alexametrics
24.4 C
Manado
Jumat, 20 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Eks Orangnya Era SBY Jadi Kepala Otorita IKN, PKS: Salah Pilih Nakho….

MANADOPOST.ID-Wakil Menteri Perhubungan periode 2010–2014 era SBY, Bambang Susantono, dilantik hari ini oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN).

 

Diketahui, Bambang juga sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas Menteri Perhubungan setelah Menteri Perhubungan sebelumnya dijabat Evert Ernest Mangindaan.

 

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, siapa pun yang diangkat Jokowi, akan memiliki beban berat dalam mewujudkan ekspektasinya.

 

“Semua yg dipilih Pak @jokowi punya beban berat. Mengelola ekspektasi Presiden yg tinggi,” tulis Mardani melalui akun twitternya, Kamis (10/3/2022).

 

Dia juga mengatakan, proyek IKN yang terus menjadi sorotan ini butuh pemimpin yang tidak sembarangan.

 

“Publik yg blm pro hingga anggaran yg besar (Dana negara yang mestinya untuk rakyat sebagian dialihkan untuk proyek ini). Proyek spt kisah Rorojonggrang ini butuh pemimpin berkarakter kuat,” ujarnya.

 

“Asal parpol atau non parpol tidak masalah. Ini proyek besar dan berisiko. Salah pilih nakhoda cost-nya besar,” sambungnya.

 

Oleh karena itu, menurut Mardani, Kepala Otorita IKN yang bertugas harus punya kapasitas dan integritas.

 

“Kapasitasnya dua, leadership dan manajerial. Leadership akan memudahkan kolaborasi dan arah pembangunan. Manajerial membuat semua detail. Bisa dikontrol,” pungkasnya. (selfi/fajar)

MANADOPOST.ID-Wakil Menteri Perhubungan periode 2010–2014 era SBY, Bambang Susantono, dilantik hari ini oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN).

 

Diketahui, Bambang juga sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas Menteri Perhubungan setelah Menteri Perhubungan sebelumnya dijabat Evert Ernest Mangindaan.

 

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, siapa pun yang diangkat Jokowi, akan memiliki beban berat dalam mewujudkan ekspektasinya.

 

“Semua yg dipilih Pak @jokowi punya beban berat. Mengelola ekspektasi Presiden yg tinggi,” tulis Mardani melalui akun twitternya, Kamis (10/3/2022).

 

Dia juga mengatakan, proyek IKN yang terus menjadi sorotan ini butuh pemimpin yang tidak sembarangan.

 

“Publik yg blm pro hingga anggaran yg besar (Dana negara yang mestinya untuk rakyat sebagian dialihkan untuk proyek ini). Proyek spt kisah Rorojonggrang ini butuh pemimpin berkarakter kuat,” ujarnya.

 

“Asal parpol atau non parpol tidak masalah. Ini proyek besar dan berisiko. Salah pilih nakhoda cost-nya besar,” sambungnya.

 

Oleh karena itu, menurut Mardani, Kepala Otorita IKN yang bertugas harus punya kapasitas dan integritas.

 

“Kapasitasnya dua, leadership dan manajerial. Leadership akan memudahkan kolaborasi dan arah pembangunan. Manajerial membuat semua detail. Bisa dikontrol,” pungkasnya. (selfi/fajar)

Most Read

Artikel Terbaru

/