berdasarkan. Sehingga kebutuhan reshuffle itu itu harus prospektif.

“Kita harus lebih kualitatif, lebih prospektif, ya lebih berbasiskan tentu kebutuhan pemerintahan ini seperti apa,” pungkasnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebentar lagi akan memasuki masa pensiun. Penggantinya pun tinggal disahkan, yakni Jenderal Andika Perkasa.

Saat ini berembus kabar Marsekal Hadi Tjahjanto akan masuk dalam jajaran kabinet pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Marsekal Jenderal TNI Hadi Tjahjanto santer dikabarkan masuk dalam kabinet usai tak lagi menjabat Panglima TNI.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya mengingatkan agar perombakan kabinet itu dilakukan sesuai dengan porsi dan sesuai kebutuhannya.

“Soal reshuffle itu prerogatif Presiden, cuma kemudian tentu di dalam proses menjadikan seseorang menteri, bukan persoalan utak-atik atau persoalan akomodatif. Tentu harus kami lihat bagaimana keputusan Presiden dalam hal itu benar-benar porsinya tepat,” ujar Willy di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/11).

Anggota Komisi XI DPR menyerahkan, sepenuhnya perombakan kabinet kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun reshuffle kabinet ini sifatnya tak boleh hanya mengakomodasi keiginan seseorang.

“Kita harus mengedepankan prinsip efektivitas, profesionalitas, itu harus menjadi prinsip-prinsip yang terdepan. Bukan hanya sekedar, ya utak-atik gatuk lah,” katanya.

Perombakan kabinet juga harus berdasarkan. Sehingga kebutuhan reshuffle itu itu harus prospektif.

“Kita harus lebih kualitatif, lebih prospektif, ya lebih berbasiskan tentu kebutuhan pemerintahan ini seperti apa,” pungkasnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebentar lagi akan memasuki masa pensiun. Penggantinya pun tinggal disahkan, yakni Jenderal Andika Perkasa.

Saat ini berembus kabar Marsekal Hadi Tjahjanto akan masuk dalam jajaran kabinet pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/